Home   Blog  
Pengembangan Diri

  Tuesday, 13 January 2026 14:00 WIB

Mobilitas Sosial Vertikal Adalah: Pengertian, Jenis, dan Contohnya dalam Kehidupan

Author   Raden Putri
Mobilitas Sosial Vertikal Adalah: Pengertian, Jenis, dan Contohnya dalam Kehidupan

Ada alasan mengapa seseorang bisa naik turun dalam status sosial yang dinamis dan berubah kapan saja seiring dengan usaha, kondisi, dan peluang yang dimilikinya. Karena itu, penting untuk memahami bahwa mobilitas sosial vertikal adalah gambaran nyata dari struktur kemasyarakatan.

Promo Hemat Belajar Diskon 20 Persen

Artikel berikut ini akan mengulas lebih dalam mengenai perubahan sosial dalam masyarakat. Mulai dari pengertian, ciri-ciri, penyebab terjadi, jenis, hingga contohnya. Simak rangkuman informasi selengkapnya berikut ini.

Pengertian Mobilitas Sosial Vertikal

Mobilitas sosial vertikal adalah perpindahan individu atau kelompok dari satu lapisan masyarakat ke lapisan lain yang tidak sejajar. Bisa menuju posisi lebih tinggi maupun ke tingkat lebih rendah.

Perubahan ini dapat terlihat dari pergeseran status ekonomi, tingkat pendidikan, kekuasaan, atau prestise seseorang. Contohnya, buruh naik level dengan menjadi manajer, atau bisa juga seorang profesional kehilangan kedudukannya akibat kondisi tertentu.

Secara umum, mobilitas vertikal dimaknai sebagai perubahan kedudukan seseorang ke level lain yang berbeda derajat. Perpindahan ini menunjukkan perbedaan tingkat status yang jelas, baik dalam bentuk peningkatan maupun penurunan.

Banner Survey Tempo Institute

Perbedaan Mobilitas Sosial Vertikal dan Horizontal

Selain bentuk mobilitas sosial vertikal, ada juga jenis horizontal yang memiliki perbedaan besar satu sama lain. Mobilitas vertikal menyebabkan perubahan status kemasyarakatan, baik meningkat maupun menurun, sedangkan mobilitas horizontal tidak mengubah derajat sosial seseorang.

Mobilitas horizontal merupakan perpindahan individu atau kelompok ke posisi lain yang masih berada dalam lapisan sejajar. Contohnya adalah karyawan dipindahkan ke cabang lain, siswa pindah sekolah, mahasiswa mengikuti program pengabdian di daerah berbeda, atau peserta program pertukaran pelajar.

Jenis Mobilitas Sosial Vertikal

Mobilitas sosial vertikal adalah

Bentuk perpindahan masyarakat ini terjadi dalam dua arah saling berlawanan. Kedua jenis ini menunjukkan dinamika perubahan status yang dialami masyarakat. Berikut penjelasannya:

1. Mobilitas Vertikal Naik

Mobilitas vertikal naik adalah jenis pergerakan yang terjadi ketika individu atau kelompok berpindah dari kedudukan sosial lebih rendah ke posisi lebih tinggi. Perpindahan ini bisa terjadi karena mengisi jabatan yang sudah tersedia atau melalui pembentukan kelompok baru dengan status lebih tinggi.

Contoh:

  • Karyawan biasa dipromosikan menjadi manajer perusahaan.
  • Pedagang kecil berkembang menjadi pengusaha besar dengan jaringan luas.

2. Mobilitas Vertikal Turun

Mobilitas sosial vertikal turun terjadi ketika individu atau kelompok mengalami penurunan status dari posisi lebih tinggi ke tingkat lebih rendah. Kondisi ini dapat disebabkan oleh faktor ekonomi, kesehatan, atau disintegrasi kelompok.

Contoh:

  • Pejabat publik diberhentikan karena pelanggaran hukum.
  • Perusahaan besar bangkrut sehingga pemiliknya kehilangan status sosial.

Faktor Penyebab Terjadinya Mobilitas Sosial Vertikal

Perubahan vertikal ini tidak terjadi sendiri, melainkan dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan satu sama lain. Adapun beberapa faktor tersebut adalah sebagai berikut:

1. Faktor Struktural

Faktor ini berkaitan dengan terbukanya kesempatan dalam struktur masyarakat untuk menempati kedudukan tertentu. Meskipun struktur terbuka memberi peluang untuk masyarakat naik status, tapi ketimpangan lapangan kerja juga dapat memicu mobilitas kehidupan ke arah penurunan.

2. Faktor Individu

Unsur individu berhubungan dengan kualitas pribadi seseorang seperti sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang dimiliki. Melalui usaha dan pendidikan, seseorang dapat meningkatkan kapasitas diri untuk mencapai status lebih tinggi dibandingkan status warisan keluarganya.

3. Faktor Ekonomi

Kondisi ekonomi menjadi salah satu elemen penting dalam mobilitas sosial. Keadaan yang stabil memudahkan masyarakat memperoleh modal, pendidikan, dan akses kerja lebih luas. Sebaliknya, krisis ekonomi dapat membatasi pendapatan dan kesempatan sehingga menghambat terjadinya perubahan sosial.

4. Faktor Politik

Situasi politik turut memengaruhi hal ini. Kondisi yang aman dan stabil mendukung terciptanya iklim kerja kondusif bagi masyarakat, sedangkan ketidakstabilan politik justru dapat menghambat akses terhadap pekerjaan dan mempersempit peluang mobilitas vertikal.

5. Faktor Kependudukan

Pertumbuhan penduduk tinggi dapat menimbulkan berbagai masalah kemasyarakatan seperti kemiskinan dan keterbatasan lahan. Oleh karena itu, migrasi ke daerah lain sering menjadi solusi untuk mendorong terjadinya mobilitas vertikal.

Contoh Mobilitas Sosial Vertikal dalam Kehidupan Sehari-hari

Perubahan ini dapat ditemukan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa status sosial seseorang dapat mengalami pergeseran seiring waktu dan kondisi yang dihadapi. Adapun contoh mobilitas vertikal adalah sebagai berikut:

  1. Anak petani berhasil menjadi dosen di perguruan tinggi.
  2. Karyawan kontrak diangkat menjadi direktur perusahaan.
  3. Buruh pabrik sukses membuka usaha sendiri dan menjadi pengusaha.
  4. Pedagang kaki lima berkembang menjadi pemilik restoran besar.
  5. Atlet nasional naik status sosial karena prestasi internasional.
  6. Mahasiswa berprestasi memperoleh beasiswa hingga jenjang doktoral.
  7. Pejabat negara kehilangan jabatan akibat kasus hukum.
  8. Pengusaha besar bangkrut karena krisis ekonomi.
  9. Guru honorer diangkat menjadi pegawai negeri sipil.
  10. Manajer perusahaan diturunkan jabatannya karena pelanggaran aturan.
Banner Kelas Bundling


Bagikan