// //
Home   Blog  
Jurnalisme

  Monday, 20 September 2021 16:23 WIB

Pentingnya Data dalam Jurnalistik, Memahami Lebih Jauh tentang Jurnalisme Data

Author   Tempo Institute

Photo by institute.aljazee.netra

Jurnalistik menjadi salah satu jembatan bagi masyarakat untuk memperoleh informasi yang tepat. Namun, kini karya jurnalistik dituntut lebih cepat, tepat, menarik dan mudah dipahami masyarakat. Tantangan ini tentu tak mudah, terlebih dengan perkembangan teknologi informasi yang pesat di awal abad 20. Sekarang, masyarakat biasa sudah bisa menulis informasi, dan menyebarkannya lewat media sosial masing-masing, tanpa harus masuk meja redaksi.

Seiring dengan perkembangan zaman itu, kini jurnalisme data semakin digemari. Tidak hanya menunjukkan informasi penting saja, jurnalisme data juga menampilkan visualisasi yang mudah dicerna. Melansir dari laman American Press Institute, yang membedakan karya jurnalistik dan jurnalistik data adalah pada proses dan visualisasi. Dalam artikel itu juga disebutkan visualisasi penting dalam jurnalisme data sebagai pendukung dari karya jurnalistik.

Untuk mengenal lebih jauh tentang jurnalisme data, berikut penjelasan singkat mengenai data dan jurnalisme data.

Apa itu Data?

Pada dasarnya, data adalah kumpulan informasi yang berasal dari sumber tertentu. Data kerap dikaitkan dengan penelitian ilmiah. Data dapat berupa apa saja dan diperoleh dari mana saja. Lalu, apa yang membuatnya istimewa? Data, jika dibiarkan saja akan tetap menjadi data. Tapi, jika data itu dihimpun, diolah dan dianalisa, akan menghasilkan sebuah informasi. Di mana, informasi tersebut sangat penting dalam karya jurnalistik.

Untuk mendapatkan data, ada banyak cara. Salah satunya melakukan penelitian dengan berbagai macam metode. Namun, dalam jurnalisme data, jurnalis tak harus ikut terjun langsung dalam penelitian. Jurnalis bisa saja mendapatkan data dari pihak yang kompeten dan kredibel. Asalkan, data itu bisa dipertanggung jawabkan.

Apa yang Membuat Jurnalisme Data Berbeda?

Jika karya jurnalistik biasanya diperoleh dari peliputan dan wawancara, sedikit berbeda dengan jurnalistik yang berbasis pada data. American Press Institute mengutip definisi jurnalisme data yang disebutkan oleh Alex Howard dalam papernya di Tow Center. Howard menyebut, jurnalisme data terdiri dari mengumpulkan, membersihkan, menata, menganalisis, mem-visualisasi, dan menyiarkan data untuk menunjang karya jurnalistik.

Selain itu, poin terpenting dalam jurnalisme data ialah penggalian cerita. Akan percuma, jika seorang jurnalis memiliki banyak data, namun tidak dapat menemukan cerita yang menarik untuk diangkat dan menunjukkannya pada publik.

Pentingnya Data dalam Jurnalistik

Samantha Sunne dalam artikelnya di American Press Institute menuliskan betapa data itu penting dalam jurnalistik. Di antaranya:

Data Memberitahukan Cerita yang Lebih Besar

Kehadiran data membuat jurnalis lebih luas lagi memainkan cerita. Terlebih di zaman serba canggih, data makin mudah diakses, entah data nasional atau bahkan global. Jurnalis dapat memainkan perannya lebih banyak dalam jurnalisme data.

Dari data yang diperoleh, jurnalis dapat mengolah dan menganalisisnya, sehingga akan menemukan informasi baru. Misalnya saja, persoalan data mamalia laut yang terdampar di pesisir Indonesia. Data dapat diperoleh dari Kementerian Perikanan dan Kelautan, BPSPL daerah yang dituju, atau data dari lembaga non-profit yang melakukan penelitian terkait. Dari data yang diperoleh, ditemukan beberapa daerah dengan angka keterdamparan tertinggi. Ada apa dengan daerah-daerah itu? Dari pertanyaan ini, akan menjadi cerita yang lebih besar lagi.

Data Membuat Peliputan Lebih Efisien

Kemudahan akses data menjadi ‘jalan ninja’ bagi jurnalis. Anda bisa mengakses berbagai data terbuka milik pemerintah yang berkaitan dengan kepentingan publik lewat internet, dan tak perlu datang ke ruang arsip mereka. Tentu, kemudahan ini sangat menolong para jurnalis. Setelah mendapatkan data, jurnalis bisa langsung melakukan langkah-langkah, dari mengumpulkan hingga menganalisis data. Jika menemukan informasi baru, jurnalis bisa langsung mengonfirmasinya ke lembaga terkait. Sangat menghemat waktu dan tenaga.

Data Membuat Karya Jurnalistik Lebih ‘Menarik’

Tak hanya membuat karya jurnalistik menjadi lebih kredibel, data juga bisa membuat karya jurnalistik menjadi lebih menarik. Dari proses pengumpulan dan analisis, jurnalis akan menemukan informasi baru, yang mana informasi itu akan divisualisasikan. Dengan visualisasi yang menarik dan mudah dipahami, tentu, karya jurnalistik dapat diterima dengan baik oleh publik, juga informasi yang disampaikan lebih jelas.

Apa Saja yang Harus Diperhatikan dalam Penulisan Jurnalisme Data? Dan Apa Tips Agar Karya Junalisme Data Menarik?

Setelah mengetahui segala proses dalam jurnalisme data, seorang jurnalis juga harus memperhatikan beberapa poin penting sebelum melakukan peliputan dengan basis data.

  • Teliti dalam mengumpulkan, menata, mengolah dan menganalisis data. Tahapan ini sangat penting, karena data dapat berupa apa saja, dan tidak melulu angka. Kesalahan dalam langkah ini, dapat membuat informasi yang diperoleh tidak valid.
  • Menghubungkan data dengan baik, sehingga menghasilkan cerita yang menarik.
  • Visualisasi data juga harus diperhatikan. Visualisasi data dapat berupa infografik. Perlu diingat, jangan sampai Anda membuat infografik yang tidak jelas, membuat orang lain kebingungan dan bertanya-tanya. Usahakan infografik yang dibuat dilengkapi kesimpulan dari analisis data dan peliputan yang telah dilakukan.

Untuk lebih jelas dan memahami tentang jurnalisme data, Anda bisa mengikuti kelas jurnalisme data yang diadakan oleh Tempo Institute.

Baca juga : Badan Siber dan Sandi Negara Akan Gandeng BIN, TNI, Polri

Bagikan
WordPress Image Lightbox