Keberagaman gaya visual membuat dunia lukisan selalu menarik untuk dipelajari. Setiap aliran seni lukis lahir dari cara pandang, emosi, serta kondisi sosial yang berbeda-beda di masanya.
Melalui berbagai aliran ini, kita juga bisa memahami bagaimana seniman menafsirkan realitas, imajinasi, hingga perasaan terdalamnya dalam sebuah karya. Artikel berikut akan mengulas lebih dalam mengenai macam-macam aliran seni lukis yang perlu dipelajari. Simak rangkuman informasinya di bawah ini.
Dalam buku Tinjauan Aliran Seni Rupa dan Periode Seni Rupa Modern Indonesia, aliran dalam seni lukis merujuk pada gaya, genre, atau paham khas yang dianut oleh individu atau kelompok dalam menciptakan karya visual. Setiap aliran merepresentasikan pendekatan tertentu dalam mengolah ide, teknik, dan pesan artistik.
Paham tersebut dapat lahir dari gagasan yang dirumuskan secara sadar oleh seorang tokoh, atau muncul secara alami seiring perkembangan dunia lukisan. Proses kemunculan aliran seni rupa ini juga dapat dipengaruhi oleh eksperimen kreatif dan dinamika estetika pada zamannya.
Selain itu, gaya lukisan bisa pula terbentuk oleh kondisi sosial, budaya, dan pemikiran masyarakat pada zaman tersebut. Ada aliran besar dengan pengaruh luas dan bertahan lama, sedangkan sebagian lainnya berkembang secara terbatas dan hanya menarik perhatian tertentu.
Berikut adalah tiga jenis aliran seni lukis besar yang populer:
Naturalisme adalah aliran lukisan yang berupaya menampilkan alam dan objek secara akurat sesuai kondisi aslinya. Pendekatan ini memungkinkan pelukis menyampaikan kekaguman terhadap lingkungan melalui detail visual yang mendekati kenyataan.
Ciri-ciri: Mengangkat tema alam, memanfaatkan gradasi warna beragam, serta menonjolkan perspektif, tekstur, dan kontras gelap-terang secara kompleks.
Tokoh: Abdullah Sudiro Subroto, Basuki Abdullah, Gambir Anom, Raden Saleh, dan Trubus.
Contoh Karya: Haymaking karya Jules Bastien-Lepage.
Gaya lukisan ini menampilkan kehidupan sehari-hari secara jujur tanpa dramatisasi atau pemilihan momen paling ideal. Fokus utamanya terletak pada penggambaran peristiwa sebagaimana adanya.
Ciri-ciri: Mengangkat aktivitas harian, visual apa adanya, menyatu dengan objek, serta menonjolkan kesan nyata.
Tokoh: Francisco de Goya, Gastove Cobert, dan Honore Umier.
Contoh Karya: The Stone Breakers karya Gustave Courbet.
Sementara itu, gaya aliran seni lukis ekspresionisme menitikberatkan pada luapan emosi dan kondisi batin penciptanya. Bentuk serta warna sering kali mengalami distorsi untuk memperkuat pesan perasaan yang ingin disampaikan.
Ciri-ciri: Menonjolkan ekspresi personal, menghadirkan gambaran imajinatif, menempatkan warna sebagai unsur utama, serta banyak mengekspresikan emosi seperti amarah dan kesedihan.
Tokoh: Affandi, Ernst Ludwig, Paul Gauguin, Popo Iskandar, Vincent Van Gogh, dan Zaini.
Contoh Karya: The Old Guitarist karya Pablo Picasso.

Secara umum, terdapat sekitar 12 aliran seni lukis besar dalam dunia lukisan. Selain ketiga gaya di atas, masih banyak gaya lain yang turut memberi warna dalam perkembangan seni visual ini.
Berikut adalah aliran-aliran seni lukis lain yang juga populer:
Mazhab lukisan ini menampilkan kesan visual sesaat berdasarkan cahaya dan warna alami. Gaya ini lebih menekankan penangkapan momen secara spontan daripada ketelitian detail.
Dadaisme hadir sebagai bentuk perlawanan terhadap norma estetika dan nilai sosial yang mapan. Karyanya sarat kritik, sindiran, serta pesan provokatif yang menantang cara pandang umum.
Sementara itu, aliran surealisme memadukan objek nyata dalam situasi mustahil layaknya dunia mimpi. Pendekatan ini terinspirasi dari eksplorasi alam bawah sadar dan imajinasi manusia.
Gaya seni ini menonjolkan suasana emosional dan dramatis melalui penggambaran alam maupun figur manusia. Nuansa teatrikal dan perasaan mendalam lebih diutamakan dibandingkan keakuratan visual.
Abstraksionisme tidak berfokus pada representasi objek nyata tertentu. Unsur seni seperti garis, warna, dan bentuk digunakan secara bebas dan sembarangan tanpa aturan baku untuk menyalurkan emosi serta gagasan personal pelukis.
Mazhab ini banyak mengangkat tema lingkungan istana atau kerajaan masa lampau. Ciri utamanya terlihat pada komposisi rapi, warna bersih, serta ekspresi figur yang terkesan bijaksana dan ideal.
Warna menjadi elemen utama aliran seni lukis ini tanpa harus merepresentasikan kondisi nyata tertentu. Pilihan warna berani dan kontras kerap digunakan untuk membangun ekspresi visual yang bebas dan emosional.
Gaya ini menyajikan objek dari berbagai sudut pandang dalam satu bidang gambar. Pendekatan geometris ini menghasilkan visual terfragmentasi dengan komposisi unik dan tidak konvensional.
Sementara itu, aliran lukisan futurisme menekankan pada kesan gerak, kecepatan, dan dinamika melalui garis serta bentuk yang kompleks. Aliran ini kerap memvisualisasikan energi modern dan semangat perubahan zaman.