Manusia kerap mempertanyakan alasan di balik keberadaan, kebenaran, dan nilai yang dianut dalam hidup. Ini merupakan bagian dari filosofi adalah cara berpikir untuk memahami makna hidup, pengetahuan, dan realitas di sekitar seseorang.
Dengan cara berpikir ini, manusia akan melihat persoalan secara lebih luas dan mendasar, baik dalam ranah pemikiran maupun kehidupan sehari-hari. Lantas, apa sebenarnya filosofi tersebut? Lebih lanjut, simak rangkuman informasi selengkapnya berikut ini.
Secara etimologi filosofi berasal dari bahasa Yunani philosophia yang berarti “cinta terhadap kebijaksanaan”. Istilah ini pertama kali dipopulerkan oleh Pythagoras (582–496 SM), seorang pemikir Yunani yang menolak disebut orang bijak dan lebih memilih disebut pencinta kebijaksanaan.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah ini disebut juga sebagai filsafat, sedangkan orang yang mendalaminya dikenal dengan sebutan filsuf. Adapun perbedaan filosofi dan filsafat terletak pada penggunaan katanya, dimana filsafat lebih sering diartikan sebagai ilmu pengetahuan dibanding hasil pemikiran saja.
Sementara itu, secara terminologis filosofi merupakan cabang ilmu yang mengkaji hakikat realitas, pengetahuan, serta nilai melalui pemikiran rasional dan refleksi mendalam. Bidang ini berupaya menemukan kebenaran paling dasar tentang manusia, kehidupan, dan alam semesta dengan pendekatan kritis serta sistematis.
Dalam pengertian luas, makna filosofi adalah membahas persoalan-persoalan fundamental seperti eksistensi, akal budi, nilai, pikiran, bahasa, dan pengetahuan. Aktivitas ini muncul ketika manusia berusaha memahami hakikat diri, dunia tempat hidup, serta relasi antarmanusia secara mendalam dan menyeluruh.
Menurut Socrates, filosofi merupakan upaya mencari kebenaran melalui dialog dan pertanyaan kritis untuk menguji pengetahuan manusia. Ia meyakini bahwa kesadaran akan ketidaktahuan diri sendiri menjadi awal dari kebijaksanaan.
Adapun pengertian filosofi menurut para ahli dunia lainnya adalah sebagai berikut:
Plato memandang filosofi sebagai pengetahuan tentang hakikat yang sejati. Menurutnya, kegiatan berfilsafat bertujuan mencapai kebenaran tertinggi melalui pencarian pengetahuan yang mendalam.
Aristoteles mendefinisikan filsafat sebagai ilmu tentang kebenaran yang mencakup logika, fisika, metafisika, serta pengetahuan praktis. Baginya, pemikiran filosofis mencakup aspek teoritis sekaligus penerapan dalam kehidupan.
Paul Natorp memandang filsafat sebagai Grundwissenschaft atau ilmu dasar. Cabang ilmu ini berfungsi menyatukan seluruh pengetahuan manusia melalui landasan terakhir yang bersifat universal.
Russell menyebut filsafat sebagai usaha menjawab pertanyaan-pertanyaan paling mendasar secara kritis. Jawaban tersebut tidak bersifat dogmatis, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam ranah ilmu pengetahuan.
Menurut Titus, filsafat merupakan kumpulan sikap dan kepercayaan tentang kehidupan dan alam yang sering diterima tanpa kritik. Di sisi lain, ia juga menekankan bahwa bidang ini merupakan proses refleksi kritis untuk memperoleh pandangan hidup yang menyeluruh.

Bidang filsafat memiliki beberapa cabang ilmu utama yang membantu mengelompokkan fokus kajiannya. Setiap cabang membahas aspek tertentu dari pemikiran manusia secara sistematis, di antaranya:
Epistemologi membahas hakikat pengetahuan serta bagaimana pengetahuan itu diperoleh. Cabang ini mengkaji sumber, batas, validitas, dan kebenaran pengetahuan manusia.
Pembahasan bidang ini mencakup proses pembenaran keyakinan serta rasionalitas berpikir. Dengan begitu, manusia dapat menilai apakah suatu pengetahuan layak dipercaya atau tidak.
Fokus pembahasannya adalah pada persoalan moralitas dan nilai baik-buruk dalam tindakan manusia. Cabang ini menelaah kewajiban, hak, tanggung jawab, serta norma sosial dalam kehidupan bermasyarakat.
Etika membantu individu menentukan tindakan yang benar secara moral. Karena itu, kajian ini memiliki keterkaitan erat dengan akhlak dan perilaku manusia.
Merupakan cabang yang mengkaji keindahan dan pengalaman manusia dalam merasakan sesuatu. Cabang ini membahas bagaimana nilai keindahan terbentuk dan dinilai.
Estetika juga menelaah respons emosional dan sensoris terhadap karya seni. Oleh karena itu, bidang ini sering dikaitkan erat dengan dunia seni dan kreativitas.
Pembahasan logika adalah pada prinsip-prinsip penalaran yang benar dan sahih. Cabang ini membantu manusia menarik kesimpulan secara rasional dari pengetahuan yang telah dimiliki.
Dalam kehidupan sehari-hari, logika berguna untuk memecahkan masalah secara sistematis. Sedangkan dalam konteks filsafat, logika menjadi fondasi pencarian kebenaran.
Metafisika menelaah hakikat terdalam dari realitas dan keberadaan manusia. Fokus kajiannya mencakup eksistensi, ruang, waktu, kausalitas, serta kemungkinan.
Pandangan metafisika berbeda-beda tergantung pemikiran setiap filsuf dan zamannya. Cabang ini mengajak manusia mempertanyakan apa yang sungguh-sungguh ada.
Ilmu ini membahas cara atau metode dalam memperoleh pengetahuan. Metodologi menelaah langkah-langkah, teknik, serta prosedur berpikir yang digunakan untuk mencapai tujuan ilmiah.
Adapun istilah metode berasal dari bahasa Yunani yang berarti jalan yang ditempuh. Metodologi memastikan proses pencarian pengetahuan berjalan sistematis dan terarah.
Di tengah perkembangan zaman yang kompleks dan semakin maju, kajian filosofi tetap memiliki peran penting untuk membentuk cara berpikir manusia. Adapun manfaat mempelajari bidang ini di era modern adalah sebagai berikut:
Pemikiran filosofis tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga dapat hadir dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Adapun contoh penerapannya adalah sebagai berikut: