Saat akan menulis sebuah karya ilmiah, peneliti akan mengumpulkan teori dan menempatkan hasil risetnya pada bidang keilmuan yang lebih luas. Karena itu, pemahaman mengenai literature review adalah fondasi penting yang menentukan kuat atau lemahnya sebuah penelitian ilmiah.
Jika peneliti tidak memahami metode ini dengan benar maka akan berisiko pada hasil riset yang kehilangan arah dan analisis tidak mendalam. Lantas, seperti apa sebenarnya literature review itu? Simak rangkuman informasi selengkapnya berikut ini.
Dalam dunia penelitian dan penulisan karya ilmiah, literature review dikenal juga dengan istilah tinjauan pustaka atau tinjauan literatur. Secara umum, kajian ini adalah proses analisis sekaligus evaluasi kritis terhadap berbagai penelitian terdahulu yang relevan dengan topik tertentu dalam suatu bidang keilmuan.
Isi tinjauan pustaka ini berupa kumpulan pembahasan teori, konsep, dan temuan penelitian yang berkaitan dengan fokus riset. Kumpulan teori tersebut kemudian dijadikan sebagai landasan dan bahan utama dalam menyusun karya ilmiah maupun menjalankan proses penelitian.
Melalui kajian literatur, penelitian ditempatkan dalam konteks akademik yang lebih luas. Penelitian yang dilakukan pun dapat berupa pengembangan dari studi sebelumnya atau mengeksplorasi topik baru yang belum banyak dikaji.
Salah satu jenis dari tinjauan pustaka ini adalah Systematic Literature Review (SLR). Perbedaan utama keduanya terletak pada metodologi, objektivitas, dan transparansi kajian.
SLR menjadikan penelitian agar lebih terstruktur dan dapat direplikasi. Sedangkan, literature review tradisional cenderung lebih naratif, subjektif, dilakukan untuk memberikan gambaran umum, dan tidak ditulis secara terstruktur seperti pada SLR.
Secara umum, kajian pustaka ini memiliki tujuan untuk memperkuat argumentasi dan meningkatkan validitas penelitian. Beberapa tujuan lainnya adalah sebagai berikut:
Selain tujuan tersebut, tinjauan literatur ini juga memiliki fungsi penting dalam menentukan arah dan kualitas penelitian, antara lain:

Terdapat berbagai jenis literature review yang dapat digunakan dalam penelitian. Masing-masing jenis tersebut memiliki karakteristik dan tujuan berbeda sesuai kebutuhan riset. Adapun macam-macam tinjauan itu adalah sebagai berikut:
Jenis ini menyajikan ringkasan hasil penelitian terdahulu secara deskriptif tanpa prosedur analisis yang ketat. Pendekatan ini sering digunakan untuk memberikan gambaran umum suatu topik penelitian.
Kajian sistematis menggunakan metode dan kriteria seleksi yang jelas dan terstruktur dalam meninjau literatur. Tujuannya adalah menghasilkan kesimpulan yang objektif dan dapat direplikasi untuk riset di masa depan.
Metode literature review ini memiliki tujuan untuk memetakan cakupan penelitian yang telah ada pada suatu topik. Hasilnya berfungsi dalam membantu peneliti memahami luas dan arah perkembangan kajian ilmiah.
Metode penelitian literature review ini menggabungkan data kuantitatif dari berbagai penelitian sejenis. Analisis statistiknya dipakai untuk memperoleh kesimpulan yang lebih kuat dan akurat terkait topik pembahasan.
Secara umum, struktur tinjauan pustaka terdiri atas pendahuluan, pembahasan utama, dan penutup. Bagian pendahuluan berisi gambaran umum topik dan ruang lingkup kajian.
Bagian pembahasan memuat analisis teori, konsep, serta hasil penelitian terdahulu yang relevan. Sementara itu, bagian penutup merangkum temuan utama sekaligus menunjukkan posisi penelitian yang sedang dilakukan.
