Home   Blog  
Pengembangan Diri

  Saturday, 24 January 2026 12:00 WIB

Ini 7 Dasar Desain Grafis, Wajib Tahu

Author   Raden Putri
Ini 7 Dasar Desain Grafis, Wajib Tahu

Dalam dunia desain visual, memahami elemen desain grafis bukan hanya soal estetika, tapi juga tentang bagaimana pesan bisa tersampaikan dengan jelas kepada audiens. Tanpa dasar yang kuat, desain berisiko terlihat ramai, membingungkan, atau kehilangan makna sejatinya.

Paket Belajar dengan Kurikulum yang Dirancang Khusus cuma Setengah Harga

Oleh karena itu, mengenal elemen dan prinsip desain menjadi langkah penting bagi siapa pun yang ingin menghasilkan karya visual efektif nan menarik. Artikel berikut ini akan mengulas lebih jauh mengenai dasar-dasar desain grafis dan pentingnya memahami hal tersebut. Yuk, simak informasinya berikut ini.

Pentingnya Memahami Prinsip Dasar Desain bagi Pemula

Bagi pemula yang baru terjun ke dunia desain, memahami prinsip dasar menjadi aspek penting yang tidak boleh dilewatkan. Prinsip ini berperan sebagai panduan agar setiap karya visual mampu tampil rapi, komunikatif, dan memiliki tujuan yang jelas.

Tanpa pemahaman elemen desain, sebuah karya berpotensi terlihat tidak seimbang, berantakan, hingga sulit dipahami oleh audiens. Karena itu, untuk desainer pemula harus mengetahui bagaimana setiap prinsip saling bekerja untuk menciptakan tampilan yang harmonis dan nyaman dilihat.

Prinsip desain ini mencakup cara menyusun elemen, menentukan fokus utama, hingga memanfaatkan ruang kosong secara efektif. Dengan bekal pemahaman ini, desainer dapat mengambil keputusan visual yang lebih tepat dalam setiap proses perencanaan.

Banner Survey Tempo Institute
Elemen desain grafis

Daftar 7 Dasar Desain Grafis untuk Menciptakan Karya Estetis

Sebelum membuat desain yang kompleks, penting untuk memahami unsur desain grafis terlebih dahulu. Ketujuh elemen ini menjadi fondasi utama dalam membangun visual yang terstruktur, menarik, dan mudah dipahami. Adapun 7 elemen desain grafis adalah sebagai berikut:

1. Titik (Point)

Titik adalah elemen paling sederhana dan tidak memiliki dimensi dalam desain. Meski kecil, dalam kondisi tertentu titik mampu menarik perhatian dan menjadi pusat fokus visual. 

Dalam praktiknya, titik sering digunakan dalam jumlah tertentu untuk membentuk pola atau ritme. Dari kumpulan titik inilah garis dan bentuk lain kemudian berkembang.

2. Garis (Line)

Pergerakan titik yang memanjang dan memiliki arah tertentu membentuk sesuatu yang disebut sebagai garis. Komponen ini berfungsi untuk membagi ruang, mengarahkan pandangan, atau menegaskan struktur desain. 

Garis dapat tampil lurus, lengkung, atau majemuk sesuai kebutuhan visual. Arah garis seperti vertikal, horizontal, atau diagonal, dapat memengaruhi kesan yang ditampilkan.

3. Bentuk (Shape)

Bentuk tercipta dari gabungan beberapa garis yang membuat sebuah area tertutup. Elemen ini memiliki dua dimensi, yaitu panjang dan lebar. 

Semua bentuk kompleks berawal dari bentuk dasar seperti lingkaran, persegi, dan segitiga. Dalam desain, kehadiran bentuk sangat penting untuk membantu memperjelas objek serta memperkuat pesan visual.

4. Warna (Color)

Sehubungan dengan membangun suasana dan identitas visual, elemen warna memegang peranan paling besar. Sumber warna ini dapat berasal dari pigmen maupun cahaya, dengan sistem kerja yang berbeda. 

Dalam graphic design, warna dibagi menjadi tiga jenis, yakni primer, sekunder, dan tersier. Pemilihan warna yang tepat mampu menarik perhatian sekaligus membentuk citra tertentu.

5. Tekstur (Texture)

Komponen selanjutnya adalah tekstur yang berfungsi untuk menggambarkan karakter permukaan suatu objek, baik secara visual maupun sentuhan. Elemen ini dapat memberi kesan halus, kasar, lembut, atau keras pada karya yang dibuat.

Dalam desain grafis, tekstur sering digunakan untuk menambah kedalaman dan dimensi visual. Kehadirannya membuat tampilan terasa lebih hidup dan tidak monoton.

6. Ukuran (Size)

Ukuran adalah salah satu aspek penting karena berfungsi untuk menentukan skala elemen dalam sebuah desain. Perbedaan ukuran dapat menciptakan hierarki, kontras, dan penekanan visual. 

Banner Artikel - Kelas Online Mahir Infografis

Elemen lebih besar biasanya lebih mudah menarik perhatian audiens dibanding ukuran yang kecil. Karena itu, pemahaman ukuran sangat penting agar desain tetap proporsional dan seimbang.

7. Ruang (Space)

Elemen-elemen desain grafis selanjutnya adalah ruang. Unsur ini berfungsi sebagai jarak antar elemen agar desain tidak terlihat penuh atau sesak. White space atau ruang kosong penting untuk membantu mata beristirahat dan mempermudah pembaca memahami isi visual. 

Komponen ini bukan sekadar area kosong, melainkan bagian penting dari komposisi desain. Penggunaan ruang yang tepat membuat tampilan terlihat jadi lebih rapi dan profesional.

Banner Kelas Bundling


Bagikan