Home   Blog  
Pengembangan Diri

  Wednesday, 11 February 2026 12:00 WIB

Apa itu Seni Rupa Terapan? Ini Pengertian dari Ahli, Fungsi, dan Contohnya

Author   Raden Putri
Apa itu Seni Rupa Terapan? Ini Pengertian dari Ahli, Fungsi, dan Contohnya

Keindahan karya seni tidak selalu tentang apa yang dipajang, tapi juga bisa hadir dalam bentuk benda-benda yang digunakan setiap hari. Inilah alasan mengapa seni rupa terapan menjadi bagian erat dari kehidupan manusia, karena memadukan nilai estetis dengan fungsi nyata.

Banner Dobel Promo Valentine

Melalui karya terapan, seni tidak lagi hanya bisa dinikmati secara visual, tapi juga memberikan manfaat langsung bagi kehidupan. Artikel berikut ini akan mengulas lebih dalam mengenai pengertian seni rupa terapan, fungsi, hingga contohnya. Simak rangkuman informasi selengkapnya di bawah ini.

Pengertian Seni Rupa Terapan (Applied Art)

Secara umum, seni rupa terapan yaitu karya seni yang lebih mementingkan kegunaan praktis disamping estetikanya. Jadi, bentuk ini tidak hanya dibuat semata-mata untuk dipandang, tapi juga sebagai bagian dari kebutuhan hidup manusia.

Selain itu, seni rupa terapan memiliki pengertian lain sebagai cabang kesenian yang menggabungkan perpaduan unsur estetika dan fungsionalitas. Oleh karena itu, applied art ini banyak dijumpai dalam aktivitas harian karena mampu memenuhi fungsi keindahan sekaligus pemakaian.

Di Indonesia, karya seni terapan tumbuh dan berkembang dalam beragam wujud yang lekat dengan budaya nusantara. Berbagai hasil kerajinan ini dimanfaatkan sebagai peralatan rumah tangga, sara berburu, hingga perlengkapan bertani.

Paket Belajar dengan Kurikulum yang Dirancang Khusus cuma Setengah Harga

Contohnya dapat dilihat pada batik, tenun, keramik, ukiran kayu, serta perhiasan perak yang sarat makna simbolis. Setiap karya terapan ini tidak hanya mencerminkan keterampilan teknis, tapi juga representasi nilai tradisi dan identitas masyarakat.

Sejarah Singkat Perkembangan Seni Rupa Terapan di Indonesia

Sejak masa lampau, karya seni rupa terapan telah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Penggunaan batik pada lingkungan kerajaan serta ukiran kayu pada bagunan tradisional menunjukkan bahwa fungsi dan estetika sudah menyatu sejak awal perkembangannya.

Seiring berjalannya waktu, bentuk-bentuk tersebut terus berkembang mengikuti kemajuan teknologi dan selera visual masyarakat. Memasuki era modern, karya terapan Indonesia mulai beradaptasi dengan pengaruh global tanpa meninggalkan akar budaya lokal. 

Kehadiran teknologi digital dan media sosial membuka peluang baru bagi perajin dan desainer untuk memperkenalkan hasil karya ke pasar internasional. Di saat yang sama, unsur tradisional tetap dipertahankan sebagai ciri khas bangsa.

Perkembangan ini terlihat dari munculnya berbagai inovasi yang mengombinasikan nilai tradisi dengan desain kontemporer. Batik modern yang diaplikasikan pada busana masa kini menjadi contoh nyata bagaimana karya terapan mampu mengikuti zaman. 

Dengan pendekatan tersebut, kesenian terapan tetap relevan sekaligus berperan penting dalam pelestarian budaya Nusantara.

Seni rupa terapan

Fungsi Seni Rupa Terapan: Estetis vs Praktis

Nilai keindahan dan kegunaan menjadi dasar penciptaan suatu karya terapan sehingga hasilnya dapat dinikmati secara visual dengan manfaat tertentu. Berikut dua fungsi seni terapan yang utama:

Fungsi Estetis

Fungsi estetis berkaitan dengan kemampuan karya terapan dalam memperindah lingkungan sekitar melalui bentuk, warna, dan motifnya. Unsur visual ini mampu menghadirkan suasana tertentu serta memberi nilai artistik pada ruang atau benda yang digunakan. 

Contoh dari fungsi estetis  dalam seni rupa terapan adalah kain batik bermotif khas yang tidak hanya dipakai sebagai busana, tetapi juga dijadikan elemen dekorasi interior.

