Home   Blog  
Menulis

  Friday, 09 January 2026 10:00 WIB

Kajian Teori adalah: Pengertian, Landasan, dan Cara Membuatnya di Skripsi

Author   Raden Putri
Kajian Teori adalah: Pengertian, Landasan, dan Cara Membuatnya di Skripsi

Keberadaan landasan konseptual dalam sebuah karya ilmiah merupakan hal penting karena menjadi penentu arah dan kualitas pembahasan. Salah satu komponen utamanya adalah bagian yang menjelaskan teori-teori pendukung penelitian.

Promo Hemat Belajar Diskon 20 Persen

Melalui pemahaman yang tepat tentang kajian teori adalah fondasi utama penelitian, penulis dapat menyusun argumen secara ilmiah dan sistematis. Lantas, apa sebenarnya kajian teori dalam penelitian? Simak rangkuman informasi selengkapnya berikut ini.

Apa itu Kajian Teori dalam Karya Ilmiah?

Kajian teori adalah rangkaian konsep, definisi, dan sudut pandang ilmiah yang disusun secara terstruktur untuk membahas suatu topik tertentu. Bagian ini biasanya berada di bagian bab dua dan berfungsi sebagai fondasi konsep yang menopang seluruh proses penelitian, dari rumusan masalah hingga hasil analisis.

Kajian teori menurut para ahli disampaikan Kneller dengan dua makna yang bersifat empiris, yakni disusun berdasarkan hipotesis hasil uji eksperimen dan didukung oleh hasil observasi. Artinya, teori yang digunakan bukan sekadar pendapat, namun juga telah melewati proses pengujian ilmiah.

Kualitas penelitian akan dipengaruhi oleh mutu tinjauan pustaka yang digunakan. Idealnya, landasan ini mengadopsi setidaknya satu teori utama yang relevan dan memiliki keterkaitan langsung dengan fokus penelitian.

Banner Survey Tempo Institute

Selain itu, teori yang dipilih juga harus aktual agar mampu menjelaskan variabel penelitian secara tepat. Landasan teoritis ini diharapkan dapat membantu menjawab hipotesis dengan memberikan gambaran atau jawaban sementara yang logis dan berbasis ilmu pengetahuan.

Fungsi Kajian Teori sebagai Landasan Penelitian

Kajian teori dalam penelitian berperan penting sebagai dasar konseptual yang menopang seluruh proses riset. Dengan pemahaman ini, peneliti dapat memahami konsep, variabel, dan hubungan yang relevan dengan topik yang diteliti. Adapun fungsi lainnya adalah:

1. Memberikan Kerangka Teoritis

Landasan konseptual yang kuat membantu peneliti menyusun penelitian secara sistematis tanpa bergantung pada asumsi subjektif. Melalui teori relevan, fenomena dapat dijelaskan dengan mengaitkannya pada konsep ilmiah yang sudah ada.

2. Membantu Identifikasi Kesenjangan Penelitian

Melalui penelaahan teori dan studi terdahulu, peneliti dapat menemukan aspek yang belum banyak dikaji sehingga penelitian memiliki nilai kebaruan. Dengan begitu, penelitian tidak sekadar mengulang studi sebelumnya, tapi juga memberikan kontribusi baru yang lebih relevan.

3. Mendukung Analisis Data

Teori berfungsi sebagai alat bantu untuk memahami dan menafsirkan data secara lebih terarah dan objektif. Dengan panduan yang tepat, data dapat dikelompokkan dan dianalisis sesuai faktor-faktor pendukung riset.

4. Meningkatkan Kredibilitas Penelitian

Dukungan teori yang kuat akan membuat riset menjadi lebih mudah dipercaya karena berpijak pada literatur ilmiah kredibel. Keberadaan teori juga membantu menjelaskan urgensi dan relevansi penelitian terhadap permasalahan atau perkembangan ilmu pengetahuan saat ini.

Kajian teori adalah

Perbedaan Kajian Teori, Kerangka Berpikir, dan Tinjauan Pustaka

Kajian teori menitikberatkan pada pembahasan konsep, definisi, serta teori-teori utama yang berkaitan langsung dengan variabel penelitian. Bagian ini berfungsi sebagai pijakan utama dalam memahami objek atau fenomena observasi.

