Home   Blog  
Buku

  Friday, 13 February 2026 14:00 WIB

Apa Itu Cerita Fiksi? Pengertian, Ciri, Unsur, dan Contoh Terbaru

Author   Raden Putri
Apa Itu Cerita Fiksi? Pengertian, Ciri, Unsur, dan Contoh Terbaru

Dunia sastra memberikan kebebasan tanpa batas pada imajinasi seseorang agar dapat berkarya dan berkelana ke berbagai kemungkinan. Melalui cerita fiksi, pembaca diajak masuk ke dalam kisah rekaan yang terasa dekat, meski tidak sepenuhnya nyata.

Banner Dobel Promo Valentine

Dari konflik emosional hingga petualangan penuh fantasi, jenis tulisan ini selalu punya daya tarik tersendiri. Artikel berikut akan mengulas lebih dalam mengenai karya rekaan tersebut beserta contoh cerita fiksi yang menarik. Simak rangkuman informasi selengkapnya di bawah ini.

Memahami Pengertian Cerita Fiksi

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), cerita fiksi merupakan kisah rekaan yang hadir dalam bentuk roman, novel, dan karya sejenisnya. Secara umum, tulisan ini termasuk jenis karya sastra dengan isi narasi bersumber dari hasil imajinasi pengarang, dan tidak selalu sesuai dengan realita.

Meski berasal dari hasil imajinasi, banyak karya fiksi yang terinspirasi oleh kehidupan sehari-hari, sehingga diolah kembali agar lebih dramatis dan menarik. Umumnya, karya semacam ini disajikan dalam bentuk prosa, seperti dongeng, novel, atau kisah imajinatif lainnya.

Istilah fiksi sendiri berasal dari bahasa Inggris fiction, yang berarti khayalan atau rekaan. Unsur seperti tokoh, latar, alur, dan konflik sengaja dibangun berdasarkan realitas imajinatif, sehingga kebenarannya bersifat logis secara nalar, bukan fakta objektif yang bisa dibuktikan secara langsung.

Paket Belajar dengan Kurikulum yang Dirancang Khusus cuma Setengah Harga

Ciri-Ciri Utama Cerita Fiksi

Cerita fiksi singkat memiliki karakteristik khusus yang membedakannya dari jenis tulisan nonfiksi. Beberapa ciri-ciri utamanya adalah sebagai berikut:

1. Disusun dari Hasil Imajinasi

Peristiwa yang diangkat dalam cerita pendek fiksi bukan kejadian nyata, melainkan hasil ciptaan pengarang. Meski begitu, kehidupan sehari-hari sering menjadi inspirasi agar kisah terasa lebih hidup, dekat, dan relevan.

2. Bertujuan Menghibur dan Menyampaikan Kisah

Salah satu tujuan utama penulisan karya rekaan adalah memberikan hiburan kepada pembaca. Selain itu, penulis juga ingin membagikan pengalaman, gagasan, atau peristiwa menarik melalui sudut pandang kreatif.

3. Memiliki Alur  Menarik

Agar cerita mudah diikuti, rangkaian peristiwanya pun disusun secara runtut dan jelas. Alur inilah yang menjaga rasa penasaran pembaca dari awal hingga akhir.

4. Menggunakan Bahasa Komunikatif

Narasi disusun dengan gaya bahasa yang komunikatif dan mudah dipahami. Penyampaian yang mengalir ini penting agar pembaca dapat menangkap maksud cerita tanpa perlu membacanya berulang kali.

5. Memakai Bahasa yang Lebih Ekspresif

Pilihan kata dalam cerita fiksi pendek dibuat lebih fleksibel dan ekspresif agar suasana ceritanya terasa lebih dekat. Meski begitu, kaidah ejaan tetap diperhatikan agar tulisan tetap rapi dan nyaman dibaca.

6. Mampu Menyentuh Emosi Pembaca

Dalam karya rekaan, penulis menuangkan emosi ke dalam tulisan melalui pengolahan kata dan penggambaran perasaan tokoh. Hal ini membuat pembaca cerita bisa ikut merasakan sedih, bahagia, marah, atau haru sepanjang kisah berlangsung.

