Home   Blog  
Pengembangan Diri

  Wednesday, 18 February 2026 10:00 WIB

7 Formula Copywriting Ampuh untuk Melejitkan Penjualan Anda di 2026

Author   Raden Putri
7 Formula Copywriting Ampuh untuk Melejitkan Penjualan Anda di 2026

Dalam dunia pemasaran, tulisan bukan sekadar rangkaian kata, tetapi juga strategi promosi yang dirancang untuk menghasilkan tindakan. Oleh karena itu, peran formula copywriting menjadi penting karena dapat membantu menyusun pesan secara terstruktur, persuasif, dan tepat sasaran.

Promo Hemat Belajar Diskon 20 Persen

Dengan pendekatan yang tepat, peluang menarik perhatian audiens dan meningkatkan penjualan pun jadi lebih besar. Artikel berikut ini akan mengulas rumus hingga cara membuat copywriting yang menarik. Simak rangkuman informasi selengkapnya berikut ini.

Kenapa Anda Butuh Formula Copywriting?

Menulis teks promosi tanpa struktur tertentu sering kali membuat pesan terasa kurang fokus dan sulit dipahami audiens. Dengan copywriting formula yang tepat, Anda bisa menyampaikan pesan secara lebih runtut, persuasif, tapi tetap nyaman dibaca.

Adapun beberapa alasan lainnya adalah sebagai berikut:

  1. Membantu menyusun ide agar lebih sistematis sehingga alur tulisannya terasa runtut dari pembuka hingga call to action atau ajakan bertindak.
  2. Mempermudah proses memulai tulisan, terutama saat kamu bingung menentukan struktur atau sudut pendekatan yang tepat.
  3. Mengurangi risiko pesan yang tidak lengkap, karena setiap elemen penting seperti hook, kebutuhan audiens, solusi, dan CTA sudah terpetakan dengan jelas.
  4. Meningkatkan efisiensi waktu penulisan karena penulis tidak perlu menyusun alur dari nol setiap kali harus membuat materi promosi.
  5. Membantu menjaga konsistensi komunikasi brand, baik untuk kebutuhan iklan, media sosial, landing page, maupun email marketing.
  6. Tetap relevan bagi penulis berpengalaman, karena meski terasa natural, banyak profesional tetap menggunakan rumus copywriting seperti AIDA atau PAS secara tidak langsung.
formula copywriting

Daftar Formula Copywriting Paling Efektif

Berbagai metode copywriting telah terbukti mampu meningkatkan daya tarik pesan promosi. Berikut beberapa penulisan formula yang tepat dan sering digunakan karena efektif dalam berbagai kebutuhan pemasaran.

Paket Belajar dengan Kurikulum yang Dirancang Khusus cuma Setengah Harga

1. AIDA

Rumus AIDA cocok  dipakai untuk promosi produk, landing page, maupun iklan yang bertujuan meningkatkan konversi. Pola ini membantu mengarahkan audiens secara bertahap dari perhatian hingga ajakan bertindak.

  • Attention: menunjukkan cara menarik perhatian lewat headline yang kuat dan relevan, contoh: “Ini 3 Rekomendasi Skincare untuk Kulit Berminyak.”
  • Interest: membangun ketertarikan dengan fakta, keunggulan, manfaat, atau data pendukung yang membuat pembaca merasa relate, contoh: “Menurut data statistik A, aloe vera efektif membantu mengontrol minyak berlebih.”
  • Desire: menumbuhkan keinginan dengan menonjolkan manfaat nyata yang bisa dirasakan, contoh: “Kulit lebih segar dan bebas kilap hanya dengan pemakaian rutin setiap pagi.”
  • Action: mengarahkan pembaca untuk segera bertindak melalui ajakan yang jelas, contoh: “Stok terbatas, dapatkan sekarang juga!”

2. PPPP

Metode ini efektif untuk promosi produk berbasis solusi, seperti kursus, pelatihan, atau layanan tertentu. Formulanya menekankan pada gambaran masalah hingga dorongan aksi yang meyakinkan.