Tinjauan pustaka berisi rangkuman dan telaah kritis terhadap penelitian relevan terdahulu, baik bersumber dari jurnal ilmiah maupun buku. Tujuannya adalah menunjukkan posisi penelitian di antara studi dan riset sebelumnya. Inilah perbedaan kajian teoritis dan tinjauan pustaka.

Sementara itu, kerangka berpikir disusun sebagai alur penalaran logis untuk menjelaskan hubungan antarvariabel berdasarkan teori dan hasil kajian pustaka. Kerangka ini membantu peneliti menggambarkan arah studi secara sistematis, baik dalam bentuk uraian maupun bagan konseptual.

Langkah-Langkah Menyusun Kajian Teori di Bab 2 Skripsi

Dalam penyusunannya, diperlukan tahapan sistematis agar landasan teoritis benar-benar mendukung penelitian. Beberapa langkah pembuatannya adalah:

1. Menentukan Variabel Penelitian

Langkah awal dalam menyusun landasan konseptual ini adalah dengan menetapkan variabel utama pembahasan yang relevan dengan tujuan studi. Variabel ini harus dapat diamati, diukur, serta menjadi dasar penentuan metode analisis.

2. Mengumpulkan Sumber Referensi

Setelah variabel ditentukan, peneliti perlu menghimpun referensi kredibel dari jurnal, buku ilmiah, atau publikasi akademik lainnya. Referensi ini penting sebagai landasan teoretis sekaligus pembanding dengan penelitian sebelumnya.

3. Menyaring Referensi yang Relevan

Lakukan seleksi referensi karena tidak semua sumber yang ditemukan sesuai dengan topik penelitian. Penyaringan ini bertujuan memastikan teori benar-benar relevan serta mendukung fokus dan arah penelitian.

4. Mengidentifikasi dan Membandingkan Variabel

Variabel kemudian perlu dikaji dan dibandingkan dari berbagai sudut pandang teori. Proses ini membantu peneliti memahami karakteristik variabel serta hubungan di antaranya secara logis.

5. Menentukan Posisi Variabel

Berdasarkan hasil perbandingan, peneliti bisa menentukan posisi masing-masing variabel dalam kerangka penelitian. Penempatan ini penting agar pembahasan teori tersusun sistematis dan mudah dipahami.

6. Mempelajari Topik Penelitian Secara Menyeluruh

Selanjutnya, peneliti perlu memahami topik penelitian secara mendalam sesuai dengan variabel pilihan. Langkah ini membantu menjaga konsistensi pembahasan agar tetap sesuai konteks riset.

7. Memaparkan Teori yang Relevan

Teori-teori terpilih kemudian dipaparkan sebagai dasar konseptual penelitian. Penyajiannya dianjurkan menggunakan bahasa sendiri tanpa mengubah makna inti teori untuk menghindari plagiarisme.

8. Mencantumkan Sumber Rujukan

Setiap teori atau pendapat yang digunakan wajib disertai dengan sumber rujukan jelas. Hal ini penting untuk menjaga integritas akademik dan menghindari plagiarisme.

Kajian teori adalah

Tips Mencari Sumber Referensi yang Kredibel

Menentukan sumber referensi yang kredibel sangat penting untuk menjaga kualitas penelitian. Referensi yang tepat akan memperkuat argumen dan meningkatkan kepercayaan terhadap hasil penelitian. Berikut beberapa tips untuk mencari referensi terpercaya:

1. Manfaatkan Basis Data Akademik

Gunakan platform akademik seperti Google Scholar, ResearchGate, atau PubMed untuk menemukan sumber ilmiah digital terpercaya. Fitur penyaringan dapat membantu mempersempit hasil pencarian agar sesuai dengan topik penelitian. Kamu juga bisa menggunakan jurnal, buku ilmiah, atau publikasi akademik lainnya sebagai referensi.

2. Cek Status Indeks Jurnal

Pastikan jurnal yang dijadikan rujukan telah terindeks di basis data nasional maupun internasional. Kejelasan status indeks menunjukkan kualitas dan kredibilitas jurnal tersebut.

