Puisi pendek seringkali hadir dengan kata-kata sederhana, tetapi mampu meninggalkan kesan mendalam bagi pembacanya. Dalam bentuk yang ringkas, karya sastra ini menyimpan emosi, makna, dan imaji yang kuat tanpa perlu uraian panjang.
Tak heran, tulisan ini kerap menjadi pilihan banyak orang saat ingin mengekspresikan perasaan secara singkat, padat, dan tetap menyentuh. Artikel berikut ini akan mengulas contoh-contoh puisi pendek menyentuh hati dan tips dalam membuatnya. Yuk, simak!
Puisi pendek memiliki karakteristik khas yang membedakannya dari bentuk tulisan panjang. Adapun ciri-ciri dari karya liris berformat singkat ini adalah sebagai berikut:
Untuk lebih memahami tentang karya sastra singkat ini, berikut adalah beberapa contoh puisi pendek dengan tema kehidupan dan perjuangan:
Penulis: Chairil Anwar
cemara menderai sampai jauh,
terasa hari akan jadi malam,
ada beberapa dahan di tingkap merapuh,
dipukul angin yang terpendam.
aku sekarang orangnya bisa tahan,
sudah berapa waktu bukan kanak lagi,
tapi dulu memang ada suatu bahan,
yang bukan dasar perhitungan kini.
hidup hanya menunda kekalahan,
tambah terasing dari cinta sekolah rendah,
dan tahu, ada yang tetap tidak diucapkan,
sebelum pada akhirnya kita menyerah.
Penulis: Ni Nengah Restari
Senyum terukir tipis
Menghias bibir yang manis
Langkah demi langkah berpijak
Mengejar angan yang bijak
Sejuta harapan kurengkuh
Laksa rintangan kutempuh
Laksa menuju kemenangan
Menggapai impian
Riang gembira jalan hidup
Hati ikhlas bahagia datang
Perjuangan dan doa penuh ikhlas
Bawa berkah yang berlimpah
Penulis: Sapardi Djoko Damono
Pada suatu hari nanti,
Jasadku tak akan ada lagi,
Tapi dalam bait-bait sajak ini,
Kau tak akan kurelakan sendiri.
Pada suatu hari nanti,
Suaraku tak terdengar lagi,
Tapi di antara larik-larik sajak ini.
Kau akan tetap kusiasati,
Pada suatu hari nanti,
Impianku pun tak dikenal lagi,
Namun di sela-sela huruf sajak ini,
Kau tak akan letih-letihnya kucari.
Penulis: Yuningtias
Serpihan malam
Getaran-getaran halus
Menggenggam lurus
Dalam detik ini
Ingin ku selimuti
Bayang-bayang sepi
Aku kehilangan bayangmu
Kusapu bekas bayangmu
Aku masih seperti kemarin
Menanti dalam hening
Namun kau tak bergeming
Menuju ke arahku
Entahlah… mungkin aku harus berlalu
Mengalah pada waktu
Karena aku didirimu
Hanya sebagai sosok semu
Aku cukup berdiri disini
Tanpa segala sesuatu tentangmu
Karya: Natasha Maylina
Di kala mentari merekah
Bergegas melangkahkan kaki
Menimba ilmu setinggi langit
Masa depan siapa yang tahu
Hanya ilmu yang kukejar
Hingga titik darah penghabisanku
Belajar, belajar, belajar
Itulah yang bisa kulakukan
Tuk menuju pintu kesuksesan
Meski kesulitan menghadang
Takkan kumenyerah meraih ilmu
Ilmu adalah pedoman hidupku
Penulis: Taufik Ismail
Kalau engkau tak mampu menjadi beringin yang tegak di puncak bukit
Jadilah belukar, tetapi belukar yang baik, yang tumbuh di tepi danau
Kalau kamu tak sanggup menjadi belukar,
Jadilah saja rumput
Tetapi rumput yang memperkuat tanggul pinggiran jalan
Kalau engkau tak mampu menjadi jalan raya
Jadilah saja jalan kecil,
Tetapi jalan setapak yang
Membawa orang ke mata air
Tidaklah semua menjadi kapten
Tentu harus ada awak kapalnya…
Bukan besar kecilnya tugas yang menjadikan tinggi
Rendahnya nilai dirimu
Jadilah saja dirimu…
Sebaik-baiknya dari dirimu sendiri
Penulis: Dorsey Baker
Jika kau selalu mencari kesalahan,
itulah yang akan kau temukan-
dan kau tidak akan pernah memiliki ketenangan pikiran.
Jika kau selalu mencari yang buruk,
Kau tidak akan pernah melihat yang baik,
Jika kau selalu mencari yang buruk,
Pasti harus dipahami dengan jelas
Jangan mencari bayangan dan matahari kau akan lihat,
Jangan mencari bayangan dan matahari kau akan melihat.
Dan kau pasti akan menjadi manusia yang lebih baik!
Penulis: Catherine Pulsifer
Seluruh hidup kita terdiri dari pilihan,
Apa yang kita putuskan, tindakan yang kita ambil, sikap yang kita tunjukkan
Semua mewakili langkah-langkah kehidupan.
