Home   Blog    Pelatihan  Beasiswa
Kiat

  Friday, 31 December 2021 21:58 WIB

Tips Buat Proposal Liputan Untuk Fellowship Jurnalistik

Author   Digital Marketing

Ilustrasi mempersiapkan proposal liputan

Beasiswa bisa datang dari mana saja dan untuk siapa saja, begitu juga pada para jurnalis. Ada banyak lembaga yang menyediakan dana hibah untuk keperluan jurnalistik. Untuk mendapatkan beasiswa ini, para jurnalis harus bersaing dengan mengajukan proposal liputan sesuai syarat yang diberikan pihak penyelenggara. Syarat dan ketentuan setiap beasiswa atau dana hibah liputan ini berbeda-beda.

Apabila berhasil mendapatkan beasiswa, jurnalis terpilih akan mendapatkan banyak keuntungan. Tidak hanya biaya liputan, tetapi juga pegalaman dan jejaring baru. Semua itu baik untuk menunjang kemampuan dan karier sebagai seorang jurnalis.

Memang tidak semua jurnalis yang mendaftar sebuah program beasiswa jurnalistik bisa lolos. Apalagi, kini di Indonesia ada banyak media massa, cetak, elektronik, ataupun daring. Melansir dari Jurnal Dewan Pers (November, 2018) diperkirakan jumlah media massa di Indonesia mencapai lebih dari 47 ribu media, dan media online mencapai 43 ribu lebih. Jumlah itu masih bisa bertambah lagi.

Jika ingin mendapatkan beasiswa jurnalistik, seorang jurnalis harus mencari celah agar proposal yang diajukan mampu bersaing dengan jurnalis dari puluhan ribu media tersebut. Ada beberapa tips membuat proposal liputan agar lolos beasiswa atau dana hibah, antara lain:

1. Memperluas Jaringan dan Aktif Mencari Informasi Fellowship

Syarat pertama agar memperoleh dana hibah fellowship jurnalistik adalah mengetahui informasi mengenai pendaftaran fellowship. Di tengah banjir informasi, seorang jurnalis harus bisa memilah mana informasi yang penting dan tidak penting. Anda bisa mengatasi kendala tersebut dengan aktif mengikuti akun-akun resmi yang kerap membuka fellowship. Jika perlu, Anda bisa menyaring, akun mana saja yang sesuai minat, sehingga informasi yang diperoleh akan saling berkaitan.

Tips lain ialah dengan memperluas jaringan, agar lebih mudah mendapatkan informasi terkait fellowship. Anda juga bisa mengikuti komunitas/serikat/kelompok jurnalis, yang berfokus pada isu tertentu.

2. Membaca Pedoman, Syarat dan Ketentuan dengan Baik

Tips membuat proposal liputan ini menjadi langkah awal, sebelum berlanjut penyusunan proposal. Melansir dari laman resmi International Center for Journalists (ICFJ), membaca pedoman sebelum mengajukan proposal itu penting, untuk mengetahui, apakah fellowship itu cocok untuk Anda atau tidak. Selain itu, dengan memahami pedoman, syarat dan ketentuan yang diajukan, bisa memberikan pemahaman tentang apa yang diinginkan oleh penyelenggara. Sehingga persiapan proposal menjadi lebih matang.

3. Berdiskusi dengan Rekan Sejawat

Jika Anda sudah cocok dan sesuai dengan syarat fellowship, saatnya menyusun proposal. Jika merasa masih kekurangan informasi terkait fellowship yang akan diikuti, Anda bisa mencari tahu dari teman sejawat yang pernah mendaftar fellowship tersebut. Atau, bisa juga berdiskusi dengan teman sejawat yang memiliki minat pada isu dalam fellowship itu. Dengan diskusi, Anda bisa mendapatkan sudut pandang baru mengenai ide proposal.

4. Mencari Masalah yang Relevan dan Menyertakan Contoh

Menyusun ide proposal liputan memang tak semudah yang dibayangkan. Setelah memahami isu yang diminta pihak penyelenggara, Anda bisa mencari masalah yang relevan dengan isu tersebut. ICFJ menyebut, menyertakan contoh dalam proposal juga dapat menjadi poin plus.

Misalnya fellowship mengenai perubahan iklim dengan tema besar kesehatan laut, Anda bisa mencari tahu apa saja masalah yang dihadapi terkait kesehatan laut. Sebut saja illegal fishing, dan kegiatan perikanan yang merusak lingkungan laut lainnya. Dari masalah itu, Anda bisa menggali informasi lagi, apakah masalah itu ada di Indonesia dan bagaimana detailnya. Anda juga bisa menyertakan contoh kejadian yang sudah ada sebelumnya, dan mengidentifikasi perbedaan kasus lama dengan kasus baru.

5. Detail

Tips membuat proposal jurnalistik agar lolos fellowship selanjutnya ialah detail. Jika Anda sudah mematangkan ide, jangan melupakan detail lain. Misalnya, sebut siapa yang akan menjadi narasumber utama, sebutkan juga dari mana Anda akan mencari data serta informasi tambahan. Akan lebih baik lagi, jika Anda juga mendeskripsikan soal kebutuhan visual dengan detail. Selain itu, ada juga rencana kegiatan dan anggaran. Dua poin ini tak kalah penting, karena bisa menjadi dpertimbangan penyelenggara untuk mengetahui seberapa serius Anda akan menjalankan liputan.

Setelah semua berkas dan proposal siap, jangan lupa untuk mengecek ulang. Anda juga bisa meminta bantuan dari rekan sejawat atau redaktur agar proposal menjadi lebih baik dan berpeluang lolos fellowship.

Selamat mencoba!

Baca juga : Badan Siber dan Sandi Negara Akan Gandeng BIN, TNI, Polri

Bagikan
WordPress Image Lightbox