Aturan Penggunaan Kata Di: Kapan Harus Dipisah dan Kapan Disambung?
Author   Raden Putri
Apakah kamu masih suka bingung saat akan menulis kata “di” harus dipisah atau disambung? Kesalahan kecil dalam penggunaan kata di ternyata bisa mengubah makna sekaligus membuat tulisan terlihat kurang rapi.
Agar tidak keliru, penting untuk memahami aturan lengkap mengenai penggunaan kata di yang benar. Rangkuman informasi tentang materi tersebut dapat dilihat pada artikel berikut ini. Yuk, simak!
Cara Penulisan Kata “Di” yang Dipisah (Kata Depan)
Jika berfungsi sebagai preposisi atau kata depan, penulisan kata di yang benar harus terpisah dari unsur setelahnya. “Di” ditulis secara terpisah apabila berada sebelum nomina yang menunjukkan tempat, waktu, nama lokasi, atau keterangan posisi.
Dalam praktiknya, bentuk ini seringkali dapat digantikan dengan kata “dari” tanpa mengubah struktur kalimat. Contohnya, “di sini” bisa menjadi “dari sini”, sesuai kebutuhan penulis.
Namun, bentuk tersebut tidak bisa diubah menjadi verba aktif dengan imbuhanme-. Misalnya, “di sana” tidak mungkin berubah menjadi “mesana”. Agar lebih mudah dipahami, perhatikan poin aturan berikut:
Jika berperan sebagai preposisi, penulisan “di” dipisah dari kata setelahnya.
Digunakan sebelum penanda tempat, waktu, atau lokasi tertentu.
Tidak dapat diubah menjadi bentuk aktif berimbuhan me-.
Pada konteks ini, mengapa bentuk tersebut tidak bisa diubah menjadi bentuk aktif? Karena unsur setelahnya bukan verba pasif, melainkan penanda tempat atau keterangan. Simak contohnya berikut ini:
Ayah menunggu di terminal sejak pagi.
Buku itu tertinggal di meja ruang tamu.
Mereka berkumpul di desa setiap akhir pekan.
Jika dipaksakan memiliki imbuhan me-, seperti “menterminal”, “memeja”, atau medesa”, maka arti katanya akan hilang dan menjadi tidak logis.
Cara Penulisan Kata “Di” yang Disambung (Awalan)
Berbeda dengan fungsi sebelumnya, “di” sebagai awalan harus ditulis secara bersambung dengan unsur setelahnya. Hal ini digunakan untuk membentuk verba pasif.
Terdapat dua poin utama yang perlu diperhatikan:
Menunjukkan fungsi sebagai imbuhan pembentuk pasif.
Penggunaan di yang diikuti kata kerja pasif dapat diubah menjadi bentuk aktif dengan tambahan imbuhan me-.
Rumusnya sederhana, yakni:
di + verba pasif = ditulis serangkai/sambung
Karena termasuk bentuk berimbuhan, verba pasif ini pun bisa diubah menjadi kata kerja aktif. Berikut contohnya:
Pintu itu dibuka oleh petugas. → Petugas membuka pintu itu.
Suratnya sudah dikirim kemarin. → Ia mengirim surat itu kemarin.
Ruangan ini sedang dibersihkan. → Petugas sedang membersihkan ruangan ini.
Contoh Kesalahan Umum Penulisan Kata “Di”
Kesalahan biasanya muncul karena sulit membedakan fungsi “di” sebagai preposisi atau imbuhan. Simak contoh kesalahan umum penulisannya berikut ini:
Contoh Kesalahan Penulisan “Di” Disambung
Proposal itu sudah di setujui pimpinan. (Salah) Proposal itu sudah disetujui pimpinan. (Benar)
Paket tersebut belum di kirim ke alamat tujuan. (Salah) Paket tersebut belum dikirim ke alamat tujuan. (Benar)
Masalah itu harus segera di selesaikan. (Salah) Masalah itu harus segera diselesaikan. (Benar)
Gedung tua itu akan segera di renovasi. (Salah) Gedung tua itu akan segera direnovasi. (Benar)
Keputusan tersebut telah di umumkan kemarin. (Salah) Keputusan tersebut telah diumumkan kemarin. (Benar)
Contoh Kesalahan Penulisan “Di” Dipisah
Mereka menunggu dipintu masuk sejak pagi. (Salah) Mereka menunggu di pintu masuk sejak pagi. (Benar)
Ayah sedang bekerja dikantor cabang. (Salah) Ayah sedang bekerja di kantor cabang. (Benar)
Buku itu tertinggal ditas sekolah. (Salah) Buku itu tertinggal di tas sekolah. (Benar)
Kami bertemu diparkiran mall. (Salah) Kami bertemu di parkiran mal. (Benar)
Anak-anak bermain dilapangan sore tadi. (Salah) Anak-anak bermain di lapangan sore tadi. (Benar)
Penggunaan Kata “Di” yang Tepat
ditulis; bukan di tulis
dibeli; bukan di beli
ditempati; bukan di tempati
didatangi; bukan di datangi
dicintai; bukan di cintai
dialihkan; bukan di alihkan
dikejar; bukan di kejar
dibuat; bukan di buat
disampingi; bukan di sampingi
diminta; bukan di minta
di mana; bukan dimana
di luar; bukan diluar
di sana; bukan disana
di sini; bukan disini
di antara; bukan diantara
di akhir; bukan diakhir
di dalam; bukan di dalam
di depan; bukan didepan
di rumah; bukan dirumah
di sekitar; bukan disekitar
Terkait
Bagikan
Kelas Terlaris Tempo Institute
Tingkatkan skill menulis, jurnalistik, dan skill profesional lainnya lewat kelas terbaik pilihan kami.
Terlaris
Teknik Menulis untuk Pemula
Ghoida Rahmah, Moerat Sitompul
Pelajari langkah demi langkah menulis dari ide, angle, hingga paragraf yang menarik dan mudah dipahami pembaca.