Terkadang kita maju dua langkah dan mundur satu langkah.
Beberapa dari kita mengambil langkah kecil
Beberapa dari kita mengambil langkah besar
Tapi rahasianya adalah tidak membiarkan satu langkah mundur berubah menjadi kegagalan.
Belajar dari langkah mundur
Dan terus melangkah maju dalam tarian yang disebut Kehidupan
Teruslah melangkah maju dalam tarian yang Disebut Kehidupan

Di bawah ini terdapat beberapa contoh puisi singkat bertema cinta dan kerinduan:
Penulis: Sapardi Djoko Damono
Yang fana adalah waktu. Kita abadi:
memungut detik demi detik, merangkainya seperti bunga
sampai pada suatu hari
kita lupa untuk apa.
“Tapi,
yang fana adalah waktu, bukan?”
tanyamu. Kita abadi.
Penulis: Imam Budiman
di lembar-lembar skripsi,
kucari-cari sisa wajah ibu.
bagaimana kabar ketulusan
di balik purba rahimnya?
ibu lebih setia merentang jarak
di antara lembah dua spasi.
di sela kata, ia mengintip dengan tatap yang entah.
di celah waktu, ia mendoakan meski tiada kabar.
di ujung bab lima, ia purna menuju Tuhan.
Penulis: Dea Y
Kebersamaan suasana memang penting dalam keluarga
Engkau seperti penyempurna keluarga
Lama sudah rasanya, bosan
Untukku merasakan kebersamaan itu…
Aku sangat ingin merasakannya
Ramainya suasana yang hangat, telah menambah riang hati
Gelap yang kurasakan, bila tak ada rasa itu
Andai aku bisa merasakan semua ini…
Kemanakah engkau harus kucari
Wahai kebersamaan…
Berikanlah aku sekali saja rasa itu
Oh Tuhan…
Penulis: Laras Sekar Seruni
aku mencintainya
dengan seluruh
tubuh yang meluruh
aku mencintaimu
dengan waktu
yang begitu
terbatas
Penulis: Rainer Maria Rilke, diterjemahkan oleh Tia Setiadi
Saksikanlah bagaimana di pembuluh darah mereka segalanya
jadi ruh:
mereka dewasa dan tumbuh dalam satu sama lain
ibarat gandar, bentuk-bentuk mereka memusar dengan
gemetar,
menggasing dalam lingkarannya, menawan
dan berkilauan
saat dahaga, mereka pun beroleh minuman.
saat mengintai, dan saksikan: mereka pun
beroleh penglihatan.
biarkan mereka tenggelam ke dalam satu sama lain
demikianlah mereka saling menanggungkan satu sama lain
seketika
Berikut adalah kumpulan puisi pendek tentang alam dan lingkungan:
Penulis: Fouren S. Wijaya
Kau yang kini tertawa
Memandikan harta
Duduk dengan santai
Berkawan dengan kemewahan
Dari mana semua kau dapat?
Dari hutan yang kau tebang
Dari hewan yang kau bunuh
Apakah kau tak ingat?
Masih ada anak cucu kita
Yang mau melihat keindahan alam
Dan masih mau menghirup udara segar
Penulis: Azlia Khaira Putri
Kau tampak begitu indah
Tatapanmu begitu menawan
Penuh dengan bunga
dan rerumputan hijau
Anak-anak tampak gembira
Bisa berada di taman
Banyak mainan yang menarik
Banyak pula bunga yang mekar
Di taman
Air mancur menjulang tinggi
Pepohonan besar berdaun lebat
Juga pepohonan kecil yang daunnya meliuk-liuk
Diterpa angin
Terdapat pula kolam ikan
Tumbuhan berwarna-warni
Sungguh pemandangan nan menawan
Oh taman…
Begitu menakjubkan
Penulis: Putri Rhamadani
Indonesia menangis
Karena kabut asap yang kian meningkat
Memakan korban dengan singkat
Maut datang, secepat kilat
Kematian terjadi di mana-mana
Lingkunganku yang indah
Kini menjadi kotor
Kabut asap menutupi keindahan alam
Alam menjadi sangat kelam
Hidup menjadi semakin susah
Banyak yang sedih
Melihat alam yang kini telah rusak
Dan kematian yang terus menerkam
Oh Tuhan… Tolonglah hambamu
Yang sedang kesusahan
Untuk menghilangkan kabut asap
Agar kami hidup aman dan tenteram
Penulis: Nono Warnono
Banjir, air meluap
Menghanyutkan (segala) sampah
Merusak perumahan
Sawah, tegalan
Mendadak surut
Lalu kering
Kerugian kasat mata
Banjir global
Memercik amoral
Merusak anak cucu (yang) nakal
Menghantam peraturan
Menghanyutkan kepercayaan
Pergumulan kebudayaan
Rob tak juga surut
Merendam generasi
Amoral dekadensi
“Yaa Rabb”
Penulis: Jehan Sri Handani
Alangkah indahnya dirimu
Kau mempunyai daun yang lebat
Kau berguna sebagai paru-paru dunia
Hutan malangnya nasibmu
Karena orang yang membakar dirimu
Sangat tega dan tidak mempunyai hati nurani
Dia tidak melihat
Begitu banyak orang yang sakit
Dan meninggal
Udara pun menjadi terganggu
Tanah pun menjadi gersang
Banjir melanda kota
Oh, malangnya nasibmu

Berikut ini adalah beberapa puisi pendek dengan tema pendidikan, guru, dan sekolah:
Di bawah ini merupakan contoh puisi pendek tentang sekolah.
