// //
Home   Blog  
Jurnalisme

  Friday, 05 November 2021 17:42 WIB

Mengenal Google Earth untuk Jurnalisme Data

Author   Tempo Institute

Clusters of Confirmed Coronavirus Cases worldwide

Kini banyak alat bisa membantu untuk membuat laporan jurnalistik berbasis data yang lebih menarik dan komprehensif. Salah satunya yaitu Google Earth, fitur Google ini berbeda dengan Google Maps yang kerap digunakan untuk mencari rute tempat. Google Earth bukanlah aplikasi pemetaan biasa. Meski harus terhubung ke internet, namun akses gratisnya memberikan keleluasaan untuk membantu mengerjakan berbagai tugas.

Google Earth terdiri dari serangkaian fitur yang mungkin akan membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk bisa sepenuhnya digunakan. Walau begitu, fitur dasar sangat cocok untuk pemetaan, pencarian lokal, ataupun hanya untuk melihat-lihat saja. Dalam jurnalisme data, Google Earth digunakan untuk memetakan suatu tempat yang diberitakan.

Mengenal Apa itu Google Earth

Google Earth adalah geobrowser yang mengakses citra satelit dan udara, topografi, batimetri laut, dan data geografis lainnya melalui internet untuk mewakili Bumi sebagai bola dunia tiga dimensi. 

Geobrowser juga dikenal sebagai globe virtual atau browser Earth. Google juga menyebut Google Earth sebagai “peramban geografis”. Contoh lain dari geobrowser adalah World Wind NASAExplorer untuk ArcGIS dari ESRI, dan GeoPlayer dari GeoFusions.

Google Earth menyediakan kemampuan pencarian dan kemampuan untuk menggeser, memperbesar, memutar, dan memiringkan tampilan Bumi. Alat ini juga menawarkan alat untuk membuat data baru dan kumpulan lapisan data yang terus bertambah, seperti gunung berapi dan medan, yang berada di server Google, dan dapat ditampilkan dalam tampilan.

Dengan menyatukan lebih dari satu miliar citra satelit dan udara, aplikasi ini menyediakan alat serbaguna yang memungkinkan individu dan kelompok untuk melacak perubahan iklim, menemukan fitur geografis dan ekologi yang tidak diketahui, dan merekam sejarah kita.

Macam Versi Google Earth

Google Earth Pro

Google Earth Pro versi desktop saat ini gratis digunakan dan memiliki banyak fitur, di antaranya yakni bisa menampilkan citra satelit dan udara, kumpulan lapisan data yang dapat dipetakan, kemampuan untuk menampilkan data pihak ketiga, alat untuk membuat data baru, dan kemampuan untuk mengimpor data GPS. Fitur lainnya yaitu bisa digunakan untuk pembuatan film, serta mengimpor shapefile ESRI dan file tab MapInfo, mengukur area lingkaran dan poligon, dan dapat mencetak dan menyimpan gambar beresolusi tinggi. 

Google telah membuat Google Earth Education, situs untuk memberikan informasi bermanfaat tentang penggunaan Google Earth pada siswa. Selama beberapa tahun versi desktop adalah apa yang dikenal banyak orang sebagai “Google Earth”. 

Google Earth Pro memiliki kemampuan tambahan dan tidak gratis. Sekarang Google Earth Pro gratis, Google Earth “biasa” telah dipindahkan ke Web. 

Google Earth untuk Web (tersedia untuk Chrome, Firefox, Edge, dan Opera)

Versi Google Earth selanjutnya adalah Google Earth berbasis browser yang mudah digunakan yang memberikan kemudahan aksesibilitas tetapi terbatas dalam hal fungsionalitas. 

Versi ini dapat memuat file kml atau kmz, dapat digunakan untuk mencari tempat, dan memiliki opsi Voyager yang berdasarkan subjek yang dipilih pengguna.

Google Earth untuk Seluler 

Aplikasi dengan kemampuan tampilan yang mirip dengan Google Earth untuk Web, tetapi tidak dapat membuat proyek.
Earth Engine

Menggabungkan citra satelit dan data geospasial dengan banyak alat analisis termasuk kemampuan pengguna untuk menambahkan algoritme mereka sendiri untuk aplikasi dunia nyata.

Enterprise

Produk ini membuat citra dan data geospasial lainnya tersedia untuk karyawan dalam organisasi seperti perusahaan.

Contoh Penggunaan Google Earth untuk Jurnalisme Data

Dalam jurnalistik, umumnya Googe Earth digunakan untuk visualisasi liputan dan memberikan gambaran akan cerita yang disajikan.

Pemanfaat lain Google Earth secara ekstensif yakni melalui fungsi Earth Studio, yang memungkinkan orang mengekspor video. Ini umum digunakan di berita televisi yang menggunakan Google Earth untuk memperbesar dan memperkecil suatu wilayah untuk menunjukkan konteks cerita.

Google Earth juga memungkinkan orang untuk lebih memahami peristiwa terkini dalam konteks geospasial, yang selanjutnya meningkatkan kemampuan kita untuk mengenali masalah hari ini dengan cara yang lebih holistik.

Misalnya saja dalam peliputan yang melihat daerah perangkap ikan di Teluk Persia, perangkap yang selama ini jarang diketahui tersebut akhirnya diketahui lewat satelit Google Earth yang memungkinkan para ilmuwan kemudian mengkonfirmasi ulang data penangkapan ikan yang dihimpun oleh United Nations Food and Agriculture Organization. Informasi ini penting karena daerah tersebut adalah yang dilindungi dan bisa menjadi langkah pencegahan untuk penangkapan ikan illegal.

Dalam kasus lain, Google Earth juga bisa digunakan untuk melihat hutan hujan yang belum dipetakan dan tak tersentuh di atas dataran tinggi di Mozambi.

Tak hanya itu fitur baru yang tak kalah menarik adalah fitur untuk membuat pemodelan perubahan iklim dapat diakses oleh siapa saja. Misalnya jika seorang reporter ingin melihat bagaimana garis pantai dan fitur geografis berubah ketika suhu global naik, ia bisa membuat video dari Google Earth yang memproyeksikan perubahannya dari tahun ke tahun.

Baca juga : Badan Siber dan Sandi Negara Akan Gandeng BIN, TNI, Polri

Bagikan
WordPress Image Lightbox
// //