  • Picture: menggambarkan situasi atau masalah yang dialami audiens melalui headline yang relevan, contoh: “Mau Belajar UI/UX Design tapi Terhalang Biaya?”
  • Promise: memberikan janji solusi yang realistis dan menarik, contoh: “Ikuti beasiswa Politeknik Tempo dengan total bantuan jutaan rupiah.”
  • Proven: menghadirkan bukti berupa testimoni atau hasil nyata, contoh: “Alumni program ini kini bekerja di berbagai perusahaan teknologi.”
  • Push: memberikan dorongan agar pembaca segera mengambil langkah, contoh: “Klik link di bio untuk konsultasi sekarang.”

3. BAB

Jika kamu ingin teks promosi dalam bentuk storytelling, formula copywriting BAB dapat dipakai karena menonjolkan transformasi sebelum dan sesudah menggunakan produk atau layanan. Pola ini cocok untuk promosi berbasis perubahan hasil.

  • Before: menggambarkan kondisi audiens sebelum menemukan solusi, contoh: “Sudah Belajar Analisis Data tapi Masih Stuck?”
  • After: menunjukkan kondisi ideal setelah masalah teratasi, contoh: “Analisis data jadi lebih mudah dengan Excel dan Google Sheets.”
  • Bridge: menjembatani proses perubahan dengan menawarkan solusi yang Anda miliki, contoh: “Belajar langsung bersama mentor expert selama 4 sesi intensif.”

4. PAS

Pola PAS banyak digunakan dalam iklan karena mampu menggugah emosi pembaca secara cepat. Fokus dari formula ini adalah pada masalah dan solusi yang ditawarkan produk.

  • Problem: menyampaikan permasalahan yang dialami target audiens, contoh: “Asam lambung sering kambuh meski sudah coba berbagai obat?”
  • Agitate: memperkuat rasa urgensi atau kekhawatiran jika masalah dibiarkan, contoh: “Jika terus diabaikan, kondisi ini bisa berdampak serius pada kesehatan.”
  • Solution: menawarkan solusi yang relevan dan jelas, contoh: “Konsumsi madu XX secara rutin untuk membantu meredakannya.”

5. FAB

Formula satu ini cocok digunakan untuk promosi yang menonjolkan spesifikasi dan nilai produk secara detail. Pendekatannya efektif untuk menawarkan produk fisik maupun layanan berbasis fitur.

  • Feature: menjelaskan karakteristik atau spesifikasi produk, contoh: “Shampoo dengan kandungan keratin aktif.”
  • Advantage: menerangkan fungsi dari fitur tersebut, contoh: “Keratin membantu menjaga kekuatan dan kelembutan rambut.”
  • Benefit: menekankan manfaat akhir yang dirasakan konsumen, contoh: “Rambut tampak sehat dan berkilau sepanjang hari.”

6. PADS

Struktur teks persuasif ini cocok untuk promosi produk dengan tujuan membedakan diri dari solusi lain di pasaran. Pola ini menambahkan unsur pembanding agar audiens semakin yakin.

  • Problem: mengangkat persoalan yang sedang dihadapi pembaca, contoh: “Ingin Switch Career karena merasa stuck?”
  • Agitate: memperkuat emosi atau kekhawatiran terkait kondisi tersebut, contoh: “Jangan sampai keputusan terburu-buru justru merugikan masa depanmu.”
  • Discredit: menunjukkan kelemahan solusi lain atau memberikan pendekatan awal, contoh: “Belajar skill yang sesuai kebutuhan industri adalah langkah tepat.”
  • Solution: menawarkan solusi lengkap dan terpercaya, contoh: “Ikuti pelatihan komprehensif dengan mentor expert sesuai bidang impianmu di Tempo Institute.”

7. 4-U

Struktur copywriting 4-U sangat efektif untuk membuat headline yang kuat dan menarik klik. Formula ini berfokus pada manfaat, keunikan, detail spesifik, dan urgensi produk atau layanan.

  • Useful: menunjukkan manfaat nyata bagi pembaca, contoh: “Cara Mudah Membedakan Madu Asli dan Palsu.”
  • Unique: menyampaikan fakta menarik yang belum banyak diketahui, contoh: “Madu asli tidak menarik semut karena kandungan enzim alaminya.”
  • Ultra Specific: memberikan detail konkret dan relevan untuk memperkuat klaim.
  • Urgent: mendorong tindakan segera dengan kalimat persuasif, contoh: “Pastikan beli madu asli sekarang juga sebelum kehabisan.”
formula copywriting

Cara Menerapkan Formula dalam Iklan Media Sosial

Menerapkan rumus penulisan dalam iklan media sosial bukan sekadar mengikuti pola, tapi tentang bagaimana menyusun pesan yang tepat untuk target audiens. Pendekatan yang terstruktur membuat konten promosi terasa lebih fokus, persuasif, dan berpotensi menghasilkan respons tinggi.