Penulis: Imam Budiman
sebuah sekolah—sedikit daratan
halamannya laut dan langit terbentang
sejauh mata menghadang di batas lazuardi.
tiada roda empat, pula jalan aspal
motor matik melupakan masa lalu
menanggalkan spion kepalanya.
pada jam istirahat, ditambatkan kapal mesin
dan perahu milik nelayan. seragam hari senin
disapu terik, anak-anak berebut membeli jajan
kepada seorang perempuan muda bermata
indah penjual mie instan dadakan
di kejauhan seorang guru berwajah datar
memantau di depan pagar—barangkali
menyimpan amarah, mungkin pula
sedikit kesepian.
Penulis: Angelica
Tetesan embun pagi
Menyegarkan tanaman yang ada di halaman sekolahku
Sekolahku…
Membangkitkan semangat belajarku
Terdengar suara nyaring
Yang sedang mengajar
Sekolah tempat untuk mencari ilmu
Yang tak pernah kulupakan
Untuk selama-lamanya
Berikut adalah puisi pendek tentang guru.
Penulis: Maya Novita
Yang pandangannya lurus ke depan
Yang duduk tapi menutup mata
Yang bersandar di tembok dengan bahu kanan
Yang menopang dagu sambil memainkan earphone
Yang selalu membalikkan badan untuk tahu sudah ada di mana arah jarum jam
Yang menunduk sambil menumpahkan semua imajinasinya melalui pensil di tangan
Semua perbedaan tabiat
Semua perbedaan kegiatan individu
Semua perbedaan cara menyerap sesuatu
Di antara mereka semua,
Siapa yang ternyata paling fokus menghiraukan satu sosok penolong masa depan mereka di mimbar?
Penulis: Nurwawan
Setiap hari kau bagi ilmumu
Dengan keikhlasan dan kesabaran
Setiap hari kau bimbing aku
Dengan nasehatmu yang penuh makna
Guruku,
Tak pernah lelah kau ajar aku
Selalu semangat setiap tugasmu
Guruku,
Terima kasih
Atas semua pengorbananmu untukku
Maafkan salahku jika kau pernah terluka dengan kataku
Guruku,
Kau tak kan pernah terlupakan dalam hidupku
Berikut adalah contoh puisi pendek anak SD tentang sahabat.
Betapa bahagia mempunyai sahabat
Bermain bersama
Tertawa gembira
Berbagi cerita seperti keluarga
Tak hanya bersama dalam suka
Dalam duka pun kami bersama
Saling menghibur dalam duka
Agar duka menjadi bahagia
Membuat sebuah puisi pendek membutuhkan ketepatan rasa dan pemilihan kata yang cermat. Berikut beberapa tips untuk membantu menghasilkan tulisan sederhana, tapi tetap berkesan:
Saat akan menulis puisi, pilihlah tema yang memiliki kedekatan emosional agar ungkapan terasa jujur dan alami. Hal ini akan membantu menjaga arah tulisan tetap tajam meskipun jumlah larik terbatas.
Catat kata kunci, gambaran, atau perasaan yang berkaitan dengan tema utama. Dari bahan tersebut, kembangkan imaji secara bebas agar larik terasa hidup dan tidak kering makna.
Penggunaan majas membantu menyampaikan emosi secara tidak langsung namun lebih kuat. Contohnya, pemakaian majas metafora atau personifikasi dapat membuat ungkapan sederhana terasa lebih dalam dan berlapis.
Setiap kata harus dipilih dengan penuh pertimbangan agar tidak ada ruang untuk kata sia-sia. Oleh karena itu, pemahaman terhadap makna denotatif dan konotatif penting agar pesan tersampaikan tanpa perlu penjelasan panjang.
Keselarasan bunyi membantu menciptakan alur baca yang enak dan musikal. Pola persajakan atau rima bisa dibuat sederhana, asalkan mendukung suasana dan emosi tulisan.
Makna puisi dapat diperkuat melalui tata letak baris dan jeda visual tulisan. Karena itu, pemenggalan larik yang tepat dapat membuat satu kata terasa lebih menonjol dan bermakna.
Setelah itu, satukan seluruh elemen agar membentuk satu kesatuan karya yang padu dan utuh. Lakukan pembacaan ulang untuk memastikan emosi tersampaikan dengan jelas, lalu revisi seperlunya agar hasil akhir benar-benar matang.