Home   Blog  
Pengembangan Diri

  Monday, 26 January 2026 10:00 WIB

13 Jenis Desain Grafis dari Masa ke Masa

Author   Raden Putri
13 Jenis Desain Grafis dari Masa ke Masa
Jenis Desain Grafis

Bagi pemula yang ingin terjun ke dunia desain, mempelajari berbagai jenis desain grafis menjadi penting untuk dapat melihat bagaimana visual bekerja di balik setiap produk, media, dan brand yang ditemui sehari-hari. Hal ini karena setiap kategori memiliki fungsi, pendekatan, serta keahlian yang berbeda.

Banner Promo Payday Januari Blog Tempo Institute

Dengan mengenal lebih dalam, kamu bisa menentukan kebutuhan visual secara lebih tepat, baik untuk kepentingan personal maupun bisnis. Artikel berikut ini akan mengulas lebih jauh mengenai macam-macam desain grafis beserta perkembangannya. Yuk, simak!

Mengenal 13 Jenis Desain Grafis Populer Berdasarkan Fungsinya

Setiap bentuk komunikasi visual dirancang untuk tujuan tertentu, mulai dari membangun identitas merek hingga memengaruhi keputusan audiens. Berikut adalah jenis-jenis desain grafis berdasarkan fungsinya. 

1. Branding Design (Virtual Identity Design)

Desain grafis branding mulai berkembang pesat sejak era industri, ketika perusahaan mulai membutuhkan identitas visual untuk membedakan produknya dari kompetitor. Awalnya, branding lebih berfokus pada logo, simbol, dan kemasan cetak sederhana.

Seiring perkembangan teknologi dan media digital, jenis desain ini berkembang menjadi sistem visual yang mencakup warna, tipografi, ilustrasi, hingga gaya komunikasi di berbagai platform. Saat ini, branding tidak hanya membangun identitas, tapi juga menciptakan pengalaman merek yang konsisten di media sosial, digital, dan cetak. 

Paket Belajar dengan Kurikulum yang Dirancang Khusus cuma Setengah Harga

2. Publication Design

Jenis ini hadir sejak era awal media cetak ketika buku, majalah, dan surat kabar menjadi sumber informasi utama masyarakat. Pada masa awal, fokusnya adalah pada tata letak teks dan ilustrasi agar mudah dibaca serta menarik perhatian.

Di era digital, desain publikasi tidak hanya hadir dalam format cetak, tapi juga pada e-book, majalah digital, dan konten editorial daring. Kini, desain ini berperan penting dalam membangun pengalaman membaca yang estetis dan informatif di berbagai platform. 

3. Environmental Graphic Design

Desain grafis lingkungan ini berkembang sebagai solusi visual untuk ruang publik, seperti signage, wayfinding, dan mural. Elemen visual untuk ruang publik ini lebih bersifat fungsional dengan estetika yang terbatas. 

Seiring perkembangan urbanisasi, desain ini menjadi sarana komunikasi visual yang membangun identitas ruang dan pengalaman pengguna. Perannya pun kini menjadi pembentuk karakter kota dan meningkatkan kualitas interaksi ruang publik.

4. Packaging Design

Desain grafis kemasan mulai berkembang ketika produk industri membutuhkan perlindungan sekaligus daya tarik visual untuk menarik perhatian pembeli. Di masa lalu, kemasan lebih mengutamakan fungsi protektif dengan elemen visual yang sederhana.

Perkembangan pasar membuat kemasan menjadi salah satu media komunikasi visual yang menyampaikan nilai, kualitas, dan identitas produk. Saat ini, packaging design juga mempertimbangkan faktor keberlanjutan, pengalaman pengguna, dan diferensiasi merek.

Jenis desain grafis

5. Web Design (Digital Design)

Saat internet mulai digunakan secara luas, desain web muncul sebagai salah satu media informasi dan komunikasi. Awalnya, situs web memiliki tampilan sederhana dengan fokus pada fungsi dasar dan struktur informasi.

Kemajuan teknologi membuat tampilan web berkembang menjadi antarmuka interaktif yang menggabungkan estetika, navigasi, dan pengalaman pengguna. Web design pun kini menjadi elemen strategis dalam membangun kredibilitas digital dan meningkatkan interaksi pengguna.

6. Advertising Design

Di era tradisional, iklan banyak ditemukan pada poster, billboard, dan media cetak dengan gaya visual yang kuat. Desain periklanan kemudian berkambang seiring dengan pertumbuhan industri pemasaran yang membutuhkan visual persuasif untuk menarik perhatian konsumen. 

Memasuki era digital, periklanan bertransformasi ke format banner, media sosial, video, dan kampanye interaktif. Fungsi desain grafis ini pun tidak lagi sekadar alat promosi, tapi juga menjadi strategi komunikasi merek yang terintegrasi. 

7. Marketing Design

Pada awalnya, marketing design muncul akibat dari meningkatnya kebutuhan bisnis dalam menyampaikan pesan promosi secara cepat dan terukur. Pendekatan ini banyak digunakan dalam bentuk iklan cetak dan materi promosi sederhana yang berorientasi pada penjualan. 

