Home   Blog  
Jurnalisme

  Tuesday, 03 February 2026 12:00 WIB

Pengertian Teks Diskusi Beserta Struktur dan Contoh Terlengkapnya

Author   Raden Putri
Pengertian Teks Diskusi Beserta Struktur dan Contoh Terlengkapnya

Teks diskusi menjadi salah satu bentuk tulisan penting dalam dunia akademik dan pendidikan untuk membedah persoalan dari berbagai sudut pandang. Melalui pembahasan yang mengulas sisi pro dan kontra ini, pembaca diajak berpikir kritis sekaligus memahami kompleksitas suatu isu. 

Banner Promo Payday Januari Blog Tempo Institute

Memiliki fungsi penting, tak heran jika jenis tulisan ini sering digunakan untuk melatih kemampuan berpikir, bernalar, berargumentasi, dan menyikapi perbedaan secara objektif. Lantas, apa sebenarnya pengertian teks diskusi tersebut? Simak rangkuman informasi selengkapnya berikut ini.

Apa Itu Teks Diskusi?

Diskusi adalah kegiatan ilmiah yang bertujuan mempertemukan beragam gagasan dan pendapat sebagai respons atas suatu permasalahan. Dari proses ini muncullah teks diskusi, yakni sebuah media tertulis untuk mencatat dan merangkum poin-poin penting hasil pembahasan dalam suatu forum ilmiah.

Secara sederhana, fungsi teks diskusi sebagai ringkasan jalannya diskusi dengan menampilkan inti argumen para peserta. Isi pembahasannya mencakup berbagai pandangan, mulai dari sikap setuju hingga penolakan terhadap isu tertentu.

Topik pembahasannya umumnya berkaitan dengan isu aktual dan relevan dengan kondisi masyarakat. Forum ini juga biasanya menghadirkan minimal dua pihak yang memiliki keahlian sejenis atau lintas bidang agar sudut pandang yang muncul lebih berimbang.

Paket Belajar dengan Kurikulum yang Dirancang Khusus cuma Setengah Harga

Adapun tujuan teks diskusi utamanya adalah untuk menyajikan berbagai perspektif terhadap suatu masalah secara objektif. Selain itu, tulisan ini juga menjadi sarana untuk menguji gagasan pribadi dan menilai pendapat orang lain secara kritis. Beberapa tujuan lainnya adalah sebagai berikut:

  • Menyadari dan mengkaji bukti, sistem nilai, serta respons terhadap suatu gagasan.
  • Menguji pendapat secara bersama melalui pertukaran argumen.
  • Menjadi wadah pertukaran ide dan pemikiran.
  • Membantu memahami, menyampaikan, serta menanggapi informasi secara tepat.
  • Menghubungkan data dan kondisi dari berbagai latar belakang serta sudut pandang berbeda.
Teks diskusi

Struktur Teks Diskusi yang Benar

Agar pembahasan tersaji secara sistematis dan mudah dipahami, jenis tulisan ini memiliki struktur baku yang saling berkaitan untuk membangun alur argumen logis dan utuh. Adapun struktur teks diskusi adalah sebagai berikut:

1. Isu 

Bagian pembuka ini berisi gambaran umum mengenai permasalahan yang akan dibahas dalam forum tukar pikiran. Pada tahap ini, penulis menjelaskan konteks persoalan agar pembaca memahami latar belakang pembahasannya.

Topik dapat berupa persoalan sosial, politik, ekonomi, maupun budaya. Umumnya, isu yang diangkat bersifat aktual dan tengah menjadi perhatian publik, topik berskala kecil juga tetap relevan untuk dibahas.

2. Argumentasi 

Bagian ini memuat paparan pendapat dari berbagai pihak yang terlibat dalam diskusi. Penulis perlu menjelaskan siapa penyampai argumen serta inti pandangan yang disampaikan. 

Perbedaan pendapat antara dua pihak menjadi ciri utama teks ini, karena tujuan kegiatan dialog adalah mempertemukan beragam sudut pandang. Melalui bagian ini, pembaca dapat melihat dinamika pro dan kontra secara seimbang.

3. Simpulan atau Saran 

Pada bagian ini, berisi rangkuman pembahasan berdasarkan argumen yang telah dipaparkan sebelumnya. Penulis akan menarik kesimpulan dengan mempertimbangkan seluruh sudut pandang yang muncul. 

Selain itu, dapat pula disertakan saran atau rekomendasi sebagai tindak lanjut atas isu yang dibahas. Simpulan disusun secara objektif tanpa memihak secara berlebihan.

Ciri-Ciri Kebahasaan Teks Diskusi

Selain struktur, tulisan ini juga memiliki karakteristik kebahasaan tertentu. Unsur bahasa ini berperan penting untuk menegaskan perbedaan pendapat dan alur argumentasi. Berikut adalah beberapa kaidah kebahasaan teks diskusi:

1. Penggunaan Konjungsi Perlawanan

Kata hubung seperti namun, tetapi, sedangkan, dan sebaliknya digunakan dalam teks ini untuk menandai perbedaan pandangan. Konjungsi ini membantu memperjelas hubungan argumen yang saling bertentangan.

2. Penggunaan Kohesi Leksikal dan Kohesi Gramatikal

Tulisan ini menggunakan kohesi dalam kalimatnya, yakni suatu keterpaduan hubungan antarunsur sehingga terbentuk makna yang utuh dan mudah dipahami. Kohesi yang digunakan terdiri dari dua jenis, yakni leksikal dan gramatikal.

  1. Kohesi Leksikal: tercipta melalui pemilihan kosakata yang konsisten dan saling berkaitan. 
  2. Kohesi Pramatikal: diwujudkan lewat penggunaan struktur kalimat, rujukan, serta kaidah tata bahasa yang tepat.

3. Penggunaan Modalitas

Ciri-ciri teks diskusi selanjutnya adalah penggunaan modalitas dalam menunjukkan sikap penulis terhadap kemungkinan atau keharusan suatu pernyataan. Kata seperti harus, akan, mungkin, dan ingin dipakai untuk menegaskan sikap atau tingkat kepastian argumen.

Perbedaan Teks Diskusi dengan Teks Eksposisi

Perbedaan utama antara teks diskusi dan teks eksposisi terletak pada tujuan penulisannya. Tulisan diskusi menyajikan beragam sudut pandang, baik pro maupun kontra, untuk membahas suatu isu secara seimbang. Sebaliknya, eksposisi bertujuan menjelaskan informasi atau gagasan secara objektif tanpa menampilkan perbedaan pendapat.

Dari segi isi, diskusi memuat argumen dari beberapa pihak dengan pandangan berbeda. Sementara itu, eksposisi lebih berfokus pada pemaparan fakta, data, dan penjelasan logis untuk memperluas pemahaman pembaca.

Struktur tulisan keduanya pun berbeda dimana diskusi memiliki bagian isu, argumen, serta simpulan atau saran, sedangkan eksposisi umumnya terdiri atas tesis, argumentasi pendukung, dan penegasan ulang. Dengan demikian, teks diskusi lebih menekankan dinamika pendapat, sementara eksposisi menonjolkan kejelasan informasi.

Mini Class | Menulis Opini: Bangun Fondasi Menembus Meja Redaksi


Bagikan