Home   Blog  
Pengembangan Diri

  Saturday, 24 January 2026 10:00 WIB

Ingin Kuliah di Desain Grafis? Cek Mata Kuliah, Keunggulan dan Prospeknya

Author   Raden Putri
Ingin Kuliah di Desain Grafis? Cek Mata Kuliah, Keunggulan dan Prospeknya

Di zaman yang serba visual seperti sekarang, peran graphic designer semakin krusial dalam membentuk citra brand dan menyampaikan pesan secara efektif. Profesi ini tidak hanya bekerja soal estetika, tapi juga strategi komunikasi melalui visual yang tepat sasaran.

Paket Belajar dengan Kurikulum yang Dirancang Khusus cuma Setengah Harga

Oleh karena itu, tak heran jika kini jurusan desain grafis menjadi salah satu pilihan favorit bagi mereka yang ingin bekerja di industri kreatif dengan peluang karier luas. Artikel berikut akan mengulas lebih dalam mengenai apa itu desain grafis dan bagaimana keunggulan serta prospek kerjanya. Simak rangkuman informasinya berikut ini.

Apa Saja yang Dipelajari? Daftar Mata Kuliah Utama Desain Grafis

Graphic designer merupakan seorang profesional kreatif yang bertugas menghasilkan konten visual sesuai kebutuhan media, baik digital maupun cetak. Karya yang dihasilkannya dapat berupa logo, poster, konten media sosial, infografik, hingga materi promosi lain.

Sementara itu, secara keilmuan pengertian desain grafis adalah seni sekaligus praktik dalam menyampaikan informasi melalui perpaduan teks dan visual. Dalam dunia akademik, apa yang dimaksud dengan desain grafis adalah sebuah cabang ilmu yang mempelajari konsep, bentuk, komposisi, serta pemanfaatan elemen visual untuk menghasilkan komunikasi efektif.

Program studi desain grafika ini tidak hanya berfokus pada kemampuan menggambar, tapi juga pada penerapan seni visual sebagai sarana penyampaian pesan. Nantinya, mahasiswa akan dibekali pemahaman teori dan praktik yang berkaitan dengan strategi visual, estetika, dan kebutuhan industri kreatif.

Banner Survey Tempo Institute

Adapun daftar mata kuliah utama dalam desain grafis adalah sebagai berikut:

  • Dasar-dasar Desain
  • Fotografi
  • Desain Komunikasi Visual
  • Desain Web
  • Desain Produk
  • Ilustrasi
  • Animasi
  • Motion Graphics
  • Visual Branding
Graphic designer

Keunggulan Menjadi Mahasiswa Jurusan Desain Grafis

Mempelajari desain grafis memberi kesempatan luas untuk seseorang mengembangkan kreativitas sekaligus keterampilan praktik. Mahasiswa tidak hanya akan belajar teori, tapi juga dibekali kemampuan sesuai kebutuhan industri. Berikut adalah beberapa keunggulan menjadi mahasiswa program studi ini:

  • Ruang eksplorasi kreativitas yang luas, karena mahasiswa bebas menuangkan ide melalui ilustrasi, tipografi, fotografi, hingga desain digital.
  • Pembelajaran berbasis praktik dan proyek, sehingga portofolio bisa dibangun sejak dini dan menjadi bekal penting saat melamar kerja.
  • Relevan dengan perkembangan era digital, kini hampir semua bisnis membutuhkan konten visual untuk branding dan pemasaran.
  • Peluang freelance sejak masih kuliah, dengan kemampuan praktik mahasiswa bisa bekerja sejak masih kuliah baik sebagai desainer lepas, ilustrator, maupun content visual creator.
  • Skill fleksibel dan aplikatif, hal ini memungkinkan lulusannya beradaptasi di berbagai bidang kreatif tanpa terpaku pada satu profesi saja.

Peluang Kerja dan Jenjang Karier Lulusan Desain Grafis

Di era digital, keahlian visual dibutuhkan di hampir semua industri. Hal ini membuat lulusan desain desain grafis dan tenaga graphic designer semakin dicari industri.

Tugas utama mereka adalah menciptakan visual yang mampu menyampaikan pesan secara efektif dan menarik. Contoh pekerjaannya meliputi pembuatan logo, logo, desain media sosial, materi promosi, kemasan produk, hingga visual untuk website dan aplikasi. 

Dengan begitu, lulusan program studi ini dapat bekerja sebagai graphic designer, visual designer, brand designer, ilustrator, hingga UI designer. Jenjang kariernya pun cukup menjanjikan, mulai dari junior designer, senior designer, hingga posisi strategis seperti art director atau creative lead. 

Dari sisi penghasilan, gaji pemula umumnya berada di kisaran Rp 4–8 juta per bulan, tergantung lokasi dan skala perusahaan. Seiring bertambahnya pengalaman dan portofolio, pendapatan dapat meningkat hingga Rp 10–15 juta per bulan atau lebih, terutama bagi desainer spesialis atau yang menangani klien besar.

Selain bekerja di perusahaan, banyak lulusan bidang ini memilih jalur freelance atau membangun studio kreatif sendiri. Pendapatannya lebih bervariasi tergantung pada skala proyek yang dikerjakan.

Graphic designer

Perbedaan Jurusan Desain Grafis dan DKV yang Perlu Diketahui

Jurusan desain grafis dan Desain Komunikasi Visual (DKV) sering dianggap sama, padahal keduanya memiliki fokus keilmuan yang berbeda. Letak perbedaannya adalah desain grafis lebih menitikberatkan pada keterampilan teknis dalam menciptakan visual, seperti pengolahan layout, tipografi, ilustrasi, dan warna.

Sementara itu, DKV memiliki cakupan yang lebih luas karena membahas strategi komunikasi visual secara menyeluruh. Mahasiswa DKV tidak hanya belajar membuat visual, tetapi juga memahami pesan, audiens, media, serta konteks sosial dan budaya agar informasi dapat tepat sasaran.

Banner Artikel - Kelas Online Mahir Infografis

Desain grafis cenderung berorientasi pada eksekusi visual dan hasil akhir karya. Sebaliknya, DKV menggabungkan konsep, riset, hingga perencanaan komunikasi sebelum masuk ke tahap visualisasi.

Singkatnya, desain grafis fokus pada “bagaimana visual dibuat”, sedangkan DKV membahas “mengapa visual tersebut dibuat dan untuk siapa”. Perbedaan ini membuat lulusan keduanya memiliki peran yang saling melengkapi di industri kreatif.

Skill yang Dibutuhkan

Untuk dapat berkembang di bidang ini, mahasiswa perlu menguasai sejumlah keterampilan dasar guna menunjang proses kreatif dan profesionalisme kerja. Adapun beberapa keahlian desain grafis yang utama adalah sebagai berikut:

  • Kemampuan desain visual: memahami prinsip tata letak, komposisi, tipografi, serta harmoni warna agar menghasilkan visual yang menarik dan mudah dipahami audiens.
  • Penguasaan software desain: mampu menggunakan tools desain populer seperti Adobe Illustrator, Photoshop, InDesign, atau CorelDRAW sesuai kebutuhan proyek dan preferensi kerja.
  • Kreativitas: memiliki imajinasi serta pola pikir kreatif untuk menciptakan desain yang unik, relevan, dan berkarakter kuat.
  • Pemahaman target audiens: mampu menyesuaikan desain dengan tujuan komunikasi seperti meningkatkan awareness, engagement, hingga konversi.
  • Pemahaman branding: dapat menerjemahkan identitas dan nilai merek ke dalam elemen visual secara konsisten.
  • Adaptabilitas: siap mengikuti perkembangan tren desain dan teknologi terbaru di industri kreatif.
  • Kemampuan komunikasi: mampu berkolaborasi dengan klien, tim internal, maupun stakeholder lain untuk mewujudkan konsep visual yang sesuai kebutuhan.
Banner Kelas Bundling


Bagikan