Home   Blog  
Pengembangan Diri

  Wednesday, 07 January 2026 12:00 WIB

Debat adalah: Pengertian, Unsur, Etika, dan Tujuannya

Author   Raden Putri
Debat adalah: Pengertian, Unsur, Etika, dan Tujuannya

Debat adalah ruang untuk bertemunya beragam pandangan yang saling diuji melalui argumen dan penalaran. Dalam proses ini, adu ide bukan sekadar soal menang atau kalah, melainkan tentang menyampaikan gagasan secara meyakinkan dan berimbang.

Promo Hemat Belajar Diskon 20 Persen

Selain melatih kemampuan berpikir kritis, aktivitas ini juga membantu peserta untuk memahami persoalan dari sudut pandang berbeda. Lantas, seperti apa sebenarnya kegiatan debat tersebut? Simak rangkuman informasi selengkapnya berikut ini.

Apa itu Debat?

Secara umum, debat adalah proses bertukar pandangan mengenai suatu isu dengan tujuan mempertahankan pendapat masing-masing melalui alasan yang rasional. Debat dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) adalah pembahasan dan pertukaran pendapat mengenai suatu hal dengan saling memberi alasan untuk mempertahankan pendapat masing-masing.

Setiap pihak diperbolehkan untuk menyampaikan informasi, data, maupun bukti pendukung untuk memperkuat argumennya. Kegiatan ini dapat dijumpai dalam situasi formal, seperti perlombaan di sekolah atau perguruan tinggi, tetapi juga sering terjadi dalam diskusi santai di kehidupan sehari-hari. 

Asidi Dipodjojo memaknai debat sebagai bentuk komunikasi lisan yang menggunakan bahasa untuk mempertahankan pendapat tertentu. Dalam prosesnya, setiap pihak menyampaikan alasan dengan cara tertentu agar mampu memengaruhi lawan bicara.

Banner Survey Tempo Institute

Sementara itu, J. S. Kamdhi (1995) menjelaskan bahwa debat adalah kegiatan membahas suatu persoalan dengan saling bertukar pendapat, di mana setiap peserta berusaha mempertahankan pandangannya melalui alasan yang logis dan meyakinkan.

Terdapat beberapa karakteristik utama dalam kegiatan adu argumen ini. Ciri-ciri debat tersebut antara lain:

  • Melibatkan dua kelompok dengan posisi berlawanan, yaitu pihak pendukung (afirmasi) dan penyanggah (oposisi).
  • Menyajikan dua sudut pandang berbeda, yakni pro dan kontra terhadap suatu persoalan.
  • Memiliki topik atau isu tertentu yang menjadi fokus pembahasan.
  • Diwarnai penyampaian alasan, bukti, dan pendapat untuk memperkuat posisi masing-masing pihak.
  • Dapat melibatkan pihak penengah, seperti moderator atau juri, meskipun kehadirannya tidak selalu wajib.

Tujuan Utama Pelaksanaan Debat

Tujuan debat utamanya adalah memengaruhi pihak lawan agar menerima pandangan yang disampaikan melalui argumen dan bukti relevan. Fokus utamanya terletak pada upaya mempertahankan pendapat berdasarkan data serta fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.

Selain itu, tujuan lain dari pelaksanaannya antara lain:

  • Melatih keberanian dan mental dalam menyampaikan pendapat di hadapan publik.
  • Mengasah kemampuan menyanggah pandangan lawan secara logis.
  • Meningkatkan kecepatan dan ketepatan dalam merespons isu yang diperdebatkan.
  • Membiasakan diri berpikir kritis terhadap materi pembahasan.
  • Memperdalam pemahaman terhadap topik yang sedang dikaji.

Berdasarkan tujuan dan bentuk pelaksanaannya, jenis-jenis debat dibagi dalam lima kategori umum, di antaranya:

  1. Debat parlementer: Dilakukan oleh kalangan pemerintah atau lembaga legislatif untuk membahas serta memperkuat dukungan terhadap rancangan undang-undang atau kebijakan tertentu.
  2. Kompetitif: Diselenggarakan sebagai ajang perlombaan dengan aturan khusus untuk melatih kemampuan berpikir kritis dan menyampaikan argumen secara logis.
  3. Konvensional: Adu gagasan yang diikuti oleh masyarakat umum, terutama di lingkungan pendidikan, untuk menyampaikan pendapat pro dan kontra terhadap suatu isu.
  4. Pemeriksaan ulang: Dilakukan dalam proses hukum untuk mengkaji kembali fakta, bukti, atau kesaksian guna menemukan kebenaran suatu perkara.
  5. Politik: Adu gagasan antar tokoh atau kelompok politik yang membahas kebijakan publik dan kepentingan masyarakat guna memengaruhi opini publik. Contoh debat ini adalah debat Pemilu/

Unsur-Unsur Penting dalam Debat

debat adalah

Dalam pelaksanaannya, terdapat sejumlah unsur utama yang mendukung jalannya kegiatan adu argumen. Unsur-unsur debat ini dapat bersifat wajib dan opsional, tergantung format yang digunakan:

1. Mosi

Merupakan topik atau isu yang dijadikan bahan pembahasan. Biasanya berbentuk satu kalimat utuh dengan memuat subjek, predikat, dan objek, serta berfungsi sebagai dasar penentuan sikap setiap tim.