Agar kajian pustaka tersusun dengan sistematis dan efektif, penting untuk mengetahui cara membuat literature review yang baik. Berikut adalah beberapa langkah penyusunannya:
Untuk menyusun sebuah kajian teori, langkah awal yang harus dilakukan adalah mengumpulkan sumber bacaan yang sesuai dengan topik penelitian. Sumber tersebut dapat berupa buku, jurnal ilmiah, atau publikasi akademik lain yang kredibel.
Seluruh literatur yang terkumpul kemudian dibaca dan diseleksi. Proses ini bertujuan guna menyaring dan memilih sumber paling relevan, lengkap, dan sesuai dengan fokus penelitian.
Selanjutnya, catat gagasan, teori, temuan, serta perbedaan pandangan dari literatur terpilih. Langkah ini penting karena akan menjadi bahan utama dalam penyusunan isi kajian pustaka.
Kerangka penulisan kemudian disusun mulai dari pendahuluan, pembahasan, hingga kesimpulan. Kerangka ini membantu penulisan tetap sistematis dan tidak keluar dari topik penelitian.
Terakhir, susun kajian pustaka berdasarkan data yang telah dianalisis. Gunakan bahasa yang jelas, ringkas, dan padat agar pembahasan mudah dipahami tanpa mengulang referensi secara berlebihan.

Dalam penelitian ilmiah, kajian literatur biasanya membahas teori utama yang mendasari topik penelitian. Penulis kemudian membandingkan hasil penelitian terdahulu untuk menemukan persamaan, perbedaan, serta celah penelitian. Adapun contohnya adalah sebagai berikut:
Pendahuluan
Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pengaruh perubahan iklim terhadap sektor pertanian. Topik tersebut menjadi krusial mengingat pertanian berperan sebagai penyedia utama pangan sekaligus sumber penghidupan bagi banyak negara.
Tinjauan Utama
1. Dampak Kenaikan Suhu
Smith (2018) mengemukakan bahwa peningkatan suhu global berkontribusi pada penurunan hasil panen hingga 15% di wilayah tropis.
Sementara itu, Jones (2019) menjelaskan bahwa komoditas utama seperti jagung dan gandum termasuk tanaman yang sangat sensitif terhadap suhu tinggi.
2. Perubahan Pola Curah Hujan
Green (2020) menyatakan bahwa perubahan pola curah hujan memicu kekeringan yang berdampak pada menurunnya produktivitas tanaman.
Di sisi lain, Brown et al. (2021) menemukan bahwa curah hujan berlebih dapat menyebabkan banjir yang merusak lahan pertanian dan mengganggu siklus tanam.
3. Strategi Adaptasi
Lee (2019) menyarankan pemanfaatan varietas tanaman yang tahan terhadap kekeringan sebagai upaya mengurangi dampak negatif perubahan iklim.
Selain itu, Brown et al. (2020) menekankan pentingnya penerapan teknologi irigasi yang efisien, seperti sistem irigasi tetes, untuk meningkatkan ketahanan pertanian.
Kesimpulan
Berbagai studi menunjukkan bahwa perubahan iklim memberikan dampak yang signifikan terhadap sektor pertanian. Namun demikian, penerapan strategi adaptasi yang tepat dapat membantu meminimalkan dampak tersebut. Oleh karena itu, penelitian lanjutan diperlukan untuk mengembangkan teknologi serta praktik pertanian yang lebih adaptif dan berkelanjutan.
Daftar Pustaka
Smith, J. (2018). Impact of Temperature Increase on Tropical Agriculture. Journal of Climate Change, 12(3), 45–60.
Jones, A. (2019). Vulnerability of Major Crops to Climate Change. Agricultural Studies, 22(2), 150–165.
Green, R. (2020). Rainfall Variability and Agricultural Production. Weather and Agriculture, 15(1), 75–88.
Brown, T., & Lee, M. (2020). Efficient Irrigation Techniques for Sustainable Agriculture. Water Resources Research, 30(4), 300–315.