Dunia literasi menawarkan beragam ekspresi kreatif untuk merekam pengalaman manusia dari berbagai sudut pandang. Melalui jenis karya sastra, pembaca diajak untuk memahami perasaan, pemikiran, hingga realitas sosial dengan cara yang estetik dan reflektif.
Pembagian bentuk-bentuk ini pun pada akhirnya menjadi elemen penting dalam mempelajari teks-teks tersebut. Artikel berikut ini akan mengulas lebih dalam mengenai ragam karya sastra apa saja yang digunakan manusia untuk mengekspresikan diri secara kreatif. Yuk, simak!
Pengelompokan jenis sastra dilakukan untuk memudahkan pemahaman terhadap bentuk, fungsi, serta karakteristik tulisan kreatif. Secara umum, klasifikasi ini didasarkan pada cara penyampaian gagasan, struktur bahasa, serta tujuan estetik penulis.
Dengan adanya pengelompokan ini, pembaca dapat membedakan antara teks naratif, teks berirama, maupun teks dramatik secara lebih sistematis. Pembagian ini juga membantu proses analisis, baik dalam konteks akademik maupun apresiasi literasi secara umum. Adapun jenis-jenis karya sastra adalah sebagai berikut.
Menurut Sudjiman, prosa adalah cerita rekaan yang menampilkan tokoh dan alur hasil imajinasi penulis. Bentuk tulisan ini sering disamakan dengan fiksi karena sering menghadirkan cerita tentang dunia yang tidak bersandar pada realitas.
Prosa dituliskan dalam bentuk narasi dengan bahasa yang relatif bebas, tanpa keterikatan pola, rima, irama, atau matra tertentu. Dengan gaya tutur yang alami ini, prosa kerap digunakan untuk menyampaikan ide, gagasan, maupun kisah secara runtut dan komunikatif.
Beberapa ciri dari jenis karya sastra ini adalah sebagai berikut:
Sebagai sebuah karya sastra, prosa terdiri dari tiga jenis tulisan yang mencerminkan fungsi dan tujuannya, antara lain:
Kisah yang menggambarkan perjalanan hidup tokoh utama secara menyeluruh, mulai dari masa kanak-kanak hingga fase akhir kehidupannya. Ceritanya umumnya menyoroti dinamika sosial, adat, dan realitas masyarakat secara detail dengan alur bercabang serta banyak pengembangan peristiwa.
Menampilkan potongan penting kehidupan tokoh dengan konflik utama yang memengaruhi perubahan nasibnya. Panjang ceritanya berada di antara roman dan cerpen, sehingga memungkinkan pendalaman karakter sekaligus pengembangan konflik yang kuat.
Tulisan pada cerita pendek berfokus pada satu peristiwa penting dalam kehidupan tokoh, sehingga konfliknya terbatas. Meski singkat, bentuk ini tetap bisa menghadirkan ketegangan cerita tanpa harus mengubah keseluruhan arah hidup tokohnya.

Puisi merupakan bentuk ekspresi kreatif yang mengutamakan keindahan bahasa dan kedalaman makna. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), puisi adalah ragam sastra dengan bahasa terikat irama, rima, matra, dan susunan larik serta baik, sehingga mampu menyampaikan perasaan secara padat dan simbolis.
Puisi dibangun atas dua unsur utama, yakni unsur fisik dan batin. Penjelasan keduanya adalah sebagai berikut:
Elemen ini berkaitan dengan makna terdalam dan sikap penyair terhadap pengalaman yang diungkapkan dalam puisi. Adapun unsur karya sastra ini adalah:
Merupakan gagasan utama yang menjadi landasan keseluruhan isi puisi. Keberadaan tema sangat penting karena akan memengaruhi pilihan kata, citraan, serta arah emosi yang ingin disampaikan.
Elemen ini berfungsi mencerminkan sikap emosional penyair terhadap tema yang diangkat. Unsur ini kerap dipengaruhi latar sosial, psikologis, dan pengalaman hidup penulis, sehingga setiap puisi memiliki nuansa perasaan yang khas.
Nada menunjukkan sikap penyair saat berkomunikasi dengan pembaca melalui puisinya. Melalui nada tertentu, suasana seperti haru, sindiran, atau kegetiran dapat tercipta secara kuat.
Ini adalah unsur pesan moral atau nilai kehidupan yang ingin disampaikan penulis kepada pembaca, baik secara tersurat maupun tersirat. Amanat ini dapat diketahui pembaca melalui penafsiran makna keseluruhan puisi.
