Home   Blog  
Kiat

  Tuesday, 06 August 2019 18:21 WIB

Ragam Foto Jurnalistik yang Wajib Dikuasai Pewarta

Author   Tempo Institute

Foto oleh: Pixabay

Foto jurnalistik diperlukan dalam artikel agar menjadi lebih lengkap. Tetapi, fungsi penting lainnya adalah sebagai pemberi informasi tambahan. Foto jurnalistik bisa dikatakan sebagai fakta visual untuk merekam suatu peristiwa. Dengan begitu, foto jurnalistik memegang peranan penting dalam menyampaikan informasi dalam bentuk visual kepada para pembaca.

Bukanlah hal yang mudah untuk menghasilkan sebuah foto jurnalistik. Tidak seperti foto-foto lain yang mementingkan aspek estetika, foto jurnalistik sangat mementingkan aspek informasi. Foto jurnalistik harus bisa menggiring pembaca melihat ke dalam latar kejadian sehingga mereka merasa sedang menyaksikan kejadian tersebut secara langsung.

Foto jurnalistik terdiri dari beragam jenis. Setiap jenisnya membawakan suasana dan tema yang berbeda. Fotografer harus memahami tujuan dan kegunaan dari foto yang akan ia hasilkan. Karena, setiap jenis foto jurnalistik memiliki fokus yang berbeda. Berikut adalah jenis-jenis foto jurnalistik yang perlu Anda ketahui beserta penjelasannya.

Jenis-jenis foto jurnalistik

  1. Foto Hard News

Sama seperti ciri khas dari berita hard news, foto hard news bersifat aktual dan terikat dengan waktu. Jika tidak cepat terbit, foto tersebut bisa basi atau tidak penting lagi. Mengapa? Karena, biasanya foto hard news terbit untuk melengkapi dan menjelaskan berita aktual. Jika tidak diterbitkan secara cepat, nilai dari foto tersebut akan berkurang karena kejadian yang ditangkap sudah lewat. Pembaca akan merasa bahwa foto tersebut sudah tidak penting untuk dilihat lebih lanjut. Contoh foto hard news adalah foto kebakaran, kecelakaan, demonstrasi, dan lain-lain.

  1. Foto Feature

Foto feature juga berarti foto soft news. Foto feature adalah kebalikan dari foto hard news, yaitu bisa muncul kapan saja karena tidak terikat oleh waktu. Foto feature bersifat faktual sehingga bisa dinikmati kapan pun. Contoh dari foto feature adalah foto kesenian, upacara adat, dan lain-lain.

  1. Foto Potret

Fokus utama dari foto jenis ini adalah manusia. Dengan melihat foto potret, pembaca bisa melihat secara jelas ekspresi dari subjek di foto tersebut. Oleh karena itu, foto potret bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Fotografer harus bisa menangkap ekspresi wajah si subjek agar pembaca bisa memaknai ekspresi tersebut.

  1. Foto Ilustrasi

Maksud dari foto ilustrasi bukanlah bentuk ilustrasi berupa gambar-gambar. Foto ilustrasi yang dimaksud adalah foto yang digunakan sebagai pelengkap berita. Foto ilustrasi digunakan untuk memberikan pembaca gambaran umum tentang isi dari berita tersebut. Contohnya adalah berita tentang bisnis restoran dan foto ilustrasi yang bisa digunakan untuk berita tersebut adalah gambar restoran.

  1. Foto Esai

Foto esai adalah deretan foto yang menjelaskan suatu peristiwa. Pada umumnya, foto esai didampingi dengan narasi pendek yang menjelaskan suatu peristiwa secara singkat. Dengan melihat deretan foto tersebut, pembaca bisa membayangkan peristiwa atau kejadian yang diceritakan. Jika salah satu foto dari deretan tersebut dihilangkan, kronologis atau cerita dari peristiwa tersebut bisa berubah atau terasa tidak lengkap. Contohnya adalah foto-foto di bawah ini. Kumpulan foto tersebut menunjukkan proses tes fisik calon tentara India. Dapat dilihat bahwa foto-foto tersebut menunjukkan sebuah kejadian. Jika salah satu foto dihilangkan, satu tes fisik berarti hilang dan kurang bisa menunjukkan kejadian aslinya.

  1. Foto Seri

Foto seri mirip dengan foto esai, yaitu kumpulan foto yang menjelaskan suatu peristiwa. Bedanya adalah setiap foto berdiri sendiri. Jadi, dihilangkannya satu foto tidak akan mengganggu atau mengubah cerita dari sebuah peristiwa. Contohnya adalah foto seri yang memiliki tema “Kerja Keras”. Di bawah ini adalah contoh kumpulan foto yang mencitrakan tema tersebut. Jika salah satu foto dihilangkan, tema tersebut tidak akan hilang karena setiap foto berdiri sendiri dan tetap bisa terkait dengan tema tersebut.

  1. Foto Sekuens

Foto sekuens adalah beberapa foto yang menjelaskan terjadinya suatu peristiwa secara kronologis. Setiap potongan foto menjelaskan kejadian setelah foto sebelumnya. Foto sekuens juga bisa dilihat seperti potongan gambar dari video, padahal bukan. Bisa terlihat seperti itu karena pengambilan gambar dilakukan secara cepat saat peristiwa tersebut terjadi. Contohnya adalah kumpulan foto di bawah ini. Dapat dilihat bahwa foto-foto tersebut memperlihatkan kronologis jatuhnya perempuan dan polisi.

Tulisan ini diadaptasi dari Buku Jurnalistik Dasar: Resep dari Dapur Tempo.

Foto: Tempo

Ingin meningkatkan kemampuan? Belajar Foto Jurnalistik bersama Tempo Institute. Dapatkan akses kelas selama 1 tahun, video pembelajaran, e-book, worksheet, dan e-sertifikat.

Kelas Online Foto Jurnalistik

Penulis: Fatimah Mardiyah

Baca juga : Badan Siber dan Sandi Negara Akan Gandeng BIN, TNI, Polri

Bagikan
WordPress Image Lightbox