Home   Blog  
Pengembangan Diri

  Monday, 09 February 2026 12:00 WIB

Seni Sastra: Pengertian, Fungsi, dan Bentuk Karyanya

Author   Raden Putri
Seni Sastra: Pengertian, Fungsi, dan Bentuk Karyanya

Seni sastra menjadi ruang ekspresi manusia untuk menuangkan perasaan, gagasan, dan imajinasi melalui bahasa. Di dalamnya, terdapat keindahan yang tidak hanya hadir dari kata-kata, tapi juga dari makna dan emosi yang dibangun.

Promo Hemat Belajar Diskon 20 Persen

Melalui seni ini, pembaca diajak memahami realitas kehidupan dari sudut pandang lebih reflektif dan mendalam. Namun, sebenarnya apa itu karya sastra? Simak rangkuman informasi selengkapnya berikut ini.

Apa Itu Seni Sastra?

Seni sastra tersusun dari dua unsur utama, yakni seni dan sastra. Seni dimaknai sebagai ungkapan perasaan manusia yang mengandung nilai keindahan, sedangkan sastra adalah kata dari bahasa Sanskerta śāstra berarti pedoman, ajaran, atau petunjuk yang disampaikan melalui teks maupun tuturan.

Dengan begitu, yang dimaksud dengan karya sastra adalah karya tulis atau cerita yang lahir dari ekspresi batin manusia dan disampaikan secara estetis. Karya semacam ini berfungsi sebagai media komunikasi gagasan penulis dengan pembaca melalui bahasa indah, bermakna, dan penuh daya ungkap.

Dalam ranah ini, bentuk karya sastra adalah beragam, mulai dari prosa, puisi, hingga drama. Di dalamnya terkandung ide, emosi, pengalaman, imajinasi, serta cara pandang individu terhadap realitas sosial, sekaligus menjadi cerminan dinamika kehidupan manusia.

Paket Belajar dengan Kurikulum yang Dirancang Khusus cuma Setengah Harga

Unsur-Unsur Pembangun Seni Sastra

Struktur karya sastra dibagi ke dalam dua jenis, yakni unsur intrinsik dan ekstrinsik. Berikut penjelasannya.

Unsur Intrinsik

Merupakan elemen pembangun cerita dari dalam yang terdiri dari beberapa aspek, yakni:

  • Tema: Gagasan utama atau ide pokok yang mendasari keseluruhan cerita.
  • Alur/Plot: Rangkaian peristiwa yang tersusun secara kronologis, baik maju, mundur, maupun campuran.
  • Tokoh dan Penokohan: Pelaku cerita beserta karakter atau watak yang melekat pada diri mereka.
  • Latar/Setting: Gambaran tempat, waktu, serta suasana terjadinya peristiwa.
  • Sudut Pandang: Posisi pencerita dalam menyampaikan kisah, misalnya orang pertama atau orang ketiga.
  • Gaya Bahasa: Pemilihan diksi, majas, dan struktur kalimat khas untuk menghidupkan cerita.
  • Amanat: Pesan moral atau nilai kehidupan yang ingin disampaikan kepada pembaca.

Unsur Ekstrinsik

Unsur karya sastra ini berasal dari luar dan memengaruhi proses penciptaan suatu seni. Beberapa elemennya adalah sebagai berikut:

  • Latar Belakang Pengarang: Riwayat hidup, pengalaman, serta kondisi psikologis penulis.
  • Kondisi Masyarakat: Situasi sosial, politik, dan ekonomi pada masa karya tersebut diciptakan.
  • Nilai-Nilai: Norma moral, kepercayaan, agama, maupun adat istiadat yang memengaruhi isi karya.
seni sastra

Fungsi Seni Sastra sebagai Hiburan dan Pendidikan

Sebelumnya, dijelaskan bahwa pengertian karya sastra adalah ungkapan perasaan manusia yang mengandung nilai keindahan. Meski begitu, fungsi seni ini tidak hanya sekadar sebagai hiburan, tapi juga memiliki peran edukatif dalam kehidupan sehari-hari. Adapun beberapa fungsinya adalah sebagai berikut:

1. Penyampai Pesan Moral

Dalam karya sastra sering terselip pesan moral, baik secara eksplisit maupun implisit melalui alur cerita dan karakter. Pesan tersebut berfungsi sebagai pedoman sikap dan perilaku, sehingga pembaca dapat mengambil pelajaran untuk kehidupan sehari-hari.

