Home   Blog  
Pengembangan Diri

  Tuesday, 17 February 2026 10:00 WIB

Jelaskan Secara Singkat Tentang Seni Grafis: Teknik dan Contohnya

Author   Raden Putri
Jelaskan Secara Singkat Tentang Seni Grafis: Teknik dan Contohnya

Pernahkah kamu melihat poster, kaus sablon, atau uang kertas, kemudian bertanya bagaimana cara semuanya diproduksi dengan jumlah banyak dan detail rapi? Jika diminta jelaskan secara singkat tentang seni grafis, jawabannya akan berkaitan erat dengan teknik cetak dan proses pelipatgandaan karya visual.

Promo Hemat Belajar Diskon 20 Persen

Bidang ini bukan sekadar soal mencetak gambar, melainkan perpaduan kreativitas, teknik, dan inovasi dalam dunia seni rupa dua dimensi. Lantas, apa sebenarnya yang dimaksud dengan seni grafis tersebut? Simak rangkuman informasi selengkapnya berikut ini.

Mengenal Seni Grafis Secara Ringkas

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian seni grafis adalah cabang karya seni rupa yang berkaitan dengan dekorasi, penulisan, atau pengungkapan melalui huruf, tanda, maupun gambar lewat proses percetakan. Definisi ini menegaskan bahwa teknik cetak menjadi ciri utama dalam proses penciptaannya.

Secara umum, bidang ini termasuk karya dua dimensi atau dwimatra karena hanya memiliki panjang dan lebar tanpa unsur ruang. Melalui teknik cetak manual dan modern, seniman dapat menghasilkan karya dalam berbagai media sekaligus memperbanyaknya tanpa mengurangi karakter visual asli.

Sejarah seni grafis di Indonesia bermula pada sekitar tahun 1950-an, sebagai alternatif selain melukis dan mematung bagi para seniman murni. Seiring waktu, teknik cetak semakin luas dimanfaatkan dalam ranah seni terapan, contohnya untuk memproduksi poster perjuangan dan media komunikasi visual lain.

Paket Belajar dengan Kurikulum yang Dirancang Khusus cuma Setengah Harga

Terdapat sejumlah tokoh seni grafis Indonesia yang berperan penting dalam proses perkembangannya. Di antaranya adalah Suromo dan Abdul Salam dari Yogyakarta, Baharudin Marasutan dari Jakarta, serta Mochtar Apin dari Bandung.

Jelaskan Secara Singkat Tentang Seni Grafis

Teknik-Teknik Utama dalam Seni Grafis

Macam-macam seni grafis terus mengembangkan tekniknya untuk menghasilkan efek visual dan karakter cetak berbeda-beda. Berikut berbagai jenis metode yang digunakan dalam cabang seni rupa ini.

1. Cetak Dalam (Intaglio Print)

Seni grafis cetak dalam adalah teknik dengan menggunakan pelat logam, umumnya aluminium atau tembaga, sebagai media utama untuk menciptakan gambar melalui goresan tajam. Bagian yang ditoreh akan membentuk lekukan dalam, kemudian tinta dimasukkan ke celah tersebut agar menempel secara merata. 

Setelah permukaan pelat dibersihkan dari sisa tinta berlebih, kertas yang telah dibasahi ditekan kuat di atasnya sehingga pigmen berpindah mengikuti garis ukiran. Hasil akhirnya menampilkan detail halus dengan karakter garis tegas dan kedalaman visual yang khas.

2. Cetak Tinggi (Relief Print)

Sementara itu, relief print memanfaatkan perbedaan tinggi permukaan media cetak untuk menghasilkan gambar. Awalnya, bagian tertentu dicukil sehingga menyisakan permukaan timbul sebagai area yang akan menerima tinta. 

Pigmen kemudian diratakan menggunakan rol karet pada bagian menonjol saja, sementara bagian cekung dibiarkan kosong. Setelah itu, lembaran kertas ditekan secara manual atau memakai mesin sehingga gambar berpindah dari relief ke kertas sesuai bentuk reliefnya.

3. Cetak Saring (Screen Printing)

Teknik seni grafis ini memakai layar kain halus (screen) yang dilapisi bahan peka cahaya sebagai media penyaring tinta. Desain ditempatkan pada film lalu disinari agar bagian tertentu mengeras dan menutup pori-pori kain sesuai pola. 

