Home   Blog  
Menulis

  Tuesday, 06 January 2026 14:00 WIB

Kalimat Majemuk adalah: Jenis, Ciri-ciri, dan Contoh Kalimat Lengkap

Author   Raden Putri
Kalimat Majemuk adalah: Jenis, Ciri-ciri, dan Contoh Kalimat Lengkap

Kalimat majemuk adalah susunan bahasa yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam bentuk tulisan ilmiah, artikel, maupun percakapan biasa. memiliki struktur kalimat yang kaya, jenis ini memungkinkan untuk ide disampaikan dengan lebih jelas, runut, dan saling terhubung.

Promo Hemat Belajar Diskon 20 Persen

Dengan memahami konsep ini, kamu bisa menyusun kalimat yang lebih variatif dan bermakna. Lantas, seperti apa sebenarnya kalimat majemuk tersebut? Simak rangkuman informasi selengkapnya berikut ini.

Apa itu Kalimat Majemuk?

Kalimat majemuk adalah susunan kalimat yang terdiri dari dua klausa atau lebih, dengan setiap klausa pada dasarnya dapat berdiri sendiri sebagai kalimat mandiri. Dalam satu rangkaian ini, unsur seperti subjek, predikat, objek, atau pelengkap bisa muncul lebih dari satu kali.

Secara sederhana, bentuk ini tersusun dari penggabungan dua kalimat tunggal yang disatukan menjadi satu kesatuan baru. Proses penggabungan tersebut membuat strukturnya menjadi lebih panjang dibandingkan susunan kata sederhana.

Agar hubungan antarbagian tetap jelas, klausa-klausa tersebut biasanya dihubungkan oleh kata sambung atau konjungsi. Beberapa penghubung yang umum dipakai antara lain kata dan, tetapi, jika, karena, serta sehingga untuk menunjukkan relasi makna.

Banner Survey Tempo Institute

Penggunaan susunan ini sangat efektif ketika penulis ingin menjelaskan ide utama secara lebih rinci tanpa harus memecahnya menjadi beberapa kalimat terpisah. Dengan begitu, pesan yang disampaikan tetap ringkas sekaligus mudah dipahami pembaca.

Apa Saja Jenis Kalimat Majemuk?

Berdasarkan perbedaan kedudukan antara klausa utama dan tambahannya, jenis kalimat majemuk digolongkan menjadi empat kategori, yakni:

1. Kalimat Majemuk Setara

Jenis ini tersusun dari dua klausa yang memiliki kedudukan sejajar dan sama kuat. Masing-masing klausa dapat berdiri sendiri tanpa kehilangan makna. 

Hubungan antarklausa biasanya ditandai dengan konjungsi koordinatif seperti dan, atau, tetapi, dan sedangkan. Jika dipisahkan, kedua klausa tersebut tetap mampu membentuk kalimat yang utuh.

2. Kalimat Majemuk Bertingkat

Pada bentuk bertingkat, klausa-klausa yang menyusunnya memiliki posisi yang tidak sejajar. Satu klausa berperan sebagai inti, sementara klausa lainnya berfungsi sebagai penjelas.

Klausa tambahan ini tidak memiliki makna lengkap jika berdiri sendiri. Hubungan kedua klausanya umumnya ditandai dengan konjungsi subordinatif seperti karena, agar, meskipun, ketika, atau sehingga.

3. Kalimat Majemuk Campuran

Jenis campuran menggabungkan ciri susunan pada kelompok setara dan bertingkat dalam satu kalimat yang sama. Bedanya, struktur ini biasanya terdiri dari tiga klausa atau lebih. 

Di dalamnya, terdapat klausa yang sejajar sekaligus klausa yang bergantung pada klausa lain. Karena itu, pola kalimatnya menjadi lebih kompleks dan menggunakan lebih dari satu kata hubung.

4. Kalimat Majemuk Rapatan

Merupakan bentuk tuturan yang tersusun dari beberapa klausa dengan unsur sejenis sehingga bagian yang sama tidak perlu diulang. Perapatan unsur dilakukan untuk membuat susunan bahasa menjadi lebih ringkas, efektif, dan mudah dipahami. 

Penggabungan ini umumnya memanfaatkan konjungsi koordinatif agar hubungan antarklausa tetap jelas. Dengan teknik tersebut, penyampaian informasi menjadi padat tanpa mengubah makna utama.

Kalimat majemuk adalah

Ciri-ciri Kalimat Majemuk

Terdapat sejumlah ciri khas yang membedakan struktur ini dari bentuk lainnya. Adapun ciri-ciri kalimat majemuk adalah sebagai berikut:

1. Kalimat Inti Mengalami Perluasan

Salah satu cirinya adalah adanya pengembangan dari kalimat inti yang memuat gagasan utama. Perluasan tersebut muncul dalam bentuk penambahan klausa penjelas. 

Akibatnya, satu kalimat bisa memuat dua klausa atau lebih. Pengembangan ini dilakukan untuk menjelaskan ide yang lebih kompleks.

2. Perluasan Menghasilkan Pola Baru

Dengan adanya klausa tambahan, pola dasar kalimat pun ikut berubah. Awalnya, kalimat hanya mengikuti struktur sederhana seperti S–P atau S–P–O. 

Setelah diperluas, pola tersebut berkembang sesuai dengan struktur klausa tambahan. Inilah yang membuat susunannya tampak lebih variatif.

3. Memiliki Lebih dari Satu Subjek atau Predikat

Ciri berikutnya adalah munculnya lebih dari satu subjek atau predikat dalam satu rangkaian kalimat. Hal ini terjadi karena setiap klausa memiliki unsur pembentuknya sendiri. 

Penambahan unsur tersebut dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan penyampaian informasi. Akibatnya, struktur kalimat menjadi lebih panjang dan kaya makna.

4. Dihubungkan oleh Konjungsi

Antarklausa dalam satu kalimat tidak disusun secara acak, melainkan diikat oleh kata hubung. Konjungsi berperan penting untuk memperjelas hubungan logis antarbagiannya. 

Tanpa penghubung, pembaca akan kesulitan memahami maksud kalimat. Oleh karena itu, kata sambung menjadi unsur penting yang tidak terpisahkan.

5. Mengandung Lebih dari Satu Ide atau Informasi

Selain itu, susunan ini juga umumnya memuat lebih dari satu informasi dalam satu kalimat. Pada bentuk setara, setiap klausa bahkan dapat memiliki ide pokok sendiri. 

Sementara itu, pada bentuk bertingkat dan campuran, informasi utama didukung oleh keterangan tambahan. Hal ini membuat penyampaian pesan menjadi lebih lengkap.

6. Tidak Semua Klausa Dapat Berdiri Sendiri

Kelas Online Teknik Menulis untuk Pemula

Tidak semua klausa dalam satu kalimat memiliki makna sendiri jika dipisahkan satu sama lain. Pada bentuk bertingkat dan campuran, klausa tambahan sangat bergantung pada klausa utama. 

Oleh karena itu, tanpa konteks klausa inti, maknanya akan menjadi tidak utuh. Berbeda dengan bentuk setara, di mana setiap klausa tetap bermakna secara mandiri.

Contoh Kalimat Lengkap Majemuk

Untuk lebih memahami materi ini, simak contoh penerapannya berikut ini:

Contoh Kalimat Majemuk Setara

  1. Dia pergi ke pasar, tetapi tidak membeli apa-apa.
  2. Kami menanam bunga di taman, lalu menyiraminya setiap hari.
  3. Kakak membaca buku, sedangkan adik menonton televisi.
  4. Saya memasak nasi goreng, dan ibu membuat teh hangat.
  5. Anda bisa datang lebih awal, atau Anda bisa menunggu di luar.

Contoh Kalimat Majemuk Bertingkat

  1. Kami bekerja keras supaya proyek selesai tepat waktu.
  2. Anda bisa berhasil jika berusaha dengan sungguh-sungguh.
  3. Mereka belajar dengan giat agar mendapat nilai bagus.
  4. Saya pergi ke dokter karena merasa tidak enak badan.
  5. Anda akan berhasil jika mengikuti langkah-langkah ini.

Contoh Majemuk Campuran

  1. Setelah lulus dari pendidikan jenjang SMP, Maudi harus memilih bersekolah di negeri atau swasta.
  2. Karena tidak pernah menyimak pelajaran di sekolah, Bobi mendapat nilai jelek dan harus tidak naik kelas.
  3. Keinginan itu selalu tertunda karena Dedi lebih berkonsentrasi ke lembaga pendidikan di luar negeri, sedangkan orang tuanya memilih pendidikan di dalam negeri.
  4. Ketika malam mulai mencekam, kutarik selimut itu dan kupejamkan mata ini, tetapi rasa takut itu tidak juga pergi dari hati dan pikiranku.
  5. Karena Rini sedang dilanda musibah, teman-temannya mengumpulkan uang, lalu memberikannya pada Rini.

Contoh Majemuk Rapatan

  1. Ibu membeli sayur, buah, dan daging di pasar pagi.
  2. Mahasiswa itu membaca buku, mencatat materi, serta mengerjakan tugas.
  3. Rapat akan dihadiri dosen, staf akademik, dan pimpinan fakultas.
  4. Anak-anak bermain, bernyanyi, dan menari di halaman sekolah.
  5. Dia menyukai menulis, menggambar, serta membuat konten digital.
Banner Kelas Bundling


Bagikan