Home   Blog  
Produktivitas

  Monday, 09 January 2023 19:15 WIB

Tips Menerima dan Berdamai dengan Kegagalan

Author   Digital Marketing

Ilustrasi kegagalan

Melansir dari laman Very Well Mind, ada banyak hal yang menjadi alasan rasa gagal itu muncul, di antaranya konsep diri yang buruk, perasaan tidak berdaya, kecemasan, hingga harapan yang tidak realistis. Perasaan itu harus dikendalikan agar tidak merenggut logika dan kewarasan berpikir hingga berujung pada depresi. Kegagalan tak selalu berujung pada kemunduran atau hal-hal negatif. Justru kegagalan bisa menjadi pemompa semangat untuk terus berjuang, seperti Thomas A. Edison yang mengalami ribuan kali kegagalan sebelum akhirnya menemukan lampu.

Menerima kegagalan dan berdamai dengan tujuan yang belum tercapai memang tidak mudah. Setiap orang memiliki proses dan waktu yang berbeda-beda dalam menghadapi kegagalan. Jadi, lebih baik lagi tidak perlu membanding-bandingkan diri sendiri dengan orang lain.

Yuk, coba tips ini untuk bisa menerima dan berdamai!

1. Mengakui dan Merangkul Emosi

Gagal itu menyedihkan, mengecewakan, kadang memalukan. Merasakan perasaan itu sangat tidak nyaman. Itu adalah wajar. Daripada menghindari perasaan dan emosi tersebut, akan lebih baik jika kamu mencoba mengakui dan merangkulnya. Mengakui bahwa Kamu sedang sedih karena gagal, kecewa karena tujuan tidak tercapai atau malu karena sebuah kesalahan, akan lebih membantu kamu dalam menerima dan berdamai dengan kegagalan itu sendiri.

2. Menerapkan Welas Asih pada Diri Sendiri

Melansir dari laman Layanan Konseling dan Psikologis Universitas Melbourne, mengasihi diri sendiri adalah langkah penting menjaga diri saat mengalami kegagalan. Welas asih ini meliputi sikap hangat, perhatian dan pengertian terhadap diri sendiri. Sikap ini akan membawa Kamu menjadi pribadi yang lebih baik dalam memperlakukan diri sendiri dan akan berimbas pada perlakuan Kamu terhadap orang lain.

3. Mencari Pengalihan yang Sehat

Untuk mengurangi rasa-rasa yang tidak nyaman karena kegagalan, dapat dilakukan dengan banyak hal. Namun, perlu diingat untuk mencari pengalihan yang sehat dibanding menghindari rasa sakit itu. Kamu bisa melakukan berbagai aktivitas yang mengasah keterampilan, seperti berolahraga, mengikuti kelas seni, atau melibatkan diri dalam kegiatan sosial. Kamu juga bisa melakukan pengalihan sederhana, seperti menelepon teman, melatih pernapasan, bermain dengan hewan peliharaan atau sekadar jalan-jalan. Jika kesulitan mencari pengalihan yang sehat, Kamu bisa meminta bantuan ahli.

4. Introspeksi Diri

Setelah melakukan tips menerima kegagalan dan berdamai dengan tujuan yang belum tercapai di atas, kamu bisa mulai untuk mengintrospeksi diri. Sebuah kegagalan, pasti ada alasan. Kamu bisa mengidentifikasi kesalahan apa yang membuat kamu gagal dan mencari pelajaran apa yang bisa diperoleh dari kegagalan itu. Jangan sampai hasil introspeksi diri kamu justru makin membuat terpuruk, dan buat rencana baru untuk mencapai keberhasilan yang diimpikan.

5. Memberanikan Diri untuk Bangkit

Jika kamu sudah mengetahui kesalahan apa yang membuat gagal, dan rencana baru apa yang bisa dicoba tahun depan, langkah selanjutnya adalah berani. Memberanikan diri untuk bangkit dan memulai hal baru yang sudah terencana. Untuk menumbuhkan keberanian ini memang tidak mudah, butuh proses, waktu, dan itu sangat wajar.

Kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda. Jangan menganggap sebuah kegagalan adalah akhir dari semuanya. Gagal juga termasuk dalam proses berkembang. Jadi, jangan ragu untuk menyusun rencana-rencana baru yang menyenangkan pada tahun depan.

Baca juga : Badan Siber dan Sandi Negara Akan Gandeng BIN, TNI, Polri

Bagikan
WordPress Image Lightbox