2. Sarana Penyampaian Kritik

Sebagian karya diciptakan sebagai media kritik terhadap persoalan sosial, ekonomi, atau politik. Melalui seni, kritik disampaikan secara halus dengan tujuan membangun kesadaran dan mendorong perubahan sikap pembaca.

3. Membangkitkan Rasa Nasionalisme

Seni kesusastraan juga  mampu menumbuhkan semangat kebangsaan melalui penggambaran perjuangan, identitas, dan nilai luhur bangsa. Sugesti emosional ini dibangun, sehingga dapat memperkuat rasa cinta tanah air dan solidaritas kolektif.

4. Melestarikan Budaya

Melalui teks sastra, tradisi lisan dan nilai budaya dapat diabadikan dalam bentuk tertulis. Dengan cara ini, warisan budaya akan tetap hidup dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

5. Sarana Pendidikan

Menikmati karya sastra secara tidak langsung membantu pembaca mempelajari norma, etika, serta ajaran budi pekerti. Proses ini berlangsung alami melalui penghayatan cerita dan tokoh di dalamnya.

Bentuk-Bentuk Karya Seni Sastra

Secara umum, jenis karya sastra dibagi ke dalam tiga bentuk utama, yakni prosa, puisi dan drama. Simak penjelasan ketiga bentuk tersebut berikut ini:

1. Prosa

Prosa adalah karya berbentuk narasi bebas yang mengisahkan kehidupan tokoh secara runtut. Bentuk ini banyak digunakan untuk menggambarkan peristiwa sehari-hari dengan detail dan pengembangan cerita yang luas. 

Prosa memberi ruang bagi penulis untuk mengeksplorasi konflik, latar, serta karakter secara mendalam. Jenis ini terbagi ke dalam beberapa bentuk utama. Pertama, novel hadir sebagai prosa panjang dengan alur kompleks dan perkembangan tokoh  intens. 

Kedua, ada roman yang lebih menekankan kehidupan batin dan semangat zamannya, serta sering kali berfokus pada kisah percintaan. Ketiga, cerita pendek atau cerpen merupakan cerita bersifat ringkas, padat, dan hanya menyoroti satu peristiwa utama.

2. Puisi

Puisi merupakan hasil seni yang menonjolkan keindahan bahasa melalui irama, rima, dan pilihan kata. Bentuknya relatif singkat, namun kaya akan makna dan emosi. 

Setiap diksi dalam puisi dipilih secara cermat untuk membangun imajinasi pembaca. Karena itu, puisi mampu menyampaikan perasaan secara padat dan simbolik.

Berdasarkan perkembangannya, puisi terbagi menjadi puisi lama dan puisi baru. Puisi lama terikat oleh aturan rima dan bait, sedangkan puisi baru lebih bebas dalam struktur dan ekspresi.

3. Drama

Jenis sastra selanjutnya adalah drama, sebuah karya sastra yang disusun untuk dipentaskan di atas panggung. Cerita disampaikan melalui dialog dan interaksi antartokoh dengan konflik sebagai penggerak utama alur.

Melalui pementasan, drama menghadirkan pengalaman estetik secara langsung kepada penonton. Jenis ini memungkinkan penikmatnya merasakan emosi dan pesan cerita secara lebih hidup.

Perbedaan Seni Sastra dengan Jenis Seni Lainnya

Seni sastra berbeda dari cabang seni lain karena menggunakan bahasa sebagai medium utama untuk mengekspresikan gagasan, perasaan, dan imajinasi. Makna dalam karya sastra disampaikan melalui kata, simbol, dan struktur cerita, sehingga membutuhkan proses membaca serta penafsiran dari penikmatnya.

Berbeda dengan seni rupa, musik, atau tari yang mengandalkan visual, bunyi, dan gerak, pengalaman estetis sastra bersifat reflektif dan mengajak pembaca berimajinasi. Selain itu, karya sastra cenderung lebih tahan lama karena terdokumentasi dalam bentuk teks dan dapat dinikmati lintas waktu serta generasi.


Bagikan