Berkaitan dengan bentuk bahasa dan teknik penyampaian puisi secara visual maupun bunyi. Berikut unsur fisik dari macam-macam karya sastra puisi:
Merujuk pada pilihan kata yang digunakan untuk menciptakan keindahan dan ketepatan makna. Dengan pemilihan yang benar, kata-kata bisa menghadirkan kesan mendalam melalui fungsi estetis dan ekspresif.
Rima puisi merujuk pada persamaan bunyi dalam puisi, baik di akhir maupun di tengah larik. Kehadirannya memberi efek musikalitas dan memperkuat suasana emosional.
Elemen tipografi merupakan bentuk tata letak visual puisi di atas halaman. Variasi bentuk penulisan kerap digunakan untuk menegaskan makna dan daya estetika.
Imaji atau pencitraan berfungsi untuk membangkitkan daya khayal pembaca melalui rangsangan indra. Unsur ini membuat gambaran dalam puisi terasa hidup dan dekat dengan pembaca.
Digunakan untuk menghadirkan gambaran nyata tentang isi dan makna puisi sehingga lebih mudah dibayangkan. Melalui pilihan kata ini, gambaran perasaan menjadi lebih terasa.
Gaya bahasa mencerminkan cara khas penyair dalam mengolah kata. Penggunaan majas seperti metafora, personifikasi, eufemisme, atau ironi memperkaya makna dan keindahan ungkapan.
Berikut adalah contoh dari jenis karya sastra puisi:
Aku Ingin
(oleh: Sapardi Djoko Damono)
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

Drama adalah kisah tentang kehidupan manusia yang disampaikan melalui tindakan, gerakan, dan dialog para tokoh di atas panggung. Bentuk ini menampilkan watak serta konflik antarmanusia secara nyata melalui peran yang dimainkan oleh aktor dan aktrisnya.
Cerita dalam drama umumnya sarat emosi dan pertentangan karena dirancang khusus untuk dipentaskan di hadapan penonton. Oleh karena itu, naskah drama disusun dengan mempertimbangkan kebutuhan pementasan agar pesan cerita dapat tersampaikan secara efektif.
Untuk membangun jalannya cerita dan pertunjukan secara utuh, berikut unsur-unsur pementasan:
Alur adalah rangkaian peristiwa yang membentuk jalan cerita dari awal hingga akhir. Di dalamnya terdapat konflik antartokoh yang muncul akibat perbedaan sifat, kepentingan, atau pandangan hidup.
Unsur ini mencakup daftar tokoh beserta karakter yang melekat pada masing-masing peran. Berdasarkan fungsi dalam cerita, tokoh drama umumnya dikelompokkan menjadi tiga jenis, yakni protagonis, antagonis, dan tritagonis.
Sarana utama penyampaian cerita dan konflik dalam drama adalah dialog. Bahasa yang digunakan cenderung komunikatif dan menyerupai percakapan sehari-hari agar mudah dipahami penonton.
Latar meliputi tempat, waktu, dan suasana yang menjadi konteks terjadinya peristiwa dalam cerita. Unsur ini sangat penting karena membantu memperjelas situasi serta memperkuat makna adegan yang dipentaskan.
Merupakan gagasan utama yang menjadi landasan keseluruhan cerita. Unsur ini berperan dalam menentukan arah cerita, suasana pementasan, serta pesan yang ingin disampaikan pengarang.
Nilai kehidupan atau pesan moral yang ingin disampaikan kepada penonton disebut amanat. Pesan ini biasanya tersirat melalui konflik dan penyelesaian cerita.
Teks drama adalah bentuk tulisan yang memuat cerita kehidupan manusia untuk ditampilkan melalui tindakan dan dialog di atas panggung. Naskah ini berperan penting karena menjadi pedoman bagi aktor dan aktris dalam memerankan karakternya sesuai arahan cerita.
Saat dipentaskan, teks ini akan berubah wujud menjadi gerak, ekspresi, dan dialog untuk disaksikan oleh khalayak. Adapun ciri-cirinya adalah sebagai berikut:
Perbedaan utama antara prosa, puisi, dan drama terletak pada cara penyampaian cerita dan bentuk ekspresinya. Prosa disajikan dalam bentuk narasi bebas dengan alur cerita yang runtut dan bahasa yang relatif lugas.
Puisi menekankan keindahan bahasa melalui irama, rima, dan pilihan kata yang padat makna. Sementara itu, drama disusun dalam bentuk dialog dan tindakan yang dirancang khusus untuk dipentaskan, sehingga maknanya lebih kuat ketika ditampilkan secara visual dan langsung di hadapan penonton.