Menulis opini dan mengirimkannya ke media massa adalah salah satu cara efektif untuk menyuarakan gagasan serta memengaruhi pemikiran publik lewat platform besar. Jika kamu ingin tahu cara menulis opini ke media massa agar bisa dilirik redaksi dan dimuat, panduan ini akan membantumu dari nol hingga naskah siap kirim.
Ikuti langkah-langkah praktiknya, mulai dari pemilihan topik sampai mencari teknik argumentasi yang menarik perhatian editor. Simak rangkuman informasi selengkapnya berikut ini,
Artikel opini adalah sebuah tulisan berisi pandangan, gagasan, pendapat, atau penilaian penulis terhadap isu tertentu. Jenis tulisan ini biasanya dipublikasikan di media massa, seperti koran, majalah, atau portal berita online.
Tujuan dari tulisan ini adalah menyampaikan sudut pandang pribadi namun tetap disertai dengan alasan dan logika yang kuat guna meyakinkan pembaca serta memperkaya diskusi publik. Selain itu, opini juga membantu pembaca memahami isu secara lebih mendalam karena menggabungkan perspektif subjektif penulis dengan fakta atau data pendukung.
Dalam literasi media, opini berperan penting karena mendorong partisipasi publik dalam wacana sosial, politik, dan budaya yang relevan dengan kehidupan masyarakat luas. Melalui artikel ini, pembaca diajak untuk berpikir kritis, menimbang berbagai sudut pandang, serta tidak sekadar menerima informasi secara pasif.
Menentukan topik akan sangat memengaruhi peluang sebuah opini untuk dimuat di media massa. Redaktur umumnya mencari tulisan yang relevan dengan kebutuhan pembaca dan memiliki nilai kebaruan. Berikut beberapa tips penting dalam memilih topik:
Topik opini sebaiknya berkaitan dengan isu terkini, seperti kebijakan publik terbaru, fenomena sosial yang sedang ramai dibicarakan. Topik itu bisa juga berasal dari peristiwa yang memunculkan pro dan kontra di tengah masyarakat.
Redaktur biasanya lebih tertarik pada isu menyentuh kepentingan publik. Hindari topik yang sekadar pengalaman personal karena cakupannya terlalu sempit.
Opini yang mengulas konflik, perubahan, atau ketimpangan biasanya memiliki daya tarik lebih kuat. Ini karena topik relevan dengan fungsi media sebagai pengawas sosial.
Tulisan yang menawarkan perspektif berbeda atau analisis segar terhadap isu populer cenderung lebih dilirik dibanding opini dengan hanya mengulang pendapat umum.
Hindari topik terlalu luas agar pembahasan tetap tajam dan tidak melebar. Dengan begitu, argumen lebih mudah dipahami redaksi dan pembaca.
Agar gagasan tersampaikan dengan baik, maka opini harus dibuat dengan struktur yang jelas. Adapun struktur penulisan ideal adalah sebagai berikut:
Judul adalah elemen pertama yang dilihat oleh redaktur, karena itu judul harus merepresentasikan isu utama sekaligus memancing rasa ingin tahu pembaca. Pilihan kata akan menentukan kesan pertama terhadap keseluruhan tulisan.
Lead berfungsi mengenalkan topik pembahasan dan langsung mengarah pada inti persoalan. Paragraf pembuka yang ringkas dan fokus membuat pembaca terdorong untuk melanjutkan membaca.
Pada bagian ini, gagasan utama dikembangkan melalui argumen dengan didukung data, referensi, atau contoh konkret. Alur logis antarparagraf akan memperkuat posisi pendapat yang disampaikan.
Paragraf akhir berisi rangkuman argumen sekaligus memberikan penegasan sikap atau refleksi terhadap isu yang dibahas. Penutup kuat akan meninggalkan kesan mendalam bagi pembaca.

Agar opini tidak hanya berisi pendapat pribadi, artikel juga harus dilengkapi dengan bukti dan argumentasi berbasis data. Hal ini penting untuk memperkuat posisi penulis di hadapan pembaca dan redaksi.
Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan saat menyusun argumentasi berbasis data:
Tulisan opini yang dimuat di media harus menggunakan gaya bahasa yang jelas, logis, dan sopan. Hindari kata kasar, ujaran kebencian, atau serangan pribadi karena ini bisa membuat tulisan ditolak atau disunting terlalu banyak.
Media massa biasanya mengharapkan penggunaan bahasa baku komunikatif agar pesan tersampaikan secara luas kepada pembaca umum. Etika penulisan juga mencakup penghormatan terhadap fakta dan sumber, jangan sampai memutarbalikkan data atau membuat klaim tanpa bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.
Riset media penting dilakukan penulis untuk menyesuaikan gaya tulisan dengan karakter dan kebutuhan redaksi. Dengan memahami media sasaran, peluang opini untuk diterima semakin besar. Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan saat riset media.
Dengan membaca tulisan opini yang sudah diterbitkan media, kamu bisa memahami gaya bahasa media tersebut. Perhatikan juga panjang tulisan serta jenis isu yang sering diangkat agar naskahmu tidak melenceng dari karakter media.
Setiap media memiliki kecenderungan tema, nilai, dan sudut pandang tertentu dalam menyikapi sebuah isu. Memahami arah editorial membantu penulis menentukan posisi argumen agar lebih relevan dan kontekstual.
Pedoman penulisan biasanya memuat aturan teknis seperti jumlah kata, format naskah, dan cara pengiriman artikel. Mengikuti aturan ini penting agar tulisanmu tidak gugur hanya karena masalah teknis.
Hasil riset media dapat digunakan untuk menentukan sudut pandang paling sesuai dengan kebutuhan redaksi. Angle yang tepat akan membuat opini terasa lebih nyambung dengan pembaca dan meningkatkan peluang dimuat.
Pengiriman naskah opini biasanya dilakukan melalui email resmi media massa. Berikut adalah daftar alamat email redaksi dari media populer di Indonesia: