Home   Blog  
Pengembangan Diri

  Monday, 02 February 2026 14:00 WIB

Struktur Teks Negosiasi Lengkap dengan Contoh Singkatnya

Author   Raden Putri
Struktur Teks Negosiasi Lengkap dengan Contoh Singkatnya

Dalam kehidupan sehari-hari, kita seringkali dihadapkan dengan situasi yang mengharuskan melakukan tawar-menawar untuk mencari kesepakatan bersama. Di sinilah teks negosiasi berperan sebagai sarana komunikasi untuk menyatukan perbedaan kepentingan tersebut secara bijak.

Banner Promo Payday Januari Blog Tempo Institute

Melalui teks ini, setiap pihak dapat menyampaikan keinginan sekaligus mencari jalan tengah yang saling menguntungkan. Namun, apa sebenarnya pengertian teks negosiasi tersebut? Untuk informasi selengkapnya, simak rangkumannya berikut ini.

Apa Itu Teks Negosiasi?

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), negosiasi adalah proses tawar-menawar dengan jalan berunding untuk mencapai kesepakatan bersama antara satu pihak dan pihak lain. Kegiatan ini juga menjadi salah satu proses penyelesaian sengketa secara damai melalui perundingan antara pihak bersengketa.

Sementara itu, menurut Priyatni dan Harsiati, teks negosiasi adalah tulisan yang memaparkan proses tawar-menawar melalui perundingan antara dua pihak. Tujuan utamanya adalah mencapai kesepakatan bersama antara pihak pertama dan kedua yang terlibat dalam proses tersebut.

Secara umum, teks ini menjadi bentuk interaksi sosial yang berfungsi sebagai media penyelesaian masalah akibat perbedaan kepentingan. Masing-masing pihak berupaya berkomunikasi dan mencari solusi terbaik tanpa merugikan satu sama lain.

Paket Belajar dengan Kurikulum yang Dirancang Khusus cuma Setengah Harga

Dengan begitu, tujuan teks negosiasi adalah untuk mencapai mencapai kesepakatan bersama atas perbedaan kepentingan. Selain itu, teks ini juga berfungsi menjaga hubungan baik antar pihak melalui komunikasi yang efektif.

Ciri-Ciri Teks Negosiasi yang Membedakannya dari Teks Lain

Terdapat sejumlah karakteristik yang membedakan tulisan ini dengan jenis teks lain. Ciri-ciri teks negosiasi adalah sebagai berikut:

  • Disajikan dalam bentuk dialog dan pada kondisi tertentu dapat berupa proposal penawaran, tergantung pada konteks dan kebutuhan.
  • Melibatkan minimal dua pihak yang saling berinteraksi, sehingga percakapan satu arah tidak termasuk dalam bentuk perundingan.
  • Merupakan kegiatan komunikasi yang dapat dilakukan secara lisan maupun tertulis, baik langsung maupun tidak langsung.
  • Muncul akibat adanya perbedaan kepentingan yang memerlukan penyelesaian bersama.
  • Karakteristik teks negosiasi selanjutnya adalah berorientasi pada pencapaian kesepakatan, sehingga prosesnya tidak berhenti sebelum keputusan akhir diperoleh.

Adapun jenis-jenis teks negosiasi mencakup jual beli, kerja sama bisnis, penyelesaian konflik, hingga perjanjian kerja. Setiap jenis disesuaikan dengan konteks dan kebutuhan pihak yang terlibat.

Teks negosiasi

Struktur Teks Negosiasi yang Benar

Secara umum, jenis teks ini tersusun atas beberapa bagian utama yang saling berkaitan. Setiap struktur teks negosiasi memiliki fungsi penting dalam mengarahkan pembaca menuju kesepakatan akhir. Bagian-bagian tersebut adalah:

1. Orientasi

Bagian ini berisi pembuka percakapan untuk memperkenalkan topik atau masalah yang akan dibahas. Selain itu, bagian ini juga biasanya diawali dengan salam atau pengantar untuk membangun suasana komunikasi.

2. Pengajuan

Pengajuan memuat pernyataan atau permintaan dari pihak pertama kepada pihak kedua. Dalam tahap ini, keinginan atau tuntutan disampaikan secara jelas agar dapat dipahami pihak lain dengan baik.

3. Penawaran

Setelah tuntutan diajukan, kedua pihak mulai melakukan penawaran atau penolakan terhadap permintaan tersebut. Proses ini bertujuan untuk mencari titik temu yang dapat diterima bersama.

4. Kesepakatan

Kesepakatan merupakan bagian akhir yang menunjukkan hasil dari proses tawar-menawar. Di tahap ini, pihak-pihak yang terlibat menyatakan setuju atau tidak setuju terhadap keputusan yang dibahas.

5. Pembelian

Ini adalah struktur tambahan yang bisa muncul apabila kesepakatan berujung pada transaksi. Setelah harga atau syarat disetujui, pihak pembeli akan melakukan pembelian sesuai hasil perundingan.

