// //
Home   Blog    Jurnalisme
Media Massa

  Wednesday, 27 October 2021 19:58 WIB

Berita Sensasional Juga Punya Nilai Berita

Author   Digital Marketing

Ilustrasi - Foto dari Unsplash

Untuk dapat menjadi sebuah berita, sebuah informasi harus memiliki nilai berita. Banyak yang menyamakan nilai berita dengan nilai moral. Padahal, keduanya berbeda. Informasi yang memiliki nilai berita, belum tentu menjadi berita yang memiliki nilai (moral). 

Bingung? Ini penjelasannya.

Anjing menggonggong bukanlah berita. Itu hanya informasi biasa. Anjing menggigit juga bukan berita. Tapi kalau ada anjing menggigit menteri, itu baru berita. Kenapa? Karena ada satu nilai berita di sana: tokoh (Pak Menteri yang kegigit anjing tadi). Orang ulang tahun itu bukan berita. Tapi, kalau selebritas terkenal ulang tahun, itu baru berita. Kenapa? Karena dia tokoh.

Tokoh hanyalah satu dari 13 nilai berita. Nilai berita lain, misalnya ada kebaruan, kedekatan, tren, yang pertama, magnitude, dan lain sebagainya. Dalam sebuah berita, setidaknya harus ada satu dari 13 nilai berita itu. (Pelajari lebih lengkap soal nilai berita di pelatihan Jurnalistik Dasar).

Dengan adanya satu dari nilai itu, maka sebuah informasi dapat diberitakan. Tapi, nilai berita bukan satu-satunya filter yang kita pakai dalam menilai informasi. Ada banyak pertimbangan lain. 

Misal, ada sebuah informasi sensasional, seorang politikus terkenal ketahuan punya istri baru. Jika dilihat dari nilai berita, maka informasi ini akan lolos, karena ada tokoh terkenal di sana. Tapi, kalau dilihat dari ukuran lain, misalnya soal privasi dan manfaat untuk publik, maka informasi ini tidak layak diberitakan. 

Jadi, berita sensasional memang punya nilai berita, tapi belum tentu layak diberitakan.

Baca juga : Badan Siber dan Sandi Negara Akan Gandeng BIN, TNI, Polri

Bagikan
WordPress Image Lightbox
// //