Home   Blog  
Menulis

  Tuesday, 06 January 2026 10:00 WIB

Cara Menulis Footnote dari Jurnal yang Benar (Panduan Lengkap & Contoh)

Author   Raden Putri
Cara Menulis Footnote dari Jurnal yang Benar (Panduan Lengkap & Contoh)

Cara menulis footnote dari jurnal merupakan keterampilan penting dalam penulisan karya ilmiah agar sumber rujukan tercantum dengan jelas dan akurat. Catatan kaki ini berbeda dengan daftar pustaka, namun sama-sama berfungsi untuk menginformasikan sumber referensi dan kutipan kepada pembaca.

Promo Hemat Belajar Diskon 20 Persen

Dengan memahami ketentuan ini, penulis dapat menunjukkan kredibilitas data sekaligus menghindari tuduhan plagiarisme pada hasil tulisannya. Artikel berikut ini akan mengulas informasi tentang tata cara menulis footnote dari buku, jurnal, hingga skripsi. Simak rangkuman informasi selengkapnya berikut ini.

Pengertian Footnote (Catatan Kaki) dalam Karya Ilmiah

Footnote atau catatan kaki adalah keterangan sumber yang diletakkan di bagian bawah halaman karya ilmiah. Footnote berfungsi untuk menunjukkan asal kutipan, data, atau pendapat yang digunakan penulis dalam pembahasannya. 

Dalam penulisan akademik, catatan kaki ini berguna untuk membantu pembaca menelusuri sumber asli data secara langsung. Penulisan sumber di bagian bawah karya ilmiah ini umumnya digunakan pada skripsi, tesis, disertasi, dan artikel ilmiah.

Cara menulis footnote dari jurnal internasional harus mengikuti format tertentu agar informasinya lengkap dan tidak menimbulkan ambiguitas. Penulisan ini mencakup nama penulis, judul artikel, identitas jurnal, dan halaman yang dikutip. 

Banner Survey Tempo Institute

Banyak mahasiswa mencari contoh footnote dari jurnal online sebagai referensi praktis. Selain jurnal, prinsip cara menulis footnote dari skripsi juga serupa, hanya berbeda pada jenis sumber yang digunakan.

Unsur-unsur Penting dalam Menulis Footnote Jurnal

Penulisan catatan kaki harus dilakukan dengan cermat karena berkaitan langsung dengan karya orang lain. Oleh sebab itu, penulis perlu memastikan setiap unsur penting tercantum secara lengkap dan konsisten. Unsur-unsur tersebut adalah sebagai berikut:

1. Nama Penulis

Nama penulis dicantumkan untuk menunjukkan kepemilikan gagasan atau temuan ilmiah yang dikutip. Penulisan nama dilakukan tanpa gelar dan umumnya mengikuti urutan nama asli penulis.

2. Judul Tulisan

Identitas utama sumber rujukan yang digunakan terletak pada judul artikel jurnal atau tulisan. Penulisannya harus sesuai ejaan asli dan biasanya dicetak miring atau diberi tanda kutip, tergantung gaya sitasi.

3. Tahun Terbit

Unsur ini menunjukkan waktu publikasi jurnal tersebut. Informasi ini penting agar pembaca dapat membedakan sumber dengan judul serupa tetapi diterbitkan pada tahun berbeda.

4. Nomor Halaman yang Dikutip

Nomor halaman menjadi unsur penting yang menjelaskan lokasi spesifik kutipan dalam artikel yang dikutip. Unsur ini memudahkan pembaca melakukan verifikasi langsung terhadap pernyataan yang dirujuk.

Cara menulis footnote dari jurnal

Aturan Penulisan Footnote dari Jurnal Nasional dan Internasional

Penulisan catatan kaki dalam jurnal nasional dan internasional pada dasarnya memiliki prinsip yang sama, yaitu mencantumkan identitas sumber secara lengkap. Perbedaannya terletak pada gaya sitasi yang digunakan, seperti Chicago Style, APA, atau Turabian. 

Jurnal internasional umumnya mensyaratkan format bahasa Inggris dan penulisan volume serta nomor edisi yang konsisten. Selain itu, jurnal online internasional sering mewajibkan pencantuman DOI atau tautan akses resmi. 

Adapun beberapa jenis gaya sitasi yang umum digunakan adalah sebagai berikut:

1. Chicago Style

Gaya sitasi yang umum digunakan dalam bidang sejarah, seni, dan humaniora, dengan dua sistem utama yaitu notes-bibliography (footnote) dan author-date. Gaya ini menekankan kelengkapan informasi sumber agar mudah ditelusuri oleh pembaca.

2. APA Style

Banyak digunakan dalam ilmu sosial, psikologi, dan pendidikan, dengan sistem sitasi author-date di dalam teks. Gaya ini menekankan kejelasan tahun publikasi untuk menunjukkan relevansi dan kebaruan sumber.

3. Turabian Style 

Merupakan turunan dari Chicago Style yang disederhanakan untuk keperluan mahasiswa. Gaya ini sering digunakan dalam penulisan skripsi dan tesis karena lebih praktis namun tetap mengikuti kaidah akademik.

Contoh Penulisan Footnote Jurnal dengan 1 Penulis atau Lebih

Untuk memahami lebih lanjut mengenai tata cara penulisan catatan kaki dari jurnal, simak contoh penerapannya berikut ini berdasarkan jumlah pengarang:

1. Cara Menulis Catatan Kaki dari Jurnal dengan 1 Penulis

Format untuk mengutipnya adalah: Nama Belakang, Nama Depan, “Judul Artikel,” Nama Jurnal volume, no. edisi (tahun): halaman.

Contoh:

Nugroho, Adi, “Peran Media Digital dalam Komunikasi Publik,” Jurnal Ilmu Komunikasi 12, no. 1 (2022): 34

2. Cara Menulis Footnote dari Jurnal 2 Penulis

Formatnya: Nama Penulis Pertama dan Nama Penulis Kedua, “Judul Artikel,” Nama Jurnal volume, no. edisi (tahun): halaman.

Contoh:

Putri, Diah dan Rina Sari, “Strategi Public Relations di Era Digital,” Jurnal Komunikasi 10, no. 2 (2021): 78.

3. Cara Menulis Footnote dari Jurnal 3 Penulis

Formatnya: Nama Penulis Pertama, Penulis Kedua, dan Penulis Ketiga, “Judul Artikel,” Nama Jurnal volume, no. edisi (tahun): halaman.

Contoh: Hasan, Ali, Budi Santoso, dan Rika Lestari, “Manajemen Reputasi Online,” Jurnal PR Indonesia 5, no. 1 (2020): 15.

4. Cara Menulis Footnote dari Jurnal 4 Penulis

Formatnya: Nama Penulis Pertama et al., “Judul Artikel,” Nama Jurnal volume, no. edisi (tahun): halaman.

Contoh: Wijaya, Andi et al., “Digital Branding Strategy,” Jurnal Media 8, no. 2 (2019): 60.

5. Cara Menulis Footnote dari Jurnal 5 Penulis atau Lebih

Formatnya: Nama Penulis Pertama et al., “Judul Artikel,” Nama Jurnal volume, no. edisi (tahun): halaman.

Contoh: Pratama, Riko et al., “Komunikasi Krisis di Media Sosial,” Jurnal Komunikasi Massa 14, no. 3 (2023): 102.

Cara menulis footnote dari jurnal

Perbedaan Footnote, Endnote, dan Daftar Pustaka

Penulisan sumber referensi pada sebuah karya tulis ilmiah dibedakan dalam beberapa jenis, di antaranya adalah footnote, endnote, dan daftar pustaka. Adapun perbedaan ketiganya adalah sebagai berikut:

1. Footnote

Merupakan keterangan sumber rujukan yang dituliskan di bagian bawah halaman tempat kutipan digunakan. Catatan ini memudahkan pembaca untuk langsung mengetahui asal sumber tanpa harus berpindah halaman.

2. Endnote

Endnote memiliki fungsi yang sama dengan footnote, tetapi penempatannya berada di akhir bab atau di bagian akhir dokumen. Jenis catatan ini biasanya digunakan untuk menjaga tampilan halaman tetap ringkas.

3. Daftar Pustaka

Daftar pustaka berisi seluruh sumber yang digunakan dalam karya ilmiah tanpa mencantumkan nomor halaman kutipan. Bagian ini berfungsi sebagai rujukan lengkap dan tidak menunjukkan lokasi kutipan secara spesifik.

Cara Menggunakan Istilah Ibid, Op. Cit, dan Loc. Cit

Saat menggunakan gaya sitasi Chicago Style, kamu perlu memahami istilah dalam tata cara penulisan catatan kakinya, yakni Ibid, Op.Cit, dan Loc. Cit. Adapun penjelasannya adalah sebagai berikut:

1. Ibid

Banner Kelas Online Menulis Artikel Ilmiah Populer

Ibid digunakan ketika sumber yang dikutip sama persis dengan footnote sebelumnya dan tidak diselingi oleh sumber lain. Istilah ini membantu menghindari pengulangan penulisan identitas sumber secara lengkap.

2. Op. Cit

Op. Cit dipakai untuk merujuk kembali pada sumber yang sama, tetapi telah diselingi oleh sumber lain sebelumnya. Penulis biasanya menambahkan nama penulis dan nomor halaman agar rujukan tetap jelas.

3. Loc. Cit

Loc. Cit digunakan jika sumber dan nomor halaman yang dirujuk sama dengan kutipan sebelumnya meskipun telah diselingi sumber lain. Istilah ini kini jarang digunakan, tetapi masih ditemukan dalam karya ilmiah tertentu.

Banner Kelas Bundling


Bagikan