Home   Blog  
Menulis

  Saturday, 14 February 2026 12:00 WIB

Aturan Penggunaan Kata Di: Kapan Harus Dipisah dan Kapan Disambung?

Author   Raden Putri
Aturan Penggunaan Kata Di: Kapan Harus Dipisah dan Kapan Disambung?

Apakah kamu masih suka bingung saat akan menulis kata “di” harus dipisah atau disambung? Kesalahan kecil dalam penggunaan kata di ternyata bisa mengubah makna sekaligus membuat tulisan terlihat kurang rapi. 

Banner Dobel Promo Valentine

Agar tidak keliru, penting untuk memahami aturan lengkap mengenai penggunaan kata di yang benar. Rangkuman informasi tentang materi tersebut dapat dilihat pada artikel berikut ini. Yuk, simak!

Cara Penulisan Kata “Di” yang Dipisah (Kata Depan)

Jika berfungsi sebagai preposisi atau kata depan, penulisan kata di yang benar harus terpisah dari unsur setelahnya. “Di” ditulis secara terpisah apabila berada sebelum nomina yang menunjukkan tempat, waktu, nama lokasi, atau keterangan posisi.

Dalam praktiknya, bentuk ini seringkali dapat digantikan dengan kata “dari” tanpa mengubah struktur kalimat. Contohnya, “di sini” bisa menjadi “dari sini”, sesuai kebutuhan penulis.

Namun, bentuk tersebut tidak bisa diubah menjadi verba aktif dengan imbuhan me-. Misalnya, “di sana” tidak mungkin berubah menjadi “mesana”. Agar lebih mudah dipahami, perhatikan poin aturan berikut:

Paket Belajar dengan Kurikulum yang Dirancang Khusus cuma Setengah Harga
  • Jika berperan sebagai preposisi, penulisan “di” dipisah dari kata setelahnya.
  • Digunakan sebelum penanda tempat, waktu, atau lokasi tertentu.
  • Tidak dapat diubah menjadi bentuk aktif berimbuhan me-.

Pada konteks ini, mengapa bentuk tersebut tidak bisa diubah menjadi bentuk aktif? Karena unsur setelahnya bukan verba pasif, melainkan penanda tempat atau keterangan. Simak contohnya berikut ini:

  • Ayah menunggu di terminal sejak pagi.
  • Buku itu tertinggal di meja ruang tamu.
  • Mereka berkumpul di desa setiap akhir pekan.

Jika dipaksakan memiliki imbuhan me-, seperti “menterminal”, “memeja”, atau medesa”, maka arti katanya akan hilang dan menjadi tidak logis. 

penggunaan kata di

Cara Penulisan Kata “Di” yang Disambung (Awalan)

Berbeda dengan fungsi sebelumnya, “di” sebagai awalan harus ditulis secara bersambung dengan unsur setelahnya. Hal ini digunakan untuk membentuk verba pasif. 

Terdapat dua poin utama yang perlu diperhatikan:

  • Menunjukkan fungsi sebagai imbuhan pembentuk pasif.
  • Penggunaan di yang diikuti kata kerja pasif dapat diubah menjadi bentuk aktif dengan tambahan imbuhan me-.

Rumusnya sederhana, yakni:

Kelas Online Teknik Menulis untuk Pemula

di + verba pasif = ditulis serangkai/sambung

Karena termasuk bentuk berimbuhan, verba pasif ini pun bisa diubah menjadi kata kerja aktif. Berikut contohnya:

  • Pintu itu dibuka oleh petugas. → Petugas membuka pintu itu.
  • Suratnya sudah dikirim kemarin. → Ia mengirim surat itu kemarin.
  • Ruangan ini sedang dibersihkan. → Petugas sedang membersihkan ruangan ini.

Contoh Kesalahan Umum Penulisan Kata “Di”

Kesalahan biasanya muncul karena sulit membedakan fungsi “di” sebagai preposisi atau imbuhan. Simak contoh kesalahan umum penulisannya berikut ini:

Contoh Kesalahan Penulisan “Di” Disambung

  1. Proposal itu sudah di setujui pimpinan. (Salah)
    Proposal itu sudah disetujui pimpinan. (Benar)
  2. Paket tersebut belum di kirim ke alamat tujuan. (Salah)
    Paket tersebut belum dikirim ke alamat tujuan. (Benar)
  3. Masalah itu harus segera di selesaikan. (Salah)
    Masalah itu harus segera diselesaikan. (Benar)
  4. Gedung tua itu akan segera di renovasi. (Salah)
    Gedung tua itu akan segera direnovasi. (Benar)
  5. Keputusan tersebut telah di umumkan kemarin. (Salah)
    Keputusan tersebut telah diumumkan kemarin. (Benar)

Contoh Kesalahan Penulisan “Di” Dipisah

  1. Mereka menunggu dipintu masuk sejak pagi. (Salah)
    Mereka menunggu di pintu masuk sejak pagi. (Benar)
  2. Ayah sedang bekerja dikantor cabang. (Salah)
    Ayah sedang bekerja di kantor cabang. (Benar)
  3. Buku itu tertinggal ditas sekolah. (Salah)
    Buku itu tertinggal di tas sekolah. (Benar)
  4. Kami bertemu diparkiran mall. (Salah)
    Kami bertemu di parkiran mal. (Benar)
  5. Anak-anak bermain dilapangan sore tadi. (Salah)
    Anak-anak bermain di lapangan sore tadi. (Benar)

Penggunaan Kata “Di” yang Tepat

  1. ditulis; bukan di tulis
  2. dibeli; bukan di beli
  3. ditempati; bukan di tempati
  4. didatangi; bukan di datangi
  5. dicintai; bukan di cintai
  6. dialihkan; bukan di alihkan
  7. dikejar; bukan di kejar
  8. dibuat; bukan di buat
  9. disampingi; bukan di sampingi
  10. diminta; bukan di minta
  11. di mana; bukan dimana
  12. di luar; bukan diluar
  13. di sana; bukan disana
  14. di sini; bukan  disini
  15. di antara; bukan diantara
  16. di akhir; bukan diakhir
  17. di dalam; bukan di dalam
  18. di depan; bukan didepan
  19. di rumah; bukan dirumah
  20. di sekitar; bukan disekitar


Bagikan