Cerita fiksi

Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Cerita Fiksi

Layaknya sebuah karya sastra lain, kisah fiksi juga dibangun oleh unsur-unsur yang saling berkaitan. Kumpulan komponen itu dibagi menjadi dua jenis, yakni unsur intrinsik dan ekstrinsik. Adapun penjelasannya sebagai berikut:

Unsur Intrinsik

Merupakan unsur pembangun dari dalam cerita yang meliputi:

  • Tema: gagasan utama yang menjadi dasar pengembangan keseluruhan kisah.
  • Alur: rangkaian peristiwa yang disusun secara kronologis, baik maju, mundur, maupun campuran.
  • Tokoh: pelaku dalam kisah yang menjalankan peristiwa dan membawa jalan cerita.
  • Latar: gambaran waktu, tempat, dan suasana yang mendukung terjadinya peristiwa.
  • Konflik: permasalahan yang memicu ketegangan dan menggerakkan alur 
  • narasi.
  • Sudut pandang: cara penulis menyampaikan kisah, baik melalui orang pertama maupun ketiga.
  • Percakapan: dialog antartokoh yang berfungsi memperjelas karakter dan alur cerita.

Unsur Ekstrinsik

Ini adalah faktor dari luar teks cerita yang memengaruhi penulis dalam proses penciptaannya:

  • Latar belakang pengarang: kondisi sosial, budaya, dan pengalaman hidup penulis akan memengaruhi caranya dalam bercerita.
  • Ideologi dan pemikiran penulis: pandangan hidup, filsafat, serta pengetahuan penulis akan tercermin dalam karya tulisnya.
  • Aspek kehidupan sosial: faktor pendidikan, ekonomi, dan budaya dapat memengaruhi pembentukan sudut pandang cerita.
  • Kondisi zaman: situasi sosial dan semangat era tertentu akan berpengaruh terhadap isi dan tema tulisan.

Jenis dan Contoh Cerita Fiksi Terpopuler

Karya rekaan hadir dalam berbagai bentuk dengan ciri khas masing-masing. Karena itu, setiap jenisnya menawarkan pengalaman membaca yang berbeda, baik dari segi panjang, gaya penyajian, maupun kedalaman cerita. 

Berikut penjelasan mengenai jenis-jenis dan contoh cerita fiksi populer.

1. Novel

Novel merupakan karya prosa panjang dengan alur yang kompleks dan detail. Ceritanya biasanya terbagi dalam beberapa bab serta menghadirkan banyak tokoh dengan latar belakang beragam. 

Tema yang diangkat dalam novel pun beragam, mulai dari percintaan hingga isu sosial dan politik. Contoh cerita fiksi yang menarik dalam bentuk novel adalah Laskar Pelangi karya Andrea Hirata.

2. Cerpen

Cerita pendek adalah prosa singkat dengan kisah yang langsung menuju inti peristiwa atau permasalahan. Fokus cerita biasanya hanya pada satu konflik utama dengan jumlah tokoh terbatas. 

Meski singkat, alur cerpen tetap utuh dari pengenalan hingga penutup. Sementara untuk contoh cerita fiksi pendek adalah cerpen Robohnya Surau Kami karya A.A. Navis.

3. Dongeng

Salah satu jenis karya rekaan ini bersifat imajinatif dan bertujuan menghibur sekaligus menyampaikan pesan moral bagi pembacanya. Alur ceritanya cenderung bebas dan seringkali berlatar waktu serta tempat yang tidak realistis. 

Kisah jenis ini kerap diwariskan secara turun-temurun dan diceritakan kepada anak-anak. Contohnya adalah dongeng Malin Kundang, Timun Mas, Sangkuriang, serta Bawang Merah dan Bawang Putih.

4. Fabel

Jenis cerita fiksi selanjutnya adalah fabel, sebuah kisah yang menampilkan hewan sebagai tokoh utama dengan sifat dan perilaku layaknya manusia. Jalan ceritanya sederhana, ringan, dan mudah dipahami sehingga banyak disajikan kepada anak-anak. 

Setiap kisah dalam fabel hampir selalu memuat nilai moral sebagai pelajaran hidup. Beberapa contohnya adalah fabel Kancil dan Buaya, Kelinci dan Kura-Kura, serta Gajah dan Semut.


Bagikan