Berikut beberapa tips untuk pemula yang sedang belajar menerapkan formula copywriting: 

1. Pahami Produk atau Jasa yang Ditawarkan

Pastikan untuk mengenali produk atau layanan secara menyeluruh agar pesan yang disampaikan benar-benar akurat dan meyakinkan di mata calon konsumen. Pahami keunikan, keunggulan, fitur, hingga manfaat yang bisa dirasakan pengguna agar tidak ada nilai jual yang terlewat saat menyusun materi promosi.

2. Riset Kebutuhan dan Keinginan Audiens

Setelah memahami produk, penting untuk menggali kebutuhan, keinginan, serta permasalahan audiens agar pesan yang dibuat relevan dan sesuai dengan realitas mereka. Riset bisa dilakukan melalui survei sederhana, seperti membaca komentar di media sosial, atau mengamati tren yang sedang berkembang.

3. Pilih Headline yang Memikat Perhatian

Judul adalah elemen pertama yang menentukan apakah audiens akan melanjutkan membaca atau justru melewati konten begitu saja. Karena itu, buatlah headline yang jelas, spesifik, dan menarik, misalnya melalui angka, pertanyaan, atau pernyataan yang memicu rasa penasaran.

4. Perkuat dengan Kalimat Pendukung Relevan

Selanjutnya, pastikan paragraf pembuka mampu mempertahankan minat pembaca agar mereka terus mengikuti isi pesan hingga akhir. Kamu bisa menggunakan pendekatan seperti fakta menarik, empati terhadap masalah audiens, atau pernyataan yang menggugah rasa ingin tahu sehingga alur terasa natural dan tidak terputus.

5. Rancang Isi Iklan Berkualitas

Bagian utama konten harus disusun dengan bahasa yang jelas, terarah, dan mudah dipahami. Gunakan kalimat sederhana, subjudul, serta penekanan pada nilai dan keuntungan yang benar-benar relevan dengan kebutuhan audiens agar pesan terasa lebih personal.

6. Tutup dengan Call to Action Meyakinkan

Iklan yang baik selalu diakhiri dengan ajakan bertindak agar audiens tahu harus melakukan apa setelah membaca pesan promosi tersebut. Selain mendorong tindakan, sertakan pula manfaat tambahan seperti diskon, bonus, atau penawaran terbatas agar dorongan tersebut terasa lebih kuat dan menarik.

Tips Menulis Copy yang Menghasilkan Klik

Agar iklan media sosial tidak hanya dibaca dan mampu menghasilkan klik, terdapat beberapa tips yang harus diperhatikan, antara lain:

1. Kenali Audiens

Memahami siapa target pasar adalah fondasi utama dalam menyusun pesan yang efektif. Karena itu, buatlah gambaran persona yang mencakup demografi, minat, perilaku, dan tujuan mereka.

2. Fokus pada Manfaat, Bukan Sekadar Fitur

Alih-alih hanya menjelaskan spesifikasi produk, tekankan dampak nyata yang bisa dirasakan audiens setelah menggunakannya. Tunjukkan bagaimana produk tersebut mampu menyelesaikan masalah, memenuhi kebutuhan, atau membantu mereka mencapai tujuan sehingga pesan terasa lebih emosional dan persuasif.

3. Gunakan Judul yang Jelas dan Menarik

Judul berfungsi sebagai gerbang utama yang menentukan apakah seseorang akan melanjutkan membaca sebuah konten atau tidak. Pastikan judul menyampaikan manfaat utama, bersifat spesifik, serta mampu membangun rasa ingin tahu tanpa terkesan berlebihan.

4. Gunakan Bahasa yang Sederhana dan Lugas

Bahasa yang ringkas dan mudah dipahami akan membuat pesan lebih cepat diproses oleh audiens, terutama di media sosial yang serba cepat. Gunakan kalimat aktif, paragraf pendek, serta hindari istilah teknis yang membingungkan agar konten terasa seperti percakapan, bukan ceramah.


Bagikan