Setelah proses pencucian, terbentuk area berlubang pada screen mengikuti rancangan gambar yang akan dilewati tinta. Pewarna kemudian ditekan menggunakan rakel sehingga menembus bagian terbuka dan tercetak pada permukaan media seperti kain atau kertas.

4. Cetak Datar (Planography Print)

Sementara itu, seni grafis cetak datar menggunakan permukaan datar sebagai klise dengan prinsip tolak-menolak antara air dan tinta. Bagian tertentu diberi perlakuan kimia agar dapat menerima pigmen, sedangkan area lain menahan tinta karena dilapisi air. 

Saat proses pencetakan berlangsung, hanya bagian bergambar yang memindahkan warna ke kertas. Teknik ini dikenal luas melalui sistem litografi dan offset yang banyak digunakan dalam produksi massal.

Alat dan Bahan Pembuatan Seni Grafis

Jika membahas tentang seni grafis, maka perlu diketahui juga berbagai bahan dan perlengkapan pendukung yang digunakan dalam proses pembuatannya. Berikut beberapa alat dan bahan beserta fungsinya:

  1. Lem: Perekat ini digunakan untuk menempelkan sketsa pada pelat atau klise agar desain tetap stabil dan tidak bergeser saat proses pemindahan berlangsung.
  2. Kertas: Media dengan fungsi sebagai tempat menggambar rancangan sekaligus permukaan akhir tempat hasil cetak dipindahkan.
  3. Karet Linolium: Lembaran bertekstur licin di bagian depan ini dipakai sebagai klise karena mudah dicukil dan mampu menghasilkan detail cukup tajam.
  4. Papan Kayu: Material yang dimanfaatkan sebagai media cukil dengan tingkat kekerasan sedang supaya mudah dibentuk tanpa merusak struktur seratnya.
  5. Hardboard (Tripleks): Papan berpermukaan lebih halus dibanding kayu yang digunakan sebagai alternatif klise karena teksturnya rata dan nyaman untuk ditoreh.
  6. Tinta Cetak: Pigmen khusus ini berperan penting dalam memindahkan gambar dari klise ke media akhir sehingga warna tampak jelas dan tahan lama.
  7. Pensil: Alat gambar ini dipakai untuk membuat rancangan awal dengan pilihan tingkat kekerasan berbeda sesuai kebutuhan garis tipis atau tebal.
  8. Gunting: Peralatan potong untuk membantu merapikan kertas maupun menyesuaikan ukuran pelat sebelum proses cetak dilakukan.
  9. Pahat: Perkakas yang digunakan untuk mencukil atau menoreh permukaan klise seperti kayu, linolium, maupun tripleks agar terbentuk pola sesuai desain.
  10. Scroll (Rollblayer): Rol karet ini berfungsi guna meratakan tinta pada permukaan klise sehingga warna tersebar merata sebelum dipindahkan ke kertas.

Contoh Karya Seni Grafis yang Populer

Teknik cetak tidak hanya digunakan untuk keperluan galeri, tapi juga kerap hadir dalam kehidupan sehari-hari. Berikut beberapa contoh karya seni grafis yang populer:

1 Batik Cap

Jenis batik ini dibuat menggunakan cetakan tembaga bernama canting cap untuk memindahkan pola ke atas kain. Proses pengecapannya pun menyerupai stempel berukuran besar sehingga motif dapat diulang secara konsisten dalam waktu lebih singkat dibanding batik tulis.

2. Sablon

Banner Artikel - Kelas Online Mahir Infografis

Teknik ini sering diterapkan pada kaus, tas kain, hingga kemasan plastik dengan menggunakan layar penyaring tinta. Proses penyapuan pigmen melalui screen memungkinkan desain tercetak rapi serta dapat diproduksi dalam jumlah banyak.

3 Uang Kertas

Karya seni grafis selanjutnya adalah uang kertas. Proses pembuatannya melibatkan teknik cetak khusus dengan tingkat keamanan tinggi agar sulit dipalsukan. Setelah tahap printing umum, bagian tertentu dicetak menggunakan metode dalam dan relief sehingga menghasilkan tekstur khas yang bisa diraba.

4. Poster

Produksi poster massal biasanya memanfaatkan fungsi seni grafis sistem offset dengan pelat aluminium sebagai media cetaknya. Mesin hanya mentransfer warna pada area bergambar sehingga hasilnya tajam dan efisien untuk kebutuhan promosi, buku, maupun kalender.


Bagikan