Dalam dunia pemasaran, tulisan bukan sekadar rangkaian kata, tetapi juga strategi promosi yang dirancang untuk menghasilkan tindakan. Oleh karena itu, peran formula copywriting menjadi penting karena dapat membantu menyusun pesan secara terstruktur, persuasif, dan tepat sasaran.
Dengan pendekatan yang tepat, peluang menarik perhatian audiens dan meningkatkan penjualan pun jadi lebih besar. Artikel berikut ini akan mengulas rumus hingga cara membuat copywriting yang menarik. Simak rangkuman informasi selengkapnya berikut ini.
Menulis teks promosi tanpa struktur tertentu sering kali membuat pesan terasa kurang fokus dan sulit dipahami audiens. Dengan copywriting formula yang tepat, Anda bisa menyampaikan pesan secara lebih runtut, persuasif, tapi tetap nyaman dibaca.
Adapun beberapa alasan lainnya adalah sebagai berikut:

Berbagai metode copywriting telah terbukti mampu meningkatkan daya tarik pesan promosi. Berikut beberapa penulisan formula yang tepat dan sering digunakan karena efektif dalam berbagai kebutuhan pemasaran.
Rumus AIDA cocok dipakai untuk promosi produk, landing page, maupun iklan yang bertujuan meningkatkan konversi. Pola ini membantu mengarahkan audiens secara bertahap dari perhatian hingga ajakan bertindak.
Metode ini efektif untuk promosi produk berbasis solusi, seperti kursus, pelatihan, atau layanan tertentu. Formulanya menekankan pada gambaran masalah hingga dorongan aksi yang meyakinkan.
Jika kamu ingin teks promosi dalam bentuk storytelling, formula copywriting BAB dapat dipakai karena menonjolkan transformasi sebelum dan sesudah menggunakan produk atau layanan. Pola ini cocok untuk promosi berbasis perubahan hasil.
Pola PAS banyak digunakan dalam iklan karena mampu menggugah emosi pembaca secara cepat. Fokus dari formula ini adalah pada masalah dan solusi yang ditawarkan produk.
Formula satu ini cocok digunakan untuk promosi yang menonjolkan spesifikasi dan nilai produk secara detail. Pendekatannya efektif untuk menawarkan produk fisik maupun layanan berbasis fitur.
Struktur teks persuasif ini cocok untuk promosi produk dengan tujuan membedakan diri dari solusi lain di pasaran. Pola ini menambahkan unsur pembanding agar audiens semakin yakin.
Struktur copywriting 4-U sangat efektif untuk membuat headline yang kuat dan menarik klik. Formula ini berfokus pada manfaat, keunikan, detail spesifik, dan urgensi produk atau layanan.

Menerapkan rumus penulisan dalam iklan media sosial bukan sekadar mengikuti pola, tapi tentang bagaimana menyusun pesan yang tepat untuk target audiens. Pendekatan yang terstruktur membuat konten promosi terasa lebih fokus, persuasif, dan berpotensi menghasilkan respons tinggi.
Berikut beberapa tips untuk pemula yang sedang belajar menerapkan formula copywriting:
Pastikan untuk mengenali produk atau layanan secara menyeluruh agar pesan yang disampaikan benar-benar akurat dan meyakinkan di mata calon konsumen. Pahami keunikan, keunggulan, fitur, hingga manfaat yang bisa dirasakan pengguna agar tidak ada nilai jual yang terlewat saat menyusun materi promosi.
Setelah memahami produk, penting untuk menggali kebutuhan, keinginan, serta permasalahan audiens agar pesan yang dibuat relevan dan sesuai dengan realitas mereka. Riset bisa dilakukan melalui survei sederhana, seperti membaca komentar di media sosial, atau mengamati tren yang sedang berkembang.
Judul adalah elemen pertama yang menentukan apakah audiens akan melanjutkan membaca atau justru melewati konten begitu saja. Karena itu, buatlah headline yang jelas, spesifik, dan menarik, misalnya melalui angka, pertanyaan, atau pernyataan yang memicu rasa penasaran.
Selanjutnya, pastikan paragraf pembuka mampu mempertahankan minat pembaca agar mereka terus mengikuti isi pesan hingga akhir. Kamu bisa menggunakan pendekatan seperti fakta menarik, empati terhadap masalah audiens, atau pernyataan yang menggugah rasa ingin tahu sehingga alur terasa natural dan tidak terputus.
Bagian utama konten harus disusun dengan bahasa yang jelas, terarah, dan mudah dipahami. Gunakan kalimat sederhana, subjudul, serta penekanan pada nilai dan keuntungan yang benar-benar relevan dengan kebutuhan audiens agar pesan terasa lebih personal.
Iklan yang baik selalu diakhiri dengan ajakan bertindak agar audiens tahu harus melakukan apa setelah membaca pesan promosi tersebut. Selain mendorong tindakan, sertakan pula manfaat tambahan seperti diskon, bonus, atau penawaran terbatas agar dorongan tersebut terasa lebih kuat dan menarik.
Agar iklan media sosial tidak hanya dibaca dan mampu menghasilkan klik, terdapat beberapa tips yang harus diperhatikan, antara lain:
Memahami siapa target pasar adalah fondasi utama dalam menyusun pesan yang efektif. Karena itu, buatlah gambaran persona yang mencakup demografi, minat, perilaku, dan tujuan mereka.
Alih-alih hanya menjelaskan spesifikasi produk, tekankan dampak nyata yang bisa dirasakan audiens setelah menggunakannya. Tunjukkan bagaimana produk tersebut mampu menyelesaikan masalah, memenuhi kebutuhan, atau membantu mereka mencapai tujuan sehingga pesan terasa lebih emosional dan persuasif.
Judul berfungsi sebagai gerbang utama yang menentukan apakah seseorang akan melanjutkan membaca sebuah konten atau tidak. Pastikan judul menyampaikan manfaat utama, bersifat spesifik, serta mampu membangun rasa ingin tahu tanpa terkesan berlebihan.
Bahasa yang ringkas dan mudah dipahami akan membuat pesan lebih cepat diproses oleh audiens, terutama di media sosial yang serba cepat. Gunakan kalimat aktif, paragraf pendek, serta hindari istilah teknis yang membingungkan agar konten terasa seperti percakapan, bukan ceramah.