Digitalisasi membuat arus informasi seni dan budaya semakin cepat, sehingga publik membutuhkan panduan untuk memahami nilai sebuah karya. Kritik jurnalistik adalah jembatan paling penting antara seniman, media, dan masyarakat luas.
Lewat sudut pandang yang tajam namun tetap komunikatif, ulasan itu membantu pembaca melihat lebih dalam makna di balik sebuah peristiwa seni. Lantas, sebenarnya apa itu kritik jurnalistik? Simak rangkuman informasi mengenai pengertian, fungsi, dan contohnya berikut ini.
Kritik jurnalistik adalah sebuah bentuk pandangan analitis yang disampaikan melalui media massa, seperti majalah, surat kabar, atau platform pemberitaan lainnya. Ulasan ini umumnya dibuat dalam format resensi atau artikel opini dan ditulis oleh jurnalis yang memiliki pemahaman dan ketertarikan di bidang seni.
Jenis kritik jurnalistik ini termasuk dalam ranah kritik seni rupa karena berfokus pada ulasan terhadap karya, pameran, pertunjukan, maupun aktivitas artistik lain. Informasi tersebut disajikan kepada publik dalam bentuk pemberitaan agar mudah diakses oleh pembaca umum.
Fokus utama dari ulasan ini adalah pada pembahasan mengenai kelebihan dan kekurangan sebuah karya atau peristiwa secara seimbang. Karena tujuan utamanya memberikan pemahaman, penilaian ini pun disusun oleh pihak yang memiliki wawasan, bukan sekadar opini tanpa dasar.
Penulis ulasan jurnalistik biasanya berasal dari kalangan wartawan seni atau kritikus profesional. Mereka adalah orang-orang dengan latar belakang dan pengalaman di bidang terkait, serta dinilai memiliki kredibilitas dalam menyampaikan penilaian yang objektif dan informatif.
Penilaian ini memiliki kesamaan dengan kritik pada umumnya. Namun, jenis ini memiliki sejumlah karakteristik khusus yang membedakannya dengan bentuk kritik lain di media. Adapun ciri-ciri kritik jurnalistik adalah sebagai berikut:

Sebagai salah satu bentuk penilaian terhadap suatu karya, kritik jurnalistik memiliki sejumlah fungsi, antara lain:
Ulasan jurnalistik ini berfungsi sebagai penyampai informasi mengenai suatu karya atau peristiwa seni kepada masyarakat luas. Melalui media masa, pembaca mendapatkan gambaran ringkas dan bermakna tentang fenomena budaya terkini yang sedang terjadi.
Peran ini membantu menjembatani jarak antara kreator dan audiens. Dengan begitu, seni tidak hanya dinikmati, tapi juga dapat dipahami konteksnya.
Penilaian ini juga menjadi alat evaluasi terhadap kualitas sebuah karya atau acara. Ini karena pembahasannya mencakup aspek keunggulan sekaligus keterbatasan secara proporsional.
Penilaian tersebut akan memberi pembaca dasar untuk memberi nilai artistik terhadap suatu karya. Selain itu, sudut pandang ini juga membantu publik bersikap lebih kritis.
Jangkauan kritik ini luas karena disebarkan melalui media massa. Karena itu, ulasan seni ini berpotensi untuk memengaruhi pandangan masyarakat. Dengan begitu, pendapat penulis menjadi elemen cukup penting karena dalam popularitas dan penerimaan suatu kary.
Melalui ulasan ini, penulis mengajak publik untuk menilai kesesuaian karya dengan nilai dan norma yang berlaku. Peran ini membantu mencegah penyimpangan yang berlebihan, dengan begitu setiap seni dapat berkembang tanpa mengabaikan etika sosial.
Umpan balik yang disampaikan dapat menjadi bahan para seniman untuk melakukan refleksi terhadap karyanya. Masukan konstruktif penting guna mendorong peningkatan kualitas karya di masa depan.
Di sisi lain, masyarakat juga dilatih untuk lebih peka terhadap aspek estetika. Proses ini menciptakan ekosistem seni yang lebih sehat dan berkembang.
