Emosi, pesan, dan nilai budaya tidak hanya bisa disampaikan melalui kata atau karya tulis, tapi juga dapat tercermin dalam gerak tubuh. Oleh karena itu, pengertian seni tari tidak hanya berkaitan dengan keindahan gerakan, tapi juga tentang cara manusia mengekspresikan rasa melalui ritme dan ekspresinya.
Lewat pertunjukan gerak yang tertata, penonton diajak memahami makna di balik setiap langkah dan tindakan penari. Artikel berikut ini akan mengulas lebih dalam mengenai konsep tari, mulai dari pengertian, unsur, fungsi, hingga jenisnya. Simak informasi selengkapnya di bawah ini.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), seni tari adalah cabang kesenian yang menitikberatkan pada gerakan tubuh berirama dan umumnya diiringi bunyi-bunyian seperti musik atau gamelan. Bentuk kesenian ini menggunakan gerakan manusia sebagai media ungkap utama untuk menyampaikan ide dan perasaannya.
Secara umum, seni tari dipahami sebagai ekspresi keindahan dan makna melalui rangkaian gerak tubuh yang disusun secara sadar, bersifat elastis, dan ekspresif. Setiap unsur gerakannya disusun secara ritmis agar selaras dengan iringan musik dan mampu menghadirkan pengalaman estetik, hiburan, sekaligus wawasan bagi penonton.
Pemahaman tentang kesenian ini juga dapat berbeda-beda tergantung kacamata ahli. Adapun pengertian tari menurut para ahli adalah sebagai berikut:
Menurut Corrie Hartong, tari lahir dari dorongan perasaan kuat dalam diri manusia. Dorongan tersebut kemudian diwujudkan melalui rangkaian gerakan tubuh yang tersusun secara ritmis sebagai bentuk ungkapan batin.
Soedarsono memandang seni tari sebagai ekspresi jiwa manusia yang disalurkan lewat gerak berirama. Ungkapan tersebut berkaitan dengan emosi atau perasaan, sementara keindahan geraknya tercipta karena selaras dengan iringan musik. Perpaduan antara rasa dan ritme inilah yang membentuk sebuah karya seni yang mampu memikat penonton.
Sedangkan, Pangeran Suryadiningrat menjelaskan bahwa tari merupakan gerakan seluruh anggota tubuh yang dilakukan sejalan dengan irama musik. Setiap gerakan memiliki tujuan dan makna tertentu sebagai sarana penyampaian pesan.

Seni tari tidak dapat berdiri sendiri tanpa unsur-unsur utama yang saling melengkapi. Tiga elemen penting dalam kesenian gerak ini adalah:
Wiraga berkaitan dengan kemampuan tubuh penari dalam menampilkan gerakan tari seperti berdiri, duduk, melompat, dan berpindah tempat. Unsur ini menjadi elemen utama karena setiap tarian selalu diwujudkan melalui gerak fisik.
Setiap rangkaian gerak mengandung makna yang dirancang secara sadar. Oleh karena itu, peran koreografer sangat penting guna menciptakan susunan gerak yang indah dan komunikatif.
Unsur ini berhubungan dengan keselarasan antara gerakan dan iringan musik. Irama membantu penari menjaga tempo agar gerakan tidak terlalu cepat atau lambat.
Kesatuan antara tubuh dan musik akan menciptakan keharmonisan visual dan audio. Hal ini membuat penampilan akan terasa kaku dan kurang menyatu jika tanpa penguasaan irama.
Rasa menjadi bagian krusial dalam tema tari karena menitikberatkan pada penghayatan dan ekspresi perasaan penari dalam setiap gerakannya. Tanpa unsur ini, tarian akan tampak datar dan sulit menyentuh emosi penonton.
Ekspresi wajah dan dinamika gerak menjadi media utama penyampaian perasaan. Unsur ini mampu membuat penampilan terasa hidup dan bermakna.
Selain unsur utama, terdapat juga unsur pendukung tari yang berfungsi untuk memperkuat penampilan secara keseluruhan. Beberapa bagian tersebut adalah:
Sebagai salah satu bentuk kesenian, fungsi seni tari dalam kehidupan sosial dan budaya sangat penting. Selain sebagai hiburan, pertunjukan ini juga menjadi sarana komunikasi dan pelestarian nilai masyarakat. Berikut beberapa fungsinya:
Dalam fungsi tari ini, tarian disajikan secara terkonsep untuk dipentaskan di hadapan penonton. Karena itu, unsur keindahan koreografi menjadi fokus utama agar mampu menghibur dan menarik perhatian.
Gerakan tari tradisi juga sering kali digunakan dalam upacara adat maupun ritual keagamaan. Fungsinya menekankan pada nilai sakral dan kekhidmatan sebagai bentuk penghormatan kepada Yang Maha Kuasa.
Sementara pada fungsi hiburan, tarian bersifat lebih bebas dan tidak terlalu terikat aturan baku tertentu. Tujuan seni tari ini semata-mata memberikan kesenangan bagi pelaku maupun penontonnya.
Seni tari di masyarakat juga berfungsi sebagai sarana pergaulan, karena tarian menjadi media interaksi sosial yang komunikatif. Sementara dalam konteks kesenian, gerak tradisional berperan melestarikan identitas budaya daerah.

Di Indonesia, bentuk kesenian ini sangat beragam dan dapat dikelompokkan berdasarkan kriteria tertentu. Adapun jenis-jenis tari tersebut adalah sebagai berikut.
Tari tunggal dibawakan oleh satu orang penari sebagai pusat perhatian. Bentuk ini menonjolkan kemampuan individu dalam penguasaan gerak dan ekspresi.
Tarian pada jenis ini dimainkan oleh dua orang dengan komposisi peran tertentu. Dalam pertunjukan ini, interaksi antarpenari menjadi daya tarik utama.
Jenis tarian ini melibatkan banyak penari dengan pola gerak serempak. Kekompakan dan keselarasan pun menjadi kunci keindahan penampilan, seperti pada Tari Saman.
Ini adalah kesenian tari yang diwariskan secara turun-temurun dan mencerminkan nilai budaya daerah. Geraknya sarat makna filosofis, religius, dan adat istiadat.
Sementara itu, tarian kreasi baru merupakan hasil pengembangan dari bentuk tradisi atau ciptaan baru koreografer. Geraknya lebih fleksibel dan menyesuaikan dengan perkembangan zaman.
Adapun pengertian seni tari jenis kontemporer berarti menampilkan eksplorasi gerak simbolik dengan gaya bebas. Jenis ini sering dipadukan dengan musik modern dan gagasan konseptual.