2. Tim

Unsur tim dalam kegiatan ini terbagi menjadi beberapa peran, yaitu:

  • Tim afirmasi: Bertugas menyampaikan argumen pendukung terhadap mosi.
  • Tim oposisi: Pihak yang menyampaikan sanggahan atau pandangan kontra.
  • Tim netral: Tim ini bersikap tidak memihak dan berperan sebagai penengah, meskipun kehadirannya tidak selalu diwajibkan.

3. Partisipan

Selain tim utama, terdapat partisipan pendukung yang berperan penting, antara lain:

  • Juri: Sosok yang menilai jalannya kegiatan serta kualitas argumen peserta.
  • Notulis: Orang yang mencatat seluruh proses pembahasan dan keputusan hasil debat.
  • Moderator: Orang yang memandu jalannya kegiatan, menyampaikan aturan, mempersilakan peserta berbicara, serta menutup acara secara resmi.

Etika dan Tata Tertib dalam Berdebat

Agar proses adu argumen berlangsung efektif, peserta perlu mematuhi etika dan tata tertib yang berlaku. Berikut beberapa aturan penting untuk diperhatikan:

1. Bertanya dengan serius

Pertanyaan yang diajukan harus disampaikan secara sungguh-sungguh dan relevan. Pernyataan lawan sebaiknya dibandingkan dengan data yang valid agar diskusi tetap berkualitas.

2. Tidak menyinggung lawan bicara

Tidak dibenarkan untuk melakukan serangan personal, terutama menyangkut kondisi fisik. Fokus utama aktivitas ini adalah pada gagasan, bukan pada individu yang menyampaikannya.

3. Berbicara berdasarkan data dan fakta

Argumen sebaiknya didukung oleh informasi serta yang jelas dan dapat diverifikasi kebenarannya. Penggunaan data yang tidak valid justru akan melemahkan posisi sendiri.

Struktur Teks Debat yang Benar

Struktur debat secara umum dilaksanakan dalam beberapa tahapan. Mulai dari pembukaan, penyampaian argumen pembuka oleh kedua pihak, sesi tanggapan atau sanggahan, kesimpulan, dan penutup.

Sementara itu, teks debat adalah tulisan yang memuat diskusi dua pihak dalam menyampaikan argumen, sanggahan, dan kesimpulannya. Adapun strukturnya adalah sebagai berikut:

1. Pembukaan

Bagian awal berisi pengenalan topik serta gambaran singkat mengenai posisi argumen masing-masing pihak. Penyampaiannya harus ringkas dan langsung pada pokok persoalan.

2. Argumen Utama

Pada tahap ini, peserta menyampaikan gagasan inti dengan didukung bukti, data, dan contoh konkret. Tujuannya untuk meyakinkan audiens terhadap kekuatan pandangan yang diajukan.

3. Tanggapan

Bagian ini digunakan untuk menanggapi dan mematahkan argumen lawan. Peserta dapat menunjukkan kekeliruan logika atau menyajikan bukti tandingan yang relevan.

4. Kesimpulan

Kelas Online Menulis Opini

Kesimpulan menjadi penegasan akhir terhadap poin-poin utama yang telah disampaikan. Penyampaian harus singkat, padat, dan meninggalkan kesan kuat bagi audiens.

5. Pertanyaan dan Jawaban

Pada format tertentu, sesi tanya jawab memungkinkan audiens atau juri mengajukan pertanyaan. Tahapan ini membantu klarifikasi serta pendalaman topik yang dibahas.

Manfaat Melakukan Debat bagi Pengembangan Diri

Debat memberikan sejumlah manfaat bagi pelakunya, terutama untuk mengembangkan diri. Adapun beberapa manfaat lain adalah sebagai berikut:

  • Melatih kemampuan berpikir kritis, karena peserta dituntut menganalisis masalah dari berbagai sudut pandang.
  • Meningkatkan keterampilan komunikasi, khususnya dalam menyampaikan pendapat secara jelas, logis, dan terstruktur.
  • Membangun kepercayaan diri, terutama saat berbicara di depan umum dan mempertahankan argumen.
  • Mengasah kemampuan menyusun argumen, dengan dukungan data, fakta, dan penalaran yang kuat.
  • Melatih pengendalian emosi, karena perbedaan pendapat harus disikapi secara profesional dan rasional.
  • Memperluas wawasan, melalui pertukaran ide, sudut pandang, dan informasi baru dari pihak lain.
Banner Kelas Bundling


Bagikan