Home   Blog  
Menulis

  Thursday, 05 February 2026 12:00 WIB

Daftar Tokoh Sastra Indonesia Terkenal dan Karya Fenomenal Mereka

Author   Raden Putri
Daftar Tokoh Sastra Indonesia Terkenal dan Karya Fenomenal Mereka
Chairil Anwar

Tokoh sastra Indonesia memiliki peran besar dalam perkembangan kesusastraan Tanah Air. Dari puisi hingga prosa, karya mereka bukan sekadar bacaan, tapi juga rekaman emosi dan pemikiran lintas generasi.

Banner Promo Payday Januari Blog Tempo Institute

Melalui karya-karyanya, para sastrawan ini membentuk cara pandang masyarakat dalam memahami kehidupan, sejarah, dan pergulatan batin melalui kata-kata. Artikel berikut ini akan mengulas sejumlah sastrawan Indonesia beserta karyanya yang fenomenal dan melegenda. Yuk, simak!

1. Chairil Anwar

Chairil Anwar adalah salah satu nama sastrawan Indonesia yang legendaris. Dia lahir di Medan, Sumatera Utara, pada 26 Juli 1922 sebagai anak tunggal dari pasangan Saleha dan Toeloes yang berasal dari Sumatera Barat. 

Ia dikenal memiliki kepribadian keras, independen, dan berani menentang pakem lama dalam dunia kepenyairan Indonesia. Hubungan kekerabatannya dengan Soetan Sjahrir turut memperkaya wawasan intelektual serta pandangan sosialnya. 

Sosok ini menjadi pelopor Angkatan ’45 dan membawa pembaruan besar dalam dunia kesusastraan melalui gaya ungkap yang lugas, padat, serta sarat ekspresi individual. Tema kematian, pemberontakan, eksistensi, dan kebebasan manusia kerap muncul dalam larik-larik ciptaannya. 

Paket Belajar dengan Kurikulum yang Dirancang Khusus cuma Setengah Harga

Julukan “Si Binatang Jalang” melekat kuat pada Chairil Anwar sebagai simbol keberanian dan semangat perlawanan dalam puisinya. Telah menulis lebih dari 70 puisi, beberapa karya populer adalah Aku (1943), Diponegoro (1943), Nisan (1942), Karawang–Bekasi, Senja di Pelabuhan Kecil, dan Cemara Menderai Sampai Jauh.

2. Pramoedya Ananta Toer

Sastrawan terkenal yang akrab disapa Pram ini lahir di Blora, Jawa Tengah, pada 6 Februari 1925 dan tumbuh dalam lingkungan keluarga sederhana yang dekat dengan dunia pendidikan. Sejak muda, ia telah bersentuhan dengan aktivitas jurnalistik dan literasi, termasuk bekerja di surat kabar pada masa pendudukan Jepang. 

Pengalaman hidup yang penuh tekanan politik membentuk Pram menjadi sosok kritis terhadap kekuasaan dan ketidakadilan sosial. Ia bahkan pernah dipenjara oleh pemerintah kolonial Belanda dan kemudian diasingkan ke Pulau Buru tanpa proses pengadilan pada era Orde Baru. 

Dalam keterbatasan itu, ia tetap berkarya dan melahirkan tulisan-tulisan fenomenal yang berpengaruh luas. Kontribusinya dalam dunia sastra menjadikan nama Pramoedya dikenal secara internasional dan karyanya diterjemahkan ke berbagai bahasa.

Adapun beberapa karya populernya adalah Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah, Rumah Kaca, Arus Balik, Arok Dedes.

3. Sapardi Djoko Damono

Sapardi Djoko Damono dikenal sebagai tokoh sastrawan Indonesia dengan gaya penyairan yang sederhana namun penuh makna. Lahir di Surakarta pada 20 Maret 1940, sejak muda Sapardi aktif mengirimkan karya ke berbagai media hingga namanya dikenal luas di dunia kepenulisan. 

Pendidikan akademiknya ditempuh di Universitas Gadjah Mada dan Universitas Indonesia hingga meraih gelar doktor. Karya-karyanya sering mengangkat tema cinta, waktu, kesepian, dan kefanaan hidup dengan bahasa yang tenang serta reflektif. 

Hingga akhir hayatnya pada 19 Juli 2020, ia memiliki peran besar dalam dunia akademik dan kritik sastra Indonesia. Beberapa karya fenomenalnya mencakup, Hujan Bulan Juni (1994), Aku Ingin (1989), Yang Fana adalah Waktu (1978), Sajak-Sajak Kecil tentang Cinta, Hatiku Selembar Daun.

4. W.S. Rendra

Willibrordus Surendra Bruto Narendra atau W.S. Rendra lahir di Solo pada 7 November 1935. Ia berasal dari keluarga yang dekat dengan dunia seni dan pendidikan, sehingga membentuknya sebagai seniman multitalenta yang aktif menulis puisi, naskah drama, sekaligus mementaskannya. 

Pengarang hasil sastra ini mulai dikenal publik sejak puisinya dimuat di berbagai majalah sastra pada awal 1950-an. Karya-karyanya kerap menyuarakan kritik sosial, kemanusiaan, dan keberpihakan pada kaum tertindas. 

Rendra juga dikenal sebagai pendiri Bengkel Teater yang menjadi ruang eksperimen seni pertunjukan. Julukan “Burung Merak” mencerminkan keberaniannya tampil lantang dan ekspresif di ruang publik.

Karya populer yang pernah diciptakan Rendra di antaranya Sajak Orang Lapar, Doa Seorang Serdadu Sebelum Perang, Sajak-Sajak Cinta, Gugur, Hai Ma!.

Tokoh Sastra Indonesia
Tokoh Sastra Indonesia: Taufiq Ismail | Sumber: Tempo.co

5. Taufiq Ismail

Tokoh sastra Indonesia selanjutnya adalah Taufiq Ismail. Ia lahir pada 1935 dan tumbuh dalam keluarga yang lekat dengan dunia jurnalistik serta pendidikan. 

Ia dikenal sebagai penyair partisipan yang aktif menyuarakan keresahan sosial dan politik melalui bait-baitnya. Namanya mulai dikenal publik pada masa demonstrasi 1966, ketika puisinya menjadi medium kritik terhadap ketimpangan kekuasaan. 

Karyanya banyak mengangkat tema tentang perjalanan sejarah bangsa dengan nada reflektif dan moralistik. Selain menulis, ia juga aktif dalam kegiatan kebudayaan dan literasi nasional. 

Perannya menjadikan puisi sebagai alat kesadaran sosial cukup berpengaruh dalam perkembangan kesusastraan modern. Karya fenomenalnya adalah Tirani dan Bentang, Kembalikan Indonesia Padaku (1971), Sajadah Panjang (1984), Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia (1998), Buku Tamu Museum Perjuangan.

6. Ajip Rosidi

Lahir pada 1938, Ajip Rosidi dikenal sebagai penulis yang konsisten mengangkat nilai budaya serta tradisi Nusantara. Tak hanya aktif menulis puisi dan prosa, ia juga terlibat dalam dunia penerbitan dan kebudayaan. 

Minat Ajip terhadap kearifan lokal membuat karyanya sarat refleksi identitas dan sejarah. Selain berbahasa Indonesia, ia juga menulis sejumlah karya dalam bahasa daerah sebagai bentuk pelestarian budaya. 

Ajip pun dikenang sebagai salah satu tokoh yang menghubungkan tradisi dan modernitas. Beberapa karya populernya adalah Perjalanan Sunyi, Racikan Kata, Ikhtisar Sejarah Sastra Indonesia.

7. Remy Sylado

Penyair kelahiran tahun 1945 ini dikenal sebagai seniman serbabisa dengan eksplorasi lintas medium. Ia menulis puisi, cerpen, novel, sekaligus aktif di dunia teater dan seni rupa. 

Remy memiliki gaya penulisan yang unik, eksperimental, dan sering memadukan unsur budaya, sejarah, serta kritik sosial. Ia juga dikenal berani bermain dengan bentuk dan bahasa dalam karya-karyanya. 

Keberaniannya ini menjadikan Remy sebagai figur penting dalam perkembangan sastra eksperimental Indonesia. Nama Remy Sylado lekat dengan kreativitas tanpa batas dengan karya-karya, seperti Ca Bau Kan, Bisikan Merah, Puisi Mbeling.

8. Amir Hamzah

Amir Hamzah menjadi sastrawan Indonesia terkenal selanjutnya. Ia lahir di Tanjung Pura, Langkat, pada 28 Februari 1911 dan berasal dari lingkungan bangsawan Melayu. 

Sejak muda, ia telah menaruh minat besar pada dunia kepenulisan dan kebudayaan. Hal ini membuat karya-karyanya memiliki perpaduan kuat antara tradisi Melayu, nilai Islam, dan pengaruh sastra Timur maupun Barat. 

Ia menjadi tokoh penting dalam perkembangan puisi Indonesia sebelum kemerdekaan, dengan ungkapan bahasanya yang dikenal halus, religius, dan penuh perenungan batin. Hal ini membuatnya dikenang sebagai pelopor puisi modern awal Indonesia, melalui karya populer seperti Nyanyi Sunyi, Buah Rindu, Padamu Jua, Setanggi Timur.

9. Tere Liye

Tere Liye adalah nama pena dari penulis Indonesia bernama asli Darwis, yang lahir di Lahat, Sumatera Selatan, pada 21 Mei 1979. Ia dikenal sebagai salah satu novelis modern paling produktif di Indonesia, dengan puluhan buku fiksi yang sudah diterbitkan sejak debutnya pada 2005 melalui novel Hafalan Sholat Delisa. 

Meskipun sukses sebagai penulis, ia lebih memilih dikenal lewat karya-karyanya daripada kehidupan pribadi. Ia juga pernah menghasilkan buku untuk anak dan remaja serta kumpulan cerita pendek atau kutipan yang populer di media sosial.

Karyanya sering memadukan tema kehidupan, moral, cinta, dan petualangan, sehingga dapat dibaca oleh pembaca dari berbagai kalangan usia. Beberapa novelnya bahkan diadaptasi ke layar lebar, seperti Hafalan Sholat Delisa, Moga Bunda Disayang Allah, dan Rembulan Tenggelam di Wajahmu. 

10 Andrea Hirata

Tokoh sastra Indonesia selanjutnya adalah Andrea Hirata. Novelis kelahiran 24 Oktober 1966 ini dikenal melalui karya-karyanya yang bertema kehidupan, pendidikan, dan perjuangan sosial. 

Kelas Online Teknik Menulis untuk Pemula

Ia meraih perhatian besar setelah menerbitkan novel fenomenal Laskar Pelangi pada 2005. Novel ini terinspirasi dari pengalaman masa kecilnya di Belitung dan kemudian terjual jutaan eksemplar di dalam dan luar negeri. 

Selain Laskar Pelangi, sejumlah karya terkenalnya antara lain Sang Pemimpi, Edensor, Ayah, dan Sirkus Pohon. Novel-novelnya tidak hanya populer di pasar lokal tetapi juga mendapat pengakuan internasional serta diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa asing. 

Kontribusinya pada dunia kepenulisan menjadikan Andrea sebagai salah satu sastrawan di Indonesia paling berpengaruh di era modern.

Mini Class | Menulis Opini: Bangun Fondasi Menembus Meja Redaksi


Bagikan