Jenis ini terus bertransformasi hingga menjadi visual utama untuk media sosial, email campaign, banner digital, hingga landing page yang dirancang berdasarkan perilaku audiens. Berbeda dari desain identitas merek jangka panjang, marketing design lebih menekankan efektivitas visual dalam mendorong aksi, seperti klik, pendaftaran, atau pembelian.

8. 3D Graphic Design

Jenis ini muncul saat teknologi komputer mulai mampu menghasilkan visual tiga dimensi. Teknologi ini awalnya digunakan dalam industri film, arsitektur, dan permainan digital dengan keterbatasan teknis,

Kemajuan perangkat lunak dan hardware membuat 3D graphic design menjadi lebih realistis dan mudah diakses oleh kreator. Jenis desain inipun saat ini digunakan dalam banyak bidang, mulai dari animasi, visualisasi produk hingga realitas virtual.

9. UI Design

Jenis desain ini berkembang seiring dengan munculnya perangkat digital seperti komputer, aplikasi, dan smartphone. Awalnya, antarmuka dirancang dengan fokus pada fungsi teknis agar mudah digunakan oleh pengguna.

Seiring meningkatnya kebutuhan estetika dan kenyamanan, UI design mulai menggabungkan prinsip visual, tipografi, dan psikologi pengguna. Karena itu, UI kini menjadi bagian penting dalam menciptakan pengalaman digital yang intuitif dan menarik.

10. Motion Graphic Design

Kebutuhan film dan televisi akan visual bergerak yang informatif dan menarik menjadi awal mula kemunculan motion graphic. Dalam perkembangannya, animasi grafis awalnya dibuat dengan teknik manual dan proses produksi yang kompleks.

Teknologi digital kemudian membuat motion graphics menjadi lebih dinamis dan mudah diterapkan dalam berbagai media. Contoh desain grafis digital ini pun banyak digunakan dalam iklan, konten digital, presentasi, hingga media sosial.

Jenis desain grafis

11. Presentation Design

Presentasi pada awal hanya mengandalkan teks dan diagram sederhana. Kebutuhan komunikasi visual dalam dunia pendidikan, bisnis, dan organisasi kemudian mendorong kemunculan desain presentasi agar pesan dikemas dengan lebih menarik. 

Kebutuhan presentasi pun kini berevolusi menjadi visual yang lebih dinamis, interaktif, dan persuasif. Presentasi pun menjadi alat strategis untuk menyampaikan ide, data, dan cerita secara efektif.

12. Label and Sticker Design

Meningkatnya kebutuhan identifikasi produk dan informasi visual pada kemasan memunculkan desain label dan sticker sebagai bagian tersendiri. Pada era awal, label lebih berfungsi sebagai penanda sederhana dengan elemen visual terbatas. 

Seiring perkembangan zaman, label dan stiker menjadi media komunikasi visual yang mencerminkan identitas produk. Saat ini, desain label tidak hanya informatif, tetapi juga menjadi faktor penting dalam daya tarik dan diferensiasi produk.

13. Illustration Design

Jenis desain grafis selanjutnya adalah ilustrasi, yang telah digunakan sejak lama sebagai media komunikasi visual, mulai dari ilustrasi manual pada buku, majalah, dan poster di era cetak. Dahulu, ilustrasi dibuat sepenuhnya secara tradisional menggunakan teknik gambar tangan dan alat manual.

Memasuki era digital, ilustrasi berkembang pesat dan memungkinkan pembuatan gaya visual lebih beragam dan efisien. Contohnya banyak digunakan dalam branding, konten digital, UI/UX, hingga media sosial untuk menyampaikan pesan secara lebih ekspresif dan personal.

Perbedaan Desain Grafis Tradisional dan Desain Grafis Modern

Perkembangan teknologi membawa perubahan besar dalam cara karya visual diciptakan. Pendekatan tradisional dan modern memiliki karakteristik serta keunggulan masing-masing. Beberapa perbedaan di antara keduanya adalah sebagai berikut.

1. Keterampilan yang Dibutuhkan

Desain grafis tradisional mengandalkan kemampuan manual dan penguasaan media fisik. Prosesnya menuntut kesabaran serta ketelitian tinggi karena kesalahan kecil sekalipun akan sulit untuk diperbaiki.

Sementara itu, pendekatan modern membutuhkan penguasaan perangkat lunak dan teknik visual berbasis teknologi digital. Efisiensi serta fleksibilitas menjadi nilai utama dalam proses kreatif modern. 

2. Dampak pada Industri Kreatif

Teknologi digital mempercepat proses produksi dan distribusi karya visual. Hal ini yang membuat banyak profesional beralih ke pendekatan modern karena lebih sesuai dengan kebutuhan industri.

Banner Artikel - Kelas Online Mahir Infografis

Meski begitu, karya tradisional tetap memiliki pasar tersendiri. Nilai artistik dan keunikan fisiknya masih sangat dihargai dan dicari.

3. Persepsi Nilai dan Orisinalitas

Karya tradisional sering dianggap lebih eksklusif karena hanya memiliki satu versi asli. Tekstur dan sentuhan tangan memberi nilai emosional tersendiri bagi karya yang dibuat.

Di sisi lain, karya digital mudah diperbanyak dan disebarkan sehingga kurang memiliki nilai eksklusivitas. Meski begitu, kini teknologi seperti NFT mulai membantu seniman untuk menjaga orisinalitas karya digitalnya.

Banner Kelas Bundling


Bagikan