Di era digital, informasi tidak lagi cukup dengan disajikan dalam bentuk angka saja. Dengan bantuan data visualization tools, hasil statistik kompleks bisa diubah menjadi visual yang menarik dan mudah dipahami.
Hal inilah yang menjadi alasan mengapa visualisasi data menjadi elemen penting dalam organisasi, terutama pada proses pengambilan keputusan berbasis informasi. Lantas, apa saja data visualization software yang banyak digunakan untuk mengelola laporan statistik tersebut? Simak rangkuman informasi selengkapnya berikut ini.
Data visualization adalah sebuah proses menyajikan informasi dalam bentuk visual, seperti grafik, diagram, peta, atau chart agar pesan dapat dipahami dengan cepat dan akurat. Dibandingkan tabel angka statis, tampilan visual membantu pengguna mengenali pola, tren, hingga kejanggalan dalam kumpulan keterangan secara lebih intuitif.
Melalui visualisasi, bahan yang kompleks, berukuran besar, atau bersifat numerik diterjemahkan menjadi representasi visual yang lebih ringan dan komunikatif. Pendekatan ini membuat informasi lebih mudah dipahami dan dijelaskan, baik oleh profesional maupun audiens umum.
Selain itu, visualization tools juga membantu mengoptimalkan dan mengotomatiskan proses penyampaian informasi. Dengan visual yang tepat, pengguna bisa mendapatkan wawasan relevan dan siap ditindaklanjuti dari data mentah.
Beragam perangkat data visualization hadir untuk memenuhi kebutuhan analisis informasi yang berbeda. Mulai dari solusi berbasis desktop, web, hingga library pemrograman, setiap alat menawarkan keunggulan dan keterbatasannya sendiri. Berikut adalah tujuh tools terbaik untuk visualisasi data.
Merupakan perangkat visualisasi data berbasis desktop yang banyak digunakan oleh analis dan ilmuwan data untuk kebutuhan analisis visual. Tool ini dikenal mampu menyajikan grafik dan dashboard informatif dengan tampilan profesional.
Keunggulan dari Tableau terletak pada visualisasi grafis yang bersih, penggunaan warna sederhana, serta kemudahan dalam membaca insight dari hasil statistik. Namun, aplikasi ini belum mendukung grafik tiga dimensi dan masih memiliki keterbatasan dalam mengimpor aset visual secara bebas.
Merupakan alat yang sering dimanfaatkan untuk membuat tampilan multigrafik interaktif dan kompleks. Tool ini dapat langsung diintegrasikan ke dalam website, dashboard, maupun notebook seperti Jupyter karena dibagun di atas library d3.js.
Kemampuan menampilkan berbagai grafik interaktif sekaligus dengan fleksibilitas penggunaan secara online maupun offline menjadi salah satu keunggulan dari Plotly. Meski tersedia opsi gratis, tapi di sisi lain beberapa fitur analisis lanjutan hanya bisa diakses melalui versi berbayar.

Platform berbasis web dan desktop ini dikembangkan oleh Microsoft. Hasil olahan data dari tool ini dapat dipublikasikan dan dibagikan melalui versi online untuk mendukung kebutuhan kolaborasi.
Keunggulan Power BI ini terletak pada kemampuannya dalam mengintegrasikan berbagai sumber data, mulai dari Excel, MySQL, hingga data dari halaman website. Namun, performa dan fiturnya cenderung terbatas saat harus menangani data yang sangat besar dan kompleks.
Data visualization tools ini memungkinkan pengguna untuk membuat laporan visual interaktif secara online. Platform ini terhubung dengan berbagai produk Google, sehingga pengambilan data dapat dilakukan secara langsung dan lebih cepat.
Hal ini memberikan keuntungan berupa kemudahan kolaborasi tim serta akses laporan yang fleksibel dari berbagai perangkat. Namun, opsi kostumisasi visualnya masih relatif terbatas dibandingkan dengan tools visualisasi lain yang lebih andal.
Merupakan aplikasi berbasis web yang juga dikembangkan oleh Google untuk kebutuhan pelaporan digital. Tool ini dirancang untuk memudahkan pengguna dalam menyusun dashboard dari berbagai sumber informasi.
Kelebihannya terletak pada dukungan integrasi yang luas dengan berbagai layanan, seperti Google Sheets, Google Ads, Google Analytics, hingga database MySQL. Meski begitu, fleksibilitas dalam mengatur tampilan dan desain visual masih tergolong terbatas.
Library visualisasi data ini berbasis JavaScript dan populer untuk membuat grafik serta bagan dengan tingkat kustomisasi tinggi. Platform ini banyak dipakai oleh developer yang membutuhkan kontrol penuh terhadap tampilan visual.
Sifatnya yang open source, lintas platform, dan kompatibel dengan berbagai sistem operasi menjadi keunggulan utama dari D3.js. Namun, tool ini tidak menyediakan fitur analisis data sehingga pengguna harus menyiapkan dan mengolah data secara terpisah melalui kode tambahan.
Perangkat ini difokuskan untuk kebutuhan business intelligence dan analisis bisnis. Platformnya dirancang agar dapat digunakan oleh pengguna dengan berbagai tingkat kemampuan teknis.
Keunggulan dari Zoho Analytics adalah memiliki tampilan antarmuka yang ramah pemula sehingga visualisasi dapat dibuat dengan cepat tanpa keahlian teknis khusus dan mendalam. Kelemahannya adalah keterbatasan jumlah data yang dapat diproses pada versi gratisnya.
Setiap alat visualisasi memiliki karakteristik yang berbeda, baik dari sisi fitur maupun skala penggunaan. Oleh karena itu, pemilihan tools sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan, sumber data, dan kemampuan tim. Berikut beberapa faktor yang harus dipertimbangkan dalam memilih perangkat visualisasi:
Pastikan platform yang dipilih dapat terintegrasi dengan sistem TI dan basis data yang sudah ada di organisasi atau perusahaan. Dukungan terhadap berbagai sumber data eksternal juga penting agar proses impor berjalan efisien.
Fitur interaktif memungkinkan pengguna nonteknis mengeksplorasi data secara mandiri. Dengan kemampuan filter dan manipulasi visual, analisis dapat dilakukan oleh siapa saja tanpa bergantung penuh pada tim teknis.
Hal paling penting dalam pemilihan perangkat ada pada aspek mekanisme keamanan data yang kuat untuk mengatur akses dan peran pengguna. Hal ini sangat penting guna mencegah penyalahgunaan data dan menjaga integritas sistem bisnis.
Jika membutuhkan perangkat untuk menangani database berskala besar, pilih alat yang bisa menanganinya dengan baik tanpa harus mengorbankan performa. Selain itu, dukungan teknologi AI dan machine learning juga menjadi nilai tambah untuk otomatisasi visualisasi dalam skala luas.