Dunia sastra memberikan kebebasan tanpa batas pada imajinasi seseorang agar dapat berkarya dan berkelana ke berbagai kemungkinan. Melalui cerita fiksi, pembaca diajak masuk ke dalam kisah rekaan yang terasa dekat, meski tidak sepenuhnya nyata.
Dari konflik emosional hingga petualangan penuh fantasi, jenis tulisan ini selalu punya daya tarik tersendiri. Artikel berikut akan mengulas lebih dalam mengenai karya rekaan tersebut beserta contoh cerita fiksi yang menarik. Simak rangkuman informasi selengkapnya di bawah ini.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), cerita fiksi merupakan kisah rekaan yang hadir dalam bentuk roman, novel, dan karya sejenisnya. Secara umum, tulisan ini termasuk jenis karya sastra dengan isi narasi bersumber dari hasil imajinasi pengarang, dan tidak selalu sesuai dengan realita.
Meski berasal dari hasil imajinasi, banyak karya fiksi yang terinspirasi oleh kehidupan sehari-hari, sehingga diolah kembali agar lebih dramatis dan menarik. Umumnya, karya semacam ini disajikan dalam bentuk prosa, seperti dongeng, novel, atau kisah imajinatif lainnya.
Istilah fiksi sendiri berasal dari bahasa Inggris fiction, yang berarti khayalan atau rekaan. Unsur seperti tokoh, latar, alur, dan konflik sengaja dibangun berdasarkan realitas imajinatif, sehingga kebenarannya bersifat logis secara nalar, bukan fakta objektif yang bisa dibuktikan secara langsung.
Cerita fiksi singkat memiliki karakteristik khusus yang membedakannya dari jenis tulisan nonfiksi. Beberapa ciri-ciri utamanya adalah sebagai berikut:
Peristiwa yang diangkat dalam cerita pendek fiksi bukan kejadian nyata, melainkan hasil ciptaan pengarang. Meski begitu, kehidupan sehari-hari sering menjadi inspirasi agar kisah terasa lebih hidup, dekat, dan relevan.
Salah satu tujuan utama penulisan karya rekaan adalah memberikan hiburan kepada pembaca. Selain itu, penulis juga ingin membagikan pengalaman, gagasan, atau peristiwa menarik melalui sudut pandang kreatif.
Agar cerita mudah diikuti, rangkaian peristiwanya pun disusun secara runtut dan jelas. Alur inilah yang menjaga rasa penasaran pembaca dari awal hingga akhir.
Narasi disusun dengan gaya bahasa yang komunikatif dan mudah dipahami. Penyampaian yang mengalir ini penting agar pembaca dapat menangkap maksud cerita tanpa perlu membacanya berulang kali.
Pilihan kata dalam cerita fiksi pendek dibuat lebih fleksibel dan ekspresif agar suasana ceritanya terasa lebih dekat. Meski begitu, kaidah ejaan tetap diperhatikan agar tulisan tetap rapi dan nyaman dibaca.
Dalam karya rekaan, penulis menuangkan emosi ke dalam tulisan melalui pengolahan kata dan penggambaran perasaan tokoh. Hal ini membuat pembaca cerita bisa ikut merasakan sedih, bahagia, marah, atau haru sepanjang kisah berlangsung.

Layaknya sebuah karya sastra lain, kisah fiksi juga dibangun oleh unsur-unsur yang saling berkaitan. Kumpulan komponen itu dibagi menjadi dua jenis, yakni unsur intrinsik dan ekstrinsik. Adapun penjelasannya sebagai berikut:
Merupakan unsur pembangun dari dalam cerita yang meliputi:
Ini adalah faktor dari luar teks cerita yang memengaruhi penulis dalam proses penciptaannya:
Karya rekaan hadir dalam berbagai bentuk dengan ciri khas masing-masing. Karena itu, setiap jenisnya menawarkan pengalaman membaca yang berbeda, baik dari segi panjang, gaya penyajian, maupun kedalaman cerita.
Berikut penjelasan mengenai jenis-jenis dan contoh cerita fiksi populer.
Novel merupakan karya prosa panjang dengan alur yang kompleks dan detail. Ceritanya biasanya terbagi dalam beberapa bab serta menghadirkan banyak tokoh dengan latar belakang beragam.
Tema yang diangkat dalam novel pun beragam, mulai dari percintaan hingga isu sosial dan politik. Contoh cerita fiksi yang menarik dalam bentuk novel adalah Laskar Pelangi karya Andrea Hirata.
Cerita pendek adalah prosa singkat dengan kisah yang langsung menuju inti peristiwa atau permasalahan. Fokus cerita biasanya hanya pada satu konflik utama dengan jumlah tokoh terbatas.
Meski singkat, alur cerpen tetap utuh dari pengenalan hingga penutup. Sementara untuk contoh cerita fiksi pendek adalah cerpen Robohnya Surau Kami karya A.A. Navis.
Salah satu jenis karya rekaan ini bersifat imajinatif dan bertujuan menghibur sekaligus menyampaikan pesan moral bagi pembacanya. Alur ceritanya cenderung bebas dan seringkali berlatar waktu serta tempat yang tidak realistis.
Kisah jenis ini kerap diwariskan secara turun-temurun dan diceritakan kepada anak-anak. Contohnya adalah dongeng Malin Kundang, Timun Mas, Sangkuriang, serta Bawang Merah dan Bawang Putih.
Jenis cerita fiksi selanjutnya adalah fabel, sebuah kisah yang menampilkan hewan sebagai tokoh utama dengan sifat dan perilaku layaknya manusia. Jalan ceritanya sederhana, ringan, dan mudah dipahami sehingga banyak disajikan kepada anak-anak.
Setiap kisah dalam fabel hampir selalu memuat nilai moral sebagai pelajaran hidup. Beberapa contohnya adalah fabel Kancil dan Buaya, Kelinci dan Kura-Kura, serta Gajah dan Semut.