3. Tinjau Kredibilitas Penulis dan Penerbit

Latar belakang penulis dan reputasi penerbit juga perlu diperhatikan sebelum dijadikan referensi. Penulis yang berasal dari institusi akademik atau lembaga riset umumnya memiliki keandalan lebih tinggi.

4. Perhatikan Tahun Terbit

Utamakan sumber terbaru agar informasi tetap mutakhir dan relevan. Namun, sumber lama tetap dapat digunakan jika memiliki nilai teoretis atau historis kuat.

5. Hindari Referensi Tidak Resmi

Sumber seperti blog pribadi atau situs tanpa otoritas sebaiknya tidak dijadikan rujukan utama. Menggunakan literatur akademik atau situs resmi akan membantu menjaga mutu penelitian.

Contoh Penulisan Kajian Teori yang Benar

Untuk lebih memahami materi ini, berikut adalah contoh kajian teori jurnal singkat dikutip dari laman repository Universitas Negeri Yogyakarta.

BAB II 

KAJIAN TEORI 

A. Deskripsi Teori 

1. Penelitian dan Pengembangan 

a. Pengertian Penelitian dan Pengembangan 

Metode penelitian dan pengembangan dalam bahasa Inggris disebut “Research and Development”. Merupakan suatu metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tersebut. Menurut Sugiyono (2009: 297), menghasilkan produk pembelajaran tertentu digunakan penelitian yang bersifat analisis kebutuhan dan untuk menguji keefektifan produk tersebut supaya dapat berfungsi di masyarakat luas. Berdasarkan pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa pengembangan adalah suatu model penelitian. Penelitian tersebut menghasilkan produk pembelajaran tertentu, kemudian menguji kualitas media tersebut.

2. Media Pembelajaran 

a. Pengertian Media Pembelajaran 

Gagne Briggs (dalam Arsyad, 2002:4), berpendapat bahwa media pembelajaran adalah sesuatu alat yang secara fisik digunakan untuk menyampaikan isi materi pembelajaran. Media pembelajaran tersebut dapat berupa buku, tape recorder, kaset video, film, slide, foto, gambar, televise, dan komputer. Berdasarkan pendapat ahli tersebut, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah suatu alat yang dapat dilihat, didengar, dan diraba oleh pancra indera manusia. Alat tersebut digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik.

b. Manfaat Media Pembelajaran 

Brown (1983:17) menyatakan bahwa “educational media of all types incresaingly important roles in enabling students to reap benefits from 8 individualized learning”, semua jenis media pembelajaran akan terus meningkatkan peran untuk memungkinkan siswa memperoleh manfaat dari pembelajaran yang berbeda. Menggunakan media pembelajaran secara efektif, akan menciptakan suatu proses belajar mengajar yang optimal. Pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran merupakan salah satu bagian penting dari proses pembelajaran. Media pembelajaran memberikan manfaat dari pendidik maupun peserta didik.

c. Klasifikasi Media Pembelajaran 

Kelas Online Teknik Menulis untuk Pemula

Brown (1983:18) mengemukakan bahwa “the media discussed have a variety of characteristics, produced to assits in achieving many different levels of complexity”, arti dari pendapat ahli tersebut adalah media mempunyai berbagai macam karakter, yang dihasilkan untuk mencapai keberhasilan dari beberapa pengertian yang berbeda. Media pembelajaran mempunyai berbagai macam jenis dengan perbedaan karakteristik. Berdasarkan pendapat ahli tersebut dapat dijelaskan bahwa berbagai macam bentuk media mempunyai ciri masing-masing. Media yang baik adalah media pembelajaran yang mampu membantu peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran.

3. Media Pembelajaran Berbasis Komputer 

Media pembelajaran berbasis komputer merupakan salah satu media pembelajaran dengan penyajian menggunakan komputer. Cara untuk menghasilkan atau menyampaikan materi pelajaran dengan sumber-sumber yang berbasis micropocessor. Cara penyajian ini dipengaruhi oleh kemampuan yang dimiliki oleh media yang dimanfaatkan. Komputer memiliki kemampuan untuk menyajikan proses pembelajaran interaktif (Arsyad, 2002: 97). Berdasarkan pendapat ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa materi yang disampaikan adalah materi yang dikemas dalam program tertentu melalui komputer.

Banner Kelas Bundling


Bagikan