Home   Blog    Komunikasi  Media  Media Massa
Pengembangan Diri

  Monday, 11 September 2023 10:54 WIB

Cara Hadapi Tantangan Kehumasan pada Era Digital

Author   Digital Marketing

Ilustrasi humas yang memberikan penjelasan kepada wartawan

Di zaman modern seperti sekarang ini, hampir semua kegiatan manusia melibatkan komputerisasi. Hampir semua data terdigitalisasi. Perkembangan zaman ini menuntut manusia untuk beradaptasi agar kecanggihan di era digital ini memudahkan kegiatan manusia. Salah satu bidang yang juga harus beradaptasi dengan kondisi ini adalah kehumasan yang memiliki tantangan pada era digital. 

Kehumasan memiliki peran penting dalam menjaga citra, membangun hubungan baik dengan internal, stakeholder maupun masyarakat. Pekerjaan ini tentu tidak bisa dikatakan mudah, karena seorang praktisi humas harus memiliki banyak kemampuan, baik itu soft skill maupun hard skill.

Tapi, apakah kemampuan itu bisa menjadi bekal untuk beradaptasi dengan era digital seperti saat ini? Diskusi tentang tantangan kehumasan ini pernah dilakukan para praktisi humas dalam International Public Relation Summit (IPRS) 2018 dengan tema “Shifting The Power of Strategic Communication In The Era of Digital Economy”.

Dalam diskusi tersebut, Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (Perhumas) menyebut jika peran kehumasan tidak bisa diganti begitu saja karena kecanggihan teknologi. Kompetensi kehumasan membutuhkan kombinasi yang unik antara nalar, intuisi, empati, emosi dan juga kreativitas. 

Kehadiran teknologi memang mengubah cara kerja di berbagai bidang, termasuk kehumasan. Di sisi lain, kehadiran teknologi ini juga bisa menghadirkan peluang jika dimanfaatkan dengan benar. Tidak hanya mempermudah, tapi juga bisa memberi inovasi-inovasi baru di dunia kehumasan.

Ada banyak jenis pekerjaan baru di bidang kehumasan yang hadir karena hasil adaptasi dari perkembangan teknologi. Misalnya saja pekerjaan social media strategist yang kini makin sedang menjadi tren. Jenis pekerjaan ini juga termasuk dalam kerja kehumasan karena berkaitan dengan citra yang hendak dibangun lewat media sosial. 

Namun, teknologi terus berkembang dan para praktisi humas harus siap dengan perkembangan itu. Berikut beberapa tantangan yang harus dihadapi bidang kehumasan di era digital yang semakin canggih, cepat dan praktis:

  1. Media Sosial yang Semakin Beragam dan Cepat

Seperti yang dicontohkan sebelumnya, kehadiran media sosial sebagai bentuk kecanggihan teknologi, mengharuskan kita untuk beradaptasi. Saat ini, ada puluhan jenis media sosial yang digunakan oleh para citizen. Tiga yang paling populer di tahun 2023 menurut laporan We Are Social adalah Facebook, Youtube, dan WhatsApp.

Semakin banyaknya media sosial, tentu menjadi tantangan tersendiri bagi para praktisi humas. Terlebih, informasi yang dihadirkan lewat media sosial, sangat cepat tapi akurasinya tidak tinggi. Oleh karena itu, para praktisi kehumasan harus bisa menaklukan tantangan ini, salah satunya dengan mempelajari algoritma tiap media sosial yang hendak digunakan untuk urusan kehumasan.

  1. Perubahan Perilaku Audiens

Semakin cepat dan mudahnya pertukaran informasi di era digital ini, membuat perilaku masyarakat terhadap media komunikasi berubah. Setiap media memiliki perilaku audiens yang berbeda-beda pula. Kondisi ini menjadi tantangan bagi praktisi humas dalam menyusun strategi kehumasan yang berkaitan dengan masyarakat yang menjadi target audiens-nya. Untuk itu, seorang humas juga harus bisa melakukan analisa perilaku audiens.

  1. Kehadiran Reputasi ‘Online’

Manajemen reputasi menjadi salah satu fungsi humas. Kini reputasi tidak hanya dihadirkan lewat media massa konvensional, tapi juga lewat media sosial. Di mana, para pengguna media sosial bebas berkomentar tentang apapun. Ini menjadi tantangan bagi praktisi kehumasan karena harus menjaga reputasi perusahaan atau instansi di media sosial. Seorang humas harus siap dengan kemunculan komentar negatif yang memengaruhi reputasi.

  1. Privasi dan Keamanan Data

Tantangan kehumasan di era digital ini juga dialami berbagai bidang pekerjaan lain, yaitu terkait privasi dan keamanan data. Ancaman kebocoran data dan tersebarnya data pribadi di era digital ini memang cukup mengkhawatirkan. Ini menjadi tantangan bagi kehumasan dalam menjaga data yang hendak disebarkan ke publik. 

Walau ada banyak tantangan yang harus dihadapi bidang kehumasan di era digital, masih banyak peluang yang bisa dimanfaatkan lewat kecanggihan teknologi.

Para praktisi kehumasan harus pandai beradaptasi dengan kecanggihan yang hadir di era digital seperti saat ini. Namun, tidak perlu khawatir soal peran humas yang bisa diambil alih oleh artificial intelligence (AI) karena untuk menjalankan kinerja kehumasan diperlukan intuisi, naluri dan emosi yang tidak dimiliki oleh AI.

Kamu mau ingin jadi PR yang andal dalam bekerja apalagi dalam menangani konflik? Eits, sini MinTI kasih tahu.

Yuk, ikuti kelas Paket Belajar Menulis Artikel dan Siaran Pers untuk Humas agar kamu semakin andal dalam menjadi PR!

Baca juga : Badan Siber dan Sandi Negara Akan Gandeng BIN, TNI, Polri

Bagikan
WordPress Image Lightbox