Home   Blog  
Pengembangan Diri

  Tuesday, 20 January 2026 12:00 WIB

Organisasi Profesi: Pengertian, Fungsi, dan Contohnya di Indonesia

Author   Raden Putri
Organisasi Profesi: Pengertian, Fungsi, dan Contohnya di Indonesia

Di balik profesionalisme suatu pekerjaan, ada organisasi profesi yang berperan menjaga kualitas etika dan arah perkembangan anggotanya. Keberadaan wadah ini bukan sekadar formalitas, tapi juga sebagai fondasi penting untuk menyatukan keahlian, tanggung jawab, dan kontribusi sosial.

Paket Belajar dengan Kurikulum yang Dirancang Khusus cuma Setengah Harga

Tanpa peran kolektif tersebut, sebuah profesi akan sulit berkembang dan mudah kehilangan kepercayaan publik. Namun, apa sebenarnya pengertian dari organisasi profesi tersebut? Simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

Apa Itu Organisasi Profesi?

Organisasi profesi adalah aliansi dari orang-orang yang memiliki keahlian dan tujuan yang sama dalam satu bidang tertentu. Wadah ini dibentuk untuk melindungi kepentingan masyarakat sekaligus menjaga martabat serta profesionalisme para anggotanya.

Keberadaan suatu profesi harus terus dipelihara dan dikembangkan secara berkelanjutan. Hal itu hanya bisa terwujud apabila para pelaku profesinya saling berkomunikasi, bekerja sama, dan berhimpun dalam satu forum bersama agar seluruh aspek keprofesian, mulai dari keilmuan, etika, maupun kompetensi, dapat ditingkatkan secara sistematis.

Secara umum, organisasi ini beranggotakan para praktisi yang mengidentifikasi dirinya sebagai bagian dari suatu profesi tertentu dan bersatu untuk menjalankan fungsi sosial yang tidak dapat dilakukan sendiri-sendiri. Pada dasarnya, terdapat lima fungsi utama dari kehadiran organisasi ini:

Banner Survey Tempo Institute
  • Mengatur dan mengelola keanggotaan
  • Memfasilitasi pembaruan pengetahuan sesuai perkembangan ilmu dan teknologi
  • Menetapkan standar serta mekanisme sertifikasi profesi
  • Merumuskan dan menegakkan kode etik
  • Menjatuhkan sanksi bagi pelanggaran etika atau aturan profesi

Tujuan Organisasi Profesi

Organisasi profesi berperan sebagai sarana pemersatu para praktisi dalam konteks positif, sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menghadapi tantangan global. Melalui perhimpunan profesi, wadah ini mendorong pengembangan kompetensi keilmuan dan keahlian agar anggotanya mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Selain itu, keberadaan organisasi ini juga mempermudah proses alih teknologi, mempercepat arus informasi, serta memperkuat komunikasi antarpelaku profesi. Dampaknya, respons terhadap perubahan global menjadi lebih sigap dan terarah.

Di dalamnya, terdapat juga peran komunitas sebagai pemberi masukan aktif dalam penyusunan kebijakan publik terkait profesi yang berkeadilan. Kontribusi tersebut menjadi kekuatan nyata untuk mendorong masyarakat agar berkembang menjadi sumber daya manusia yang produktif, terampil, dan siap berkompetisi dengan negara lain.

Organisasi profesi

Contoh Organisasi Profesi di Indonesia

Untuk lebih memahami tentang perhimpunan ini, berikut adalah beberapa contoh organisasi profesi di Indonesia.

1. Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) 

Merupakan organisasi wartawan profesional pertama di Indonesia yang berdiri pada 9 Februari 1964 di Surakarta. Sejak masa awal kemerdekaan, PWI menjadi wadah perjuangan pers nasional dalam memperkuat persatuan bangsa.

Saat ini, PWI berfokus pada upaya mewujudkan pers yang merdeka, profesional, dan bermartabat melalui penerapan kode etik jurnalistik. Dalam praktiknya, organisasi ini berfungsi sebagai wadah perjuangan insan pers melalui karya jurnalistik yang membangkitkan kesadaran kebangsaan.

Perkumpulan ini juga hadir guna memperkuat solidaritas media nasional serta menetapkan standar profesi melalui pendidikan, pembinaan, dan pengawasan etika wartawan.

2. Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI)

Ini adalah organisasi profesi guru tertua dan terbesar di Indonesia yang lahir pada 25 November 1945 di Surakarta. Cikal bakalnya berawal dari Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) yang berdiri pada 1912, lalu berganti nama menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI) pada 1932, sebelum akhirnya menjadi PGRI.

Tujuan utama pendirian organisasi ini adalah membela dan mempertahankan Republik Indonesia, memperjuangkan kesejahteraan guru dan tenaga pendidik, serta berperan aktif dalam mencerdaskan kehidupan berbangsa. 

Selain PGRI, ada sejumlah organisasi profesi kependidikan, di antaranya adalah Ikatan Guru Indonesia (IGI), Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI), Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), Kelompok Kerja Guru (KKG), dan lain sebagainya.

3. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) 

IDI merupakan wadah resmi profesi kedokteran yang menaungi seluruh dokter di Indonesia. Lembaga ini bertujuan menjaga kehormatan profesi, meningkatkan kompetensi, mempererat solidaritas antaranggota, serta berkontribusi dalam pembangunan kesehatan nasional melalui edukasi, riset, dan advokasi kebijakan.

Dalam perannya, IDI menegakkan Kode Etik Kedokteran Indonesia (KODEKI), mendorong pengembangan kemampuan dokter melalui pendidikan berkelanjutan dan penelitian, memperjuangkan kesejahteraan anggota, serta aktif terlibat dalam perumusan kebijakan kesehatan dan edukasi masyarakat. Selain itu, IDI juga menjadi satu-satunya wadah resmi profesi dokter di Indonesia.

Selain IDI, ada juga berbagai organisasi profesi untuk bidang kesehatan, seperti Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Ikatan Apoteker Indonesia (IAI).

Banner Kelas Bundling


Bagikan