Harvard Style daftar pustaka adalah salah satu format referensi yang banyak dipakai dalam dunia akademik, terutama untuk penulisan karya ilmiah, buku, hingga jurnal. Gaya ini mewajibkan penulis mencantumkan sumber rujukan di dua bagian, yakni di dalam teks (in-text citation) dan di daftar referensi pada bagian akhir dokumen.
Memahami format ini sangat penting agar semua sumber yang digunakan tertata dengan jelas dan dapat memperkuat keakuratan serta kredibilitas tulisan. Lantas, bagaimana cara membuat daftar pustaka Harvard Style? Simak rangkuman informasinya berikut ini.
Melansir dari STIESIA Surabaya, terdapat sejumlah aturan penulisan daftar pustaka Harvard Style, diantaranya:

Secara umum, sitasi Harvard Style menggunakan pemisah berupa koma dan ditutup dengan tanda titik. Judul sumber ditulis dengan huruf kapital di awal dan dicetak miring.
Meski terlihat sederhana, setiap jenis sumber memiliki detail penulisan yang sedikit berbeda. Berikut penjelasan daftar pustaka Harvard:
Aturan penulisan:
Tuliskan nama belakang penulis terlebih dahulu, kemudian inisial nama depan dan tengah (jika ada), diikuti tahun terbit, judul buku (dicetak miring), edisi, nama penerbit, serta kota terbit. Jika penulis lebih dari satu, ikuti aturan penulisan nama pada pedoman sebelumnya.
Contoh:
Wiley, J. 2006. Contemporary Financial Management. 3rd ed. Mc. GrowHill. Los Angeles.
Yaya, R., A.E. Martawireja, dan A. Abdurahim. 2009. Akuntansi Perbankan Syariah: Teori dan Praktik Kontemporer. Edisi Pertama. Cetakan Pertama. Salemba Empat. Jakarta.
Aturan penulisan:
Cantumkan nama belakang dan inisial penulis asli, tahun terbit, judul asli (mirings), edisi/cetakan, penerbit, kota terbit, lalu tulis informasi penerjemah beserta tahun terjemahan, judul versi terjemahan (mirings), edisi/cetakan, dan penerbit.
Contoh:
Kieso, D.E., J.J. Weygandt, dan T.D. Warfield. 2007. Intermediate Accounting. Twelfth Edition. John Wiley & Sons, Inc. USA. Terjemahan E. Salim. 2008. Akuntansi Intermediate. Edisi Keduabelas. Jilid 2. Erlangga. Jakarta.
Aturan penulisan:
Mulai dengan nama lembaga atau instansi, lalu tahun terbit, judul (mirings), edisi/cetakan, penerbit, dan kota terbit.
Contoh:
Badan Pusat Statistik. 2013. Laporan Bulanan Data Sosial Ekonomi. Januari. BPS Jawa Timur. Surabaya.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. 2011. Pendidikan Anti Korupsi untuk Perguruan Tinggi. Cetakan 1. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Bagian Hukum Kepegawaian. Jakarta
Aturan penulisan:
Nama belakang dan inisial penulis, tahun terbit, judul artikel, nama jurnal (mirings), volume dan nomor jurnal (nomor dalam kurung), serta rentang halaman.
Contoh:
Riduwan, A. 2010. Etika dan Perilaku Koruptif dalam Praktik Manajemen Laba. Jurnal Akuntansi & Auditing Indonesia 14(2): 121-141.
Riduwan, A., I. Triyuwono, G. Irianto, dan U. Ludigdo. 2010. Semiotika Laba Akuntansi: Studi Kritikal-Posmodernis Derridean. Jurnal Akuntansi dan Keuangan Indonesia 7(1): 38–60.
Aturan penulisan:
Nama belakang dan inisial penulis, tahun, judul karya ilmiah, jenis karya (dicetak miring), nama program studi atau perguruan tinggi, serta kota institusi.
Contoh:
Natsir, M. 2008. Studi Efektivitas Mekanisme Transmisi Kebijakan Moneter di Indonesia Melalui Jalur Suku Bunga, Jalur Nilai Tukar, dan Jalur Ekspektasi Inflasi Periode 1990:2-2007:1. Disertasi. Program Pasca Sarjana Universitas Airlangga. Surabaya.
Samsi, N. 2012. Pengaruh Pengalaman Kerja, Independensi, dan Kompetensi terhadap Kualitas Hasil Pemeriksaan dengan kepatuhan Etika Auditor sebagai Variabel Pemoderasi. Tesis. Program S2 Akuntansi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA). Surabaya.
Aturan penulisan:
Nama belakang dan inisial penulis, tahun, judul artikel, tautan (ditulis mirings), serta tanggal dan waktu akses.
Contoh:
Himman, L.M. 2002. A Moral Change: Business Ethics After Enron. San Diego University Publication. http:ethics.sandiego.edu/LMH/oped/Enron/index.asp. 27 Januari 2008 (15:23).
Yahya, H. 2005. Realitas dan Pancaindra Anda. http://www.pesanharunyahya.com dan [email protected]. 27 Januari 2008 (14:35).