Melansir dari Slideshare, berikut adalah contoh kritik jurnalistik untuk karya seni lukisan:
Judul lukisan: Potrait Seorang Perempuan dengan Gitar
Pelukis: Risah Rahmawati
Material: Mix Media
Media: Kanvas 40cm x 59cm
Narasi:
Media yang digunakan dalam lukisan di atas tergolong dalam mix media, dimana lebih dari satu media digunakan dalam pembuatan lukisan ini. Diantara media yang digunakan ialah cat minyak, cat poster dan serbuk yang menyerupai perak. Dikatakan bahwa penggunaan mix media tersebut bertujuan agar dapat menimbulkan kesan meriah, berwarna dan tidak monoton.
Bagi seniman-seniman profesional dan orang-orang yang sudah mengenal seni rupa dengan sangat dalam, karya ini memang bisa dibilang tidak ada apa-apanya. Namun terkandung makna yang begitu dalam di balik lukisan ini. Seperti yang diungkapkan senimannya, lukisan ini dibuat untuk ibunya dan atas dasar kasih sayang kepada orang tuanya. Dia berfikir jika lukisan buatannya ini memenangkan perlombaan, maka dia akan mengajak kedua orang tuanya menyaksikan pameran perlombaan seni rupa itu, dia berharap orang tuanya bisa bangga kepadanya.
Banyak kelemahan dalam lukisan ini, diantaranya adalah pemilihan warna yang tidak variatif karena warna-warna yang dipilih banyak berupa warna primer dan sedikit sekali digunakan warna sekunder apalagi warna tersier, jadi warna-warna pada lukisan tersebut cenderung tidak matang.
Konsep lukisannya sendiri, sang seniman ingin menunjukan suatu gambaran bagaimana perasaan seseorang (pelukis) ketika tengah memainkan gitar. Perasaan tersebut adalah perasaan yang penuh warna, meluk-luk dengan tenang dan gemerlap bagaikan bintang. Dan semua perasaan tersebut telah tertuang dalam lukisan itu dengan perwakilan-perwakilan tertentu pada objek-objek atau komponen-komponen lukisan.
Meskipun lukisan ini masih jauh dibanding karya-karya seniman profesional, namun ini adalah langkah awal yang baik bagi pelukis untuk terjun di dunia seni rupa.
Deskripsi
Konsep lukisannya sendiri, sang seniman ingin menunjukan suatu gambaran bagaimana perasaan seseorang (pelukis) ketika tengah memainkan gitar. Perasaan tersebut adalah perasaan yang penuh warna, meluk-luk dengan tenang dan gemerlap bagaikan bintang. Dan semua perasaan tersebut telah tertuang dalam lukisan itu dengan perwakilan-perwakilan tertentu pada objek-objek atau komponen-komponen lukisan.
Formal Interpretasi
Media yang digunakan dalam lukisan di atas tergolong dalam mix media, dimana lebih dari satu media digunakan dalam pembuatan lukisan ini. Diantara media yang digunakan ialah cat minyak, cat poster dan serbuk yang menyerupai perak. Dikatakan bahwa penggunaan mix media tersebut bertujuan agar dapat menimbulkan kesan meriah, berwarna dan tidak monoton.
Penilaian (Evaluasi)
Banyak kelemahan dalam lukisan ini, diantaranya adalah pemilihan warna yang tidak variatif karena warna-warna yang dipilih banyak berupa warna primer dan sedikit sekali digunakan warna sekunder apalagi warna tersier, jadi warna-warna pada lukisan tersebut cenderung tidak matang.
Simbol, Jenis dan Fungsi Karya Seni Rupa
Konsep lukisannya sendiri, sang seniman ingin menunjukan suatu gambaran bagaimana perasaan seseorang (pelukis) ketika tengah memainkan gitar. Perasaan tersebut adalah perasaan yang penuh warna, meluk-luk dengan tenang dan gemerlap bagaikan bintang.
Kekurangan
Banyak kelemahan dalam lukisan ini, diantaranya adalah pemilihan warna yang tidak variatif karena warna-warna yang dipilih banyak berupa warna primer dan sedikit sekali digunakan warna sekunder apalagi warna tersier, jadi warna-warna pada lukisan tersebut cenderung tidak matang.
Kelebihan
Meskipun lukisan ini masih jauh dibanding karya-karya seniman profesional, namun ini adalah langkah awal yang baik bagi pelukis untuk terjun di dunia seni rupa.