Di era digital, fenomena live shopping atau belanja langsung secara online menjadi strategi penjualan favorit banyak brand. Cara ini tidak hanya menawarkan produk, tapi juga pengalaman belanja yang interaktif dan menghibur.
Melalui siaran langsung, audiens bisa melihat produk secara nyata, mendapatkan penawaran khusus, dan bertransaksi dalam satu waktu yang sama. Namun, bagaimana sebenarnya cara kerja dari live streaming shopping tersebut? Ikuti penjelasan selengkapnya dalam artikel di bawah ini.
Live shopping adalah metode penjualan berbasis siaran langsung, di mana penjual atau kreator konten mempromosikan produk secara real-time melalui platform digital. Beberapa media atau aplikasi yang sering digunakan adalah Instagram, TikTok, Shopee Live, hingga YouTube.
Konsep ini memadukan kemudahan e-commerce dengan interaksi khas media sosial. Dalam sesi tersebut, host akan memperlihatkan produk secara langsung, mendemonstrasikan cara penggunaan, merespons pertanyaan penonton, hingga menawarkan promo khusus yang hanya berlaku selama siaran langsung.
Pendekatan ini semakin digemari karena menghadirkan hiburan, komunikasi dua arah, dan transaksi dalam satu pengalaman langsung. Dengan begitu, proses belanja akan terasa lebih seru dibanding pola penjualan pada umumnya.
Model penjualan live commerce menggabungkan fitur siaran langsung dengan sistem transaksi digital secara simultan. Hal ini membuat penjual bisa menjelaskan produk secara detail, sementara audiens melihat produk dan bisa langsung melakukan pembelian tanpa harus berpindah platform.
Adapun cara kerja dari live jualan online ini adalah sebagai berikut:
Penjual atau host memulai sesi live melalui media sosial atau platform khusus belanja interaktif. Pada tahap ini, produk akan diperkenalkan dan diperlihatkan lengkap dengan fungsi, keunggulan, dan cara penggunaannya.
Selama siaran berlangsung, penonton bisa berkomentar atau mengirim pesan kepada host untuk bertanya mengenai produk. Interaksi ini memungkinkan audiens mendapatkan jawaban cepat sekaligus rekomendasi sesuai kebutuhan.
Saat live, platform biasanya menyediakan tombol atau tautan pembelian langsung di layar. Proses checkout ini dibuat sederhana agar penonton dapat bertransaksi saat itu juga tanpa mengganggu pengalaman menonton siarannya.
Sesi live ini juga sering dilengkapi dengan diskon, flash sale, atau bonus terbatas. Strategi ini efektif menciptakan rasa urgensi sekaligus mendorong keputusan beli lebih cepat.

Banyak perusahaan yang telah membuktikan bahwa live shopping efektif untuk meningkatkan transaksi sekaligus engagement brand. Dengan konsep yang tepat, audiens dibuat tidak hanya menonton tapi juga aktif berbelanja.
Berikut adalah contoh perusahaan yang sukses memanfaatkan metode live shopping:
Brand kecantikan asal Indonesia ini secara konsisten mengadakan sesi belanja interaktif melalui Shopee Live dan TikTok Shop. Produk kecantikan akan ditampilkan melalui demo langsung sehingga audiens bisa melihat hasil pemakaiannya secara nyata.
Sociolla juga sering kali memberikan penawaran eksklusif, sehingga banyak produk yang berhasil habis terjual hanya dalam satu kali sesi siaran langsung. Selain itu, interaksi dengan pakar kecantikan juga memperkuat kedekatan brand dengan konsumen.
Di kancah global, L’Oréal memanfaatkan platform seperti Tmall dan YouTube Live untuk melakukan penjualan berbasis siaran langsung dengan menggandeng influencer ternama. Strategi ini terbukti meningkatkan konversi, terutama saat peluncuran produk baru.
Pendekatan live shopping bahkan telah menjadi salah satu bagian dari strategi omnichannel mereka. Kehadiran figur terpercaya ini juga membuat audiens semakin yakin untuk membeli suatu produk yang dipromosikan.
Berjualan sambil melakukan siaran langsung tidaklah mudah. Agar metode tersebut berjalan secara optimal, dibutuhkan perencanaan matang dan eksekusi yang tepat.
Tujuannya bukan sekadar tampil, tapi juga membangn interaksi hingga mendorong pembelian. Berikut beberapa tips sukses menggunakan live shopping.
Perencanaan konten menjadi elemen penting agar siaran berjalan lancar dan terarah. Susun rundown dengan jelas mulai dari pembukaan, demo produk, tanya jawab, hingga penutup.
Pastikan kualitas visual dan audio memadai serta koneksi internet stabil demi kelancaran siaran. Selain itu, stok dan sistem transaksi juga harus siap agar tidak menghambat proses penjualan.
Pastikan untuk menjaga perhatian penonton dari awal sampai akhir siaran. Gunakan pembuka yang menarik, seperti teaser promo atau pertanyaan pemancing yang membuat audiens menonton live lebih lama.
Host juga harus komunikatif dan memahami produk agar suasana siaran menjadi lebih hidup. Libatkan audiens melalui komentar, polling, atau kuis agar interaksi tetap tinggi.
Call to action (CTA) atau kalimat ajakan berperan besar dalam mendorong keputusan pembeli. Gunakan kalimat spesifik dan mudah dipahami agar audiens tahu langkah selanjutnya.
Tambahkan unsur urgensi seperti batas waktu atau kuota terbatas untuk mendorong pembelian cepat. Bukti sosial seperti jumlah pembeli selama siaran turut berperan dalam meningkatkan kepercayaan audiens terhadap produk.