Kaidah Kebahasaan dalam Teks Negosiasi

Agar tujuan perundingan bisa dicapai, penyusunan teks harus memerhatikan aspek kebahasaan agar proses komunikasi berjalan efektif. Adapun unsur kebahasaan teks negosiasi adalah sebagai berikut:

1. Kalimat Persuasif

Ini adalah jenis kalimat yang digunakan untuk membujuk atau meyakinkan pihak lain agar melakukan tindakan sesuai ajakan penulis. Unsur ini penting guna membantu menarik perhatian dan membuka peluang tercapainya kesepakatan.

2. Kalimat Deklaratif

Kalimat deklaratif berfungsi menyampaikan pernyataan atau informasi secara jelas. Bentuk ini memudahkan pihak lain dalam memahami maksud yang disampaikan.

3. Bahasa yang Sopan

Pemilihan bahasa yang santun merupakan unsur penting agar komunikasi terasa lebih nyaman dan profesional. Sikap ini juga membantu menjaga hubungan baik antar pihak terlibat sehingga suasana komunikasi tetap kondusif dan saling menghargai.

4. Kalimat Efektif

Dalam proses tawar-menawar, sebaiknya gunakan kalimat singkat, padat, dan mudah dipahami. Meski ringkas, pastikan informasi tetap tersampaikan secara utuh dan jelas.

5. Penggunaan Konjungsi

Unsur kebahasaan selanjutnya adalah penggunaan konjungsi atau kata hubung yang berperan sebagai penghubung antarkata, frasa, atau kalimat. Kehadirannya membantu alur pembahasan menjadi lebih runtut dan logis.

6. Kalimat Langsung

Selain itu, karena teks ini umumnya berbentuk dialog, penggunaan kalimat langsung pun menjadi unsur penting. Bentuk ini memperjelas siapa pihak yang berbicara dan apa yang disampaikan.

7. Kalimat Kesepakatan

Selanjutnya, kalimat kesepakatan digunakan untuk menunjukkan hasil akhir dari proses perundingan. Unsur ini menegaskan apakah penawaran diterima atau ditolak oleh pihak terkait.

Contoh Teks Negosiasi Singkat

Berikut adalah contoh teks negosiasi sederhana yang dapat ditemui dalam kehidupan sehari-hari.

1. Contoh Negosiasi di Lingkungan Sekolah

Setelah bel pulang sekolah berbunyi, Ardi tidak langsung kembali ke rumah seperti teman-temannya. Ia memilih memesan ojek di pangkalan dekat sekolah untuk menuju tempat bimbingan belajar hingga waktu magrib.

Kelas Online Teknik Public Speaking untuk MC

Ardi: Permisi, Bang. Bisa antar saya ke tempat les?
Tukang Ojek: Bisa, Dek. Mau ke mana?
Ardi: Ke daerah Cadika. Ongkosnya berapa dari sini?
Tukang Ojek: Dua puluh ribu rupiah, ya.|
Ardi: Wah, mahal juga, Bang. Biasanya saya bayar dua belas ribu.
Tukang Ojek: Soalnya jaraknya lumayan jauh dan harga bensin lagi naik.
Ardi: Uang saya terbatas, Bang. Kalau lima belas ribu bisa?
Tukang Ojek: Gimana kalau delapan belas ribu saja?
Ardi: Baiklah, saya setuju.
Tukang Ojek: Sip, ayo berangkat!

Contoh Negosiasi Tidak Sepakat

Proses perundingan yang tidak selalu berujung pada kesepakatan. Meski begitu, komunikasi tetap harus berlangsung sopan dan saling menghargai. Berikut contohnya:

Nisa: Bu, aku mau minta izin menginap di rumah Alya akhir pekan ini.
Ibu: Ada keperluan apa sampai ingin menginap?
Nisa: Tidak ada acara khusus, Bu. Kami hanya ingin berkumpul saja.
Ibu: Siapa saja yang akan ikut?
Nisa: Aku, Rani, Lia, dan Alya.
Ibu: Sepertinya lebih baik rencana itu ditunda dulu.
Nisa: Kenapa begitu, Bu?
Ibu: Ibu dengar ayah Alya baru selesai menjalani operasi dan masih perlu banyak istirahat. Kalau rumahnya ramai, nanti bisa mengganggu.
Nisa: Tapi Alya bilang tidak masalah, Bu.
Ibu: Meski begitu, ibu rasa sebaiknya lain kali saja. Akhir pekan ini kamu tetap di rumah, ya.
Nisa: Jadi benar-benar tidak boleh, Bu?
Ibu: Untuk sekarang belum boleh. Mungkin minggu depan bisa dipertimbangkan lagi.
Nisa: Baik, Bu. Aku mengerti.

Mini Class | Menulis Opini: Bangun Fondasi Menembus Meja Redaksi


Bagikan