Postman merupakan sebuah tools populer yang banyak digunakan developer untuk menguji dan mengelola API secara lebih praktis, tanpa harus menulis kode dari awal. Perangkat ini memiliki tampilan antarmuka yang sederhana, sehingga memudahkan proses pengiriman request dan analisis respons dari server.
Karena itu, tak heran jika aplikasi ini menjadi andalan dalam proses pengembangan aplikasi modern, baik untuk pemula maupun profesional. Lantas, sebenarnya apa itu Postman? Simak informasi selengkapnya berikut ini.
Postman adalah sebuah platform pengembangan yang digunakan untuk melakukan pengujian dan pengelolaan API (Application Programming Interface). Perangkat ini digemari para pengembang karena memungkinkan pembuatan, pengiriman, dan analisis request API secara langsung tanpa proses coding manual.
Tools ini memiliki tampilan antarmuka yang ramah untuk mengeksplorasi endpoint, mengatur parameter, menambahkan header, hingga melihat respons server secara real-time. Ada juga fitur dokumentasi, otomasi pengujian, dan kolaborasi tim dalam satu workspace yang sama.
Awalnya Postman web dikembangkan pada tahun 2012 untuk menyederhanakan proses uji API yang kompleks, namun seiring berjalannya waktu aplikasi Postman pun telah berkembang menjadi perusahaan global. Fungsinya juga meluas, mencakup seluruh siklus API mulai dari perancangan, simulasi, pengujian, hingga monitoring performa.
Selain berperan sebagai pengirim request, fungsi Postman juga mencakup membantu developer di berbagai tahap pengembangan agar berjalan lebih efisien. Beberapa fungsi utamanya adalah sebagai berikut:
Tool ini mendukung berbagai metode HTTP seperti GET, POST, PUT, dan DELETE untuk menguji respons endpoint. Pengguna dapat menyimpan request yang telah dibuat ke dalam collection agar mudah digunakan kembali.
Pengguna juga dapat menulis skrip berbasis JavaScript untuk memvalidasi respons API di aplikasi ini. Pengujian ini mencakup status kode, isi respons, hingga waktu respon secara otomatis.
Setiap koleksi request dapat diubah menjadi dokumentasi API secara otomatis. Hal ini memudahkan pengguna yang bekerja dengan tim atau pihak lain untuk memahami cara kerja API tanpa melihat source code.
Fitur mock server di Postman memungkinkan pengguna melakukan simulasi respons API meskipun backend belum selesai dibuat. Dengan begitu, proses pengembangan frontend tetap bisa berjalan paralel dan lebih efektif.
Permintaan monitoring dapat dijalankan secara terjadwal dan berkala untuk memastikan layanan tetap stabil dan berjalan lancar. Sistem juga akan mengirimkan notifikasi jika terjadi kegagalan atau gangguan.
Tools ini menyediakan workspace yang memungkinkan pengguna untuk berbagi koleksi, environment, serta hasil pengujian dengan anggota tim. Kolaborasi tersebut menjadi lebih rapi dan terkontrol, terutama dalam proyek berskala besar.

Sebagai aplikasi untuk mengelola API, Postman memiliki tampilan yang mudah dipahami, terutama untuk pemula. Berikut adalah panduan singkat dan praktis cara menggunakan Postman bagi kamu yang baru mulai belajar:
Untuk menggunakannya, kamu perlu mengunduh aplikasi melalui situs resmi postman.com dan pilih versi sesuai sistem operasi perangkat. Setelah terpasang, kamu bisa login menggunakan akun Google untuk menyinkronkan data secara online.
Klik menu “New” lalu pilih “Request” untuk mulai pengujian. Tentukan metode HTTP, masukkan URL, atur parameter atau body, lalu tekan “Send” untuk melihat hasil respons.
Request yang sempat diuji dapat disimpan ke dalam collection agar lebih terorganisir. Fitur ini memudahkan dokumentasi dan pengujian berulang.
Setelah itu, buat environment seperti “Development” atau “Production” untuk mengelola variabel dinamis. Variabel seperti {{base_url}} akan otomatis menyesuaikan dengan environment yang dipilih.
Kamu juga bisa membuat skrip validasi berbasis JavaScript pada tab “Tests”. Script ini akan berjalan otomatis setiap request dikirim.
Jika ingin menjalankan banyak request sekaligus, kamu bisa menggunakan fitur “Collection Runner”. Ada juga file CSV atau JSON untuk pengujian berbagai skenario.
Aktifkan mock server untuk meniru API yang belum tersedia. Sistem nantinya akan menyediakan URL khusus yang bisa digunakan seperti API sungguhan.
Koleksi, environment, dan dokumentasi dalam aplikasi ini dapat dibagikan melalui fitur workspace atau tautan publik. Tersedia juga pengaturan akses yang membantu menjaga keamanan workspace dan alur kerja tim, sehingga tetap memungkinkan kolaborasi tim lintas divisi.
Aplikasi ini tidak hanya menyederhanakan proses pengujian, tapi juga meningkatkan kolaborasi, otomatisasi, dan kualitas keseluruhan proyek pengembangan. Meski begitu, Postman tetap memiliki sejumlah kelebihan dan kekurangan, antara lain: