Apa Itu Majas Hiperbola? Pengertian, Ciri-Ciri, dan 50+ Contohnya
Author   Raden Putri
Pernahkah kamu membaca atau mendengar sebuah kalimat yang terasa begitu berlebihan, tapi justru membuat kalimatnya semakin berkesan? Kamu mungkin akan bertanya-tanya apa itu majas hiperbola, sebuah gaya bahasa yang sering muncul di puisi, lirik lagu, cerita fiksi, hingga percakapan sehari-hari.
Ungkapan yang terdengar terlalu berlebihan itu ternyata memiliki tujuan tersendiri, yakni mempertegas emosi dan menciptakan efek dramatis yang sulit dilupakan. Artikel berikut ini akan menjelaskan tentang pengertian majas hiperbola dan contohnya. Yuk, simak!
Penjelasan Lengkap: Apa Itu Majas Hiperbola?
Secara umum, hiperbola adalah gaya bahasa yang menggambarkan sesuatu secara berlebihan, bahkan sering kali melampaui batas logika. Penggambaran itu sengaja dibuat tidak sesuai kenyataan agar pembaca atau pendengar merasakan kesan lebih kuat dan emosional.
Menurut Gorys Keraf, pengertian majas hiperbola merupakan cara penyampaian gagasan melalui ungkapan yang diperindah, termasuk dengan membesar-besarkan sesuatu agar tampak dramatis. Dalam konteks ini, hiperbola menonjol karena keberaniannya dalam menghadirkan ekspresi eksrem tapi tetap komunikatif.
Gaya bahasa ini sering dimanfaatkan oleh penulis dan penyair untuk memperindah karya sekaligus menyampaikan pesan secara lebih tajam. Pemakaiannya pun dapat membangun suasana tertentu, menegaskan perasaan tokoh, bahkan menciptakan humor, tergantung konteks kalimatnya.
Meski begitu, perlu diketahui bahwa majas ini berbeda dengan personifikasi. Kalimat hiperbola berfokus pada pembesaran makna secara tidak realistis, sedangkan majas personifikasi menitikberatkan pada pemberian sifat manusia pada benda mati. Seperti “angin berbisik lirih”.
Ciri-Ciri Majas Hiperbola dalam Kalimat
Hiperbola adalah majas dengan karakteristik yang khas karena ungkapannya cenderung terasa melampaui kenyataan. Adapun beberapa ciri utamanya adalah sebagai berikut:
Menggunakan pilihan kata yang dilebih-lebihkan untuk menonjolkan maksud tertentu.
Meningkatkan intensitas suasana atau kondisi agar terasa lebih kuat.
Menghadirkan gambaran yang tidak realistis atau mustahil terjadi.
Menimbulkan efek dramatis, emosional, bahkan humor.
Bersifat konotatif karena maknanya tidak diartikan secara harfiah.
Fungsi Majas Hiperbola dalam Puisi dan Prosa
Dalam karya sastra, gaya bahasa ini bukan sekadar hiasan, melainkan alat untuk memperkuat pesan. Penggunaannya dapat membantu penulis untuk menyampaikan perasaan secara lebih tajam dan membekas.
Beberapa fungsi lain dari majas hiperbola adalah sebagai berikut:
1. Memberikan kesan dramatis
Ungkapan gaya bahasa hiperbola mampu menciptakan suasana yang lebih penuh ketegangan atau haru, sehingga pembaca lebih terlibat secara emosional. Cara ini efektif menarik perhatian sekaligus memperkuat konflik atau perasaan tokoh dalam cerita.
2. Memperindah kalimat
Pilihan kata yang ekspresif melalui majas hiperbola membuat susunan kalimat terasa lebih hidup dan tidak monoton. Keindahan bahasa inilah yang sering membuat puisi, cerpen, atau novel terasa lebih memikat.
3. Menegaskan emosi
Selain itu, pembesaran makna juga membantu penulis dalam menunjukkan rasa marah, cinta, sedih, atau bahagia agar terasa lebih intens. Akibatnya, pembaca atau pendengar lebih mudah membayangkan situasi dan merasakan emosi yang ingin disampaikan.
Kumpulan Contoh Majas Hiperbola Terbaru
Meski kadang terdengar mustahil, tapi justru itulah kekuatan ekspresi dari kalimat yang dilebih-lebihkan. Berikut deretan contoh kalimat majas hiperbola untuk dijadikan referensi.
Matanya berbinar seperti bintang paling terang di langit malam.
Hatinya sekeras baja tak tertembus.
Aku sudah memanggil namamu jutaan kali hingga suaraku nyaris hilang.
Senyummu membuat waktu seakan membeku.
Jantungku hampir meloncat keluar saat mendengar kabar itu.
Kebohongannya membakar habis kepercayaan yang tersisa.
Semangatnya sanggup mengguncang dunia.
Cintanya seluas jagat raya tanpa batas.
Aku menunggumu serasa seabad lamanya.
Kepalaku terasa hendak pecah karena terlalu banyak pikiran.
Ucapannya menggelegar seperti petir menyambar.
Hidupku runtuh seketika tanpamu.
Amarahnya menyapu bersih seluruh ruangan.
Tenaganya seperti dimiliki seribu prajurit.
Beban ini terasa seberat gunung di pundakku.
Kesedihan itu menenggelamkanku dalam samudra duka.
Pikirannya melesat lebih cepat dari cahaya.
Tawanya memecah sunyi hingga ke penjuru kota.
Aku bekerja hingga rasanya tulangku remuk.
Tangisnya membanjiri ruangan kecil itu.
Rumah itu megah bak istana raja.
Rambutnya selembut sutra dari kayangan.
Lampu itu menyilaukan seperti matahari tepat di atas kepala.
Kerinduanku menjulang setinggi langit.
Tatapannya menembus relung terdalam jiwaku.
Rasa sayangku tak bertepi seperti lautan.
Senyummu mampu menerangi seluruh bumi.
Janji itu akan kupegang sampai akhir zaman.
Ia cerdas bak ensiklopedia berjalan.
Pelukanmu menghangatkan alam semesta.
Berita itu menusuk lebih tajam dari ribuan belati.
Hatiku pecah menjadi serpihan kecil.
Suaranya terdengar hingga ke ujung dunia.
Antrian itu panjangnya seperti tak berujung.
Tangannya dingin seperti es dari kutub.
Air matanya mengalir seperti sungai deras.
Wajahnya bersinar bak rembulan purnama.
Aku lapar setengah mati.
Tugas ini menumpuk seperti gunung es.
Ia berlari secepat kilat.
Dunia terasa gelap gulita saat ia pergi.
Kesabaranku sudah habis terkikis zaman.
Ruangan itu panas membara seperti neraka.
Aku mencintaimu lebih dari apa pun di dunia ini.
Sorakannya menggema sampai langit ketujuh.
Tubuhku remuk setelah perjalanan panjang itu.
Ia menunggu dengan hati seluas samudra.
Ketakutan itu menghantam seperti badai besar.
Pekerjaan ini membuatku tenggelam dalam lautan kertas.
Air hujan turun seolah langit bocor.
Ia menangis sampai rasanya dunia ikut bersedih.
Harapannya melambung setinggi awan.
Kecepatannya melampaui angin topan.
Aku lelah sampai tak sanggup berdiri lagi.
Tatapannya membakar semangatku.
Kesalahan kecil itu terasa sebesar bencana.
Kata-katanya manis melebihi madu.
Rasa gugup itu membuat lututku serasa copot.
Ia berteriak sekuat tenaga hingga gunung pun bergema.
Kebahagiaan itu meluap memenuhi seluruh ruang hidupku.
Terkait
Bagikan
Kelas Terlaris Tempo Institute
Tingkatkan skill menulis, jurnalistik, dan skill profesional lainnya lewat kelas terbaik pilihan kami.