Fungsi Praktis

Selain menghadirkan keindahan, karya terapan juga dirancang untuk menunjang kebutuhan hidup sehari-hari. Fungsi ini menekankan aspek kenyamanan, ketahanan, dan kemudahan penggunaan dalam berbagai aktivitas. 

Contohnya terlihat pada anyaman bambu yang diolah menjadi perabot rumah tangga fungsional sekaligus memiliki tampilan menarik.

Kategori Seni Rupa Terapan

Karya seni ini hadir dalam berbagai kategori yang sesuai dengan fungsi serta bidang penerapannya. Adapun beberapa jenis seni terapan adalah sebagai berikut:

1. Desain

Jenis seni terapan ini berfokus pada perancangan visual hingga penciptaan benda pakai untuk kebutuhan sehari-hari. Prosesnya melibatkan pemikiran konseptual agar hasil akhir tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga efektif digunakan. 

Karya desain visual seringkali bersifat personal atau terbatas pada kebutuhan tertentu sesuai permintaan pencipta atau pengguna. Contohnya meliputi desain produk, kemasan, hingga media promosi seperti brosur.

2. Arsitektur

Arsitektur termasuk dalam karya terapan karena menggabungkan unsur keindahan dan fungsi pada bangunan. Setiap hunian atau gedung dirancang agar nyaman digunakan sekaligus memiliki nilai visual yang harmonis. 

Banyak bangunan tempat tinggal modern merupakan hasil penerapan prinsip ini secara tidak langsung. Selain itu, berbagai monumen dan bangunan bersejarah di Indonesia menjadi bukti pencapaian estetika terapan yang tinggi.

3. Kriya Terapan

Salah satu jenis karya seni rupa terapan adalah seni kriya yang disebut juga sebagai kerajinan tangan. Ini merupakan karya dihasilkan melalui keterampilan tangan dengan tingkat ketelitian dan keahlian khusus. 

Produk kriya umumnya memiliki nilai guna tinggi karena dirancang untuk dipakai dalam kehidupan sehari-hari. Proses pembuatannya pun menuntut kesabaran serta penguasaan teknik tertentu, seperti pada berbagai produk keramik termasuk piring, gelas, vas, hingga teko.

4. Pakaian dan Perlengkapan Busana

Bentuk terapan yang paling dekat dengan kehidupan manusia adalah busana. Di Indonesia, karya dalam kategori ini berkembang dari pakaian tradisional hingga mode modern yang mengikuti tren global. 

Setiap busana tidak hanya berfungsi sebagai pelindung tubuh, tetapi juga sebagai media ekspresi budaya dan identitas. Pakaian adat daerah menjadi contoh warisan yang masih dilestarikan hingga kini.

5. Patung Terapan

Kategori selanjutnya adalah patung yang dapat digolongkan sebagai karya terapan apabila diciptakan dengan tujuan fungsional tertentu. Selain menampilkan bentuk artistik, patung jenis ini berperan sebagai media edukasi atau penanda sejarah. 

Contohnya, replika manusia purba di museum memberikan gambaran kondisi manusia masa lampau kepada masyarakat. Dengan demikian, patung tersebut tidak hanya bernilai estetis, tetapi juga memiliki fungsi informatif.

Contoh Benda Seni Rupa Terapan di Sekitar Kita

Contoh seni rupa terapan mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari karena menyatu dengan berbagai aktivitas manusia. Adapun beberapa contohnya adalah sebagai berikut:

1. Keramik

Salah satu hasil terapan yang telah dikenal sejak zaman dahulu adalah keramik. Selain memiliki bentuk dan motif menarik, benda ini dimanfaatkan sebagai peralatan rumah tangga maupun hiasan, seperti guci dan piring dekoratif.

2. Batik

Batik adalah warisan budaya Indonesia yang telah diakui secara internasional. Kain bermotif ini digunakan sebagai busana sekaligus mencerminkan identitas dan filosofi budaya daerah.

3. Anyaman

Serat tumbuhan atau bahan sintetis yang dirangkai dengan teknik tertentu ini disebut sebagai anyaman. Hasilnya berupa benda fungsional dengan nilai visual tinggi, seperti kursi rotan dan tampah.

4. Perhiasan Perak

Perhiasan perak tidak hanya berfungsi sebagai aksesori, tetapi juga memiliki nilai artistik tinggi. Motif dan teknik pembuatannya sering kali mencerminkan kekayaan budaya lokal.

5. Furnitur Kayu Ukir

Sementara itu, furnitur kayu ukir menggabungkan fungsi perabot dengan sentuhan seni tradisional. Lemari atau kursi ukir mampu mempercantik ruangan sekaligus digunakan dalam